Apa Dampak bagi Janin Jika Ibu Hamil Terlalu Sering Menangis?

Saat Mama mengandung, emosi yang Mama rasakan juga memengaruhi perkembangan janin

19 Januari 2019

Apa Dampak bagi Janin Jika Ibu Hamil Terlalu Sering Menangis
tinystep.in

Apa pun makanan, minuman, serta aktifitas yang Mama lakukan, bayi juga ikut merasakannya. Begitu juga dengan emosi yang sedang Mama rasakan. Hal ini terjadi karena hormon stres yang diproduksi oleh sang ibu juga dirasakan oleh janin.

Sekitar 6% perempuan akan mengalami depresi di beberapa momen dalam kehidupannya. Jumlah ini meningkat menjadi sekitar 10%  untuk perempuan yang hamil. Sebuah penelitian dari Association for Psychological Science menemukan bahwa janin yang berumur enam bulan bisa merasakan dampak dari emosi yang dirasakan Mama saat hamil. 

Apalagi jika terjadi secara terus menerus dan dalam jangka pajang, ini bisa mengancam pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Berikut Popmama.com rangkum dampak yang bisa terjadi pada janin dan Mama akibat ibu hamil sering menangis.
 

1. Gangguan kecemasan

1. Gangguan kecemasan
parenting.firstcry.com

Gangguan kecemasan bisa muncul akibat hormon stres yang ada pada Ibu hamil yang menangis. Hormon ini yang akan ikut mengalir  pada janin dalam kandungan melalui plasenta. Semakin sering stres, semakin banyak pula hormon stres yang dihasilkan dan semakin banyak pula hormon yang akan dialirkan kepada janin.

Rasa cemas dan sedih juga sering terjadi karena Mama mengalami pre-baby blues

Biasanya saat Mama mengalami gangguan kecemasan karena terlalu banyak menangis, Mama akan merasa gelisah, kelelahan, detak jantung meningkat, kesulitan mengendalikan ketakutan atau kecemasan, insomnia, serta merasakan panik.

Ini juga bisa mengganggu aktifitas yang sedang Mama lakukan dan Mama tidak bisa fokus dengan apa yang sedang dikerjakan.

Baca juga: Baby Blues Detected! Ini 5 Penyebabnya yang Harus Mama Ketahui

Baca juga: Hati-hati, Ini Tanda-tanda Kamu Mengalami Gejala Baby Blues

2. Masalah kesehatan pada Mama

2. Masalah kesehatan Mama
continentalhospitals.com

Bagi ibu hamil, menangis adalah bentuk wajar untuk meluapkan emosi yang ada. Namun, yang perlu ditakutkan adalah emosi negatif seperti stres dan depresi yang berkepanjangan. 

Seringnya ibu hamil menangis, kesehatannya akan terganggu sebab bisa berdampak pada berkurangnya nafsu makan. Sebab, Mama bisa jatuh sakit akibat tidak menjaga pola makan. Daya tahan tubuh Mama juga akan menurun dan ini bisa saja berdampak buruk bagi kondisi janin.
 

3. Kandungan bisa keguguran

3. Kandungan bisa keguguran
psycom.net

Ketika ibu hamil sering menangis, janin di dalam kandungan juga akan lemah. 

Apalagi jika kandungan Mama dalam kondisi tidak kuat dan Mama masih hamil muda. Risiko keguguran pada janin akan meningkat. 
 

Editors' Picks

4. Bayi lahir prematur

4. Bayi lahir prematur
lipeimg.pw

Saat ibu hamil menangsis karena stres, tubuhnya akan melepaskan hormon Corticotropin-releasing hormone (CRH) yang bisa memicu peningkatan hormon kortisol yang masuk melalui plasenta. 

Kalau ibu hamil stres berkepanjangan, kadar hormon CRH ini akan bertambah di cairan ketuban. Jika kadarnya tinggi akan mempercepat pertumbuhan organ janin. 

Organ-organ bayi yang tumbuh dengan cepat ini belum tentu terbentuk sempurna. Kondisi inilah yang berisiko membuat bayi lahir prematur.

5. Menurunnya suplai oksigen ke bayi

5. Menurun suplai oksigen ke bayi
Pixabay/christianabella

Efek ibu hamil menangis selanjutnya yaitu bisa menghambat suplai oksigen ke janin . 

Ini disebabkan ketika Mama menangis karena stres dan depresi, pembuluh darah akan berikatan dengan kuat yang diakibatkkan oleh meningkatnya produksi hormon Norepinephrine. Sirkulasi oksigen ke janin pun akan berkurang.
 

6. Dampak buruk bagi bayi yang lahir

6. Dampak buruk bagi bayi lahir
pixabay.com/Engin_Akyurt

Ketika Ibu hamil menangis karena stres dan depresi, hal ini bisa memengaruhi perkembangan otak bayi di kandungan yang berdampak pada perkembangan yang kurang optimal pada bayi.

Stres yang berkepanjangan saat hamil juga dapat meningkatkan risiko depresi, autisme, dan gangguan kognitif.

Untuk itu, Mama harus berpikir positif selama hamil. Kondisi psikis Mama saat hamil perlu diperhatikan. Jangan sampai  karena Mama terlalu sering menangis akibat stres, bayi yang ada di kandungan Mama jadi terganggu perkembangannya. 

Semangat, Ma! Mulai sekarang pikirkan hal-hal yang positif saja ya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!