Manfaat Kalsium bagi Ibu Hamil dan Janin

Dapat bantu tumbuh kembang janin

28 Januari 2020

Manfaat Kalsium bagi Ibu Hamil Janin
Freepik/Senivpetro

Tak hanya memerhatikan kesehatan tubuh, Mama juga harus mengutamakan kebutuhan si Kecil ketika dalam masa kehamilan. Perubahan fisik ketika hamil juga dapat memicu kinerja tubuh saat mengelola nutrisi sehingga Mama perlu berhati-hati. 

Selain kebutuhan asam folat dan vitamin untuk menunjang tumbuh kembang janin, Mama juga perlu memenuhi asupan kalsium selama kehamilan. Seperti yang kita tahu bahwa kalsium merupakan mineral penting yang dapat membangun serta memelihara kesehatan tulang. 

Namun, lebih dari itu kalsium juga memiliki banyak manfaat lain jika asupannya terpenuhi selama kehamilan.

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com berikan panduan mengenai kebutuhan, manfaat, dan sumber kalsium bagi ibu hamil yang telah dilansir dari berbagai sumber. 

1. Kalsium bantu tumbuh kembang janin

1. Kalsium bantu tumbuh kembang janin
Unsplash/Omar Lopez

Saat dalam kandungan, bayi sedang berkembang sehingga membutuhkan kalsium yang cukup. Hal ini berguna untuk membangun tulang dan gigi yang kuat, menumbuhkan hati, saraf, dan otot yang sehat. Selain itu, kalsium selama kehamilan juga dapat mengembangkan irama jantung bayi yang normal dan kemampuan pembekuan darah. 

Kekurangan kalsium pada masa kehamilan bisa menyebabkan kelahiran prematur atau bahkan kematian janin saat persalinan. Maka, penting bagi Mama untuk memerhatikan asupan kalsium karena jika bayi tidak mendapatkan cukup kalsium, tubuh akan terpaksa mengambil kalsium dari tulang dan dapat memengaruhi kesehatan.

Editors' Picks

2. Manfaat kalsium bagi ibu hamil

2. Manfaat kalsium bagi ibu hamil
Unsplash/Irina Murza

Tidak hanya bagi tumbuh kembang bayi, kalsium juga bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil. Kalsium dipercaya dapat mengurangi risiko terjadinya preeklampsia. Preeklampsia merupakan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin yang dapat menyebabkan kematian pada perempuan dan bayi pada masa persalinan. 

Tidak hanya saat kehamilan, kalsium juga dibutuhkan setelah persalinan. Hal ini didukung oleh sebuah penelitian yang  menunjukkan bahwa Mama mungkin kehilangan 3% hingga 5% dari massa tulang melalui ASI.

Maka, Mama sebaiknya tetap memerhatikan asupan kalsium setelah persalinan dan masa menyusui karena dapat membantu memperkuat tulang dan menangkal keropos tulang (osteoporosis) di kemudian hari.

3. Kebutuhan dan sumber kalsium

3. Kebutuhan sumber kalsium
Unsplash/Omar Lopez

Kebutuhan kalsium perempuan tidak meningkat selama kehamilan. Perempuan dengan usia di atas 18 tahun membutuhkan 1.000 mg sehari sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Sedangkan perempuan berusia 18 tahun ke bawah membutuhkan 1.300 mg kalsium per harinya. 

Perlu diketahui bahwa tubuh tidak bisa memproduksi kalsium sendiri sehingga Mama perlu mengonsumi makanan atau suplemen untuk mendapatkannya. Beberapa makanan dan minuman yang dapat memenuhi kebutuhan kalsium selama kehamilan, yaitu susu dan produk susu lainnya, seperti keju atay yoghurt.

Jika Mama menghindari konsumsi produk susu selama kehamilan, kale, brokoli, dan sayuran hijau lainnya dapat menjadi pilihan. 

Namun, kandungan kalsium di dalamnya cenderung lebih sedikit. 

Ikan kaleng seperti sarden, sereal, jus, minuman kedelai dan beras, dan roti juga mengandung kalsium. Sebaiknya, tetap perhatikan komposisi dan informasi nilai gizi pada setiap produk ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!