Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik
Freepik

Intinya sih...

  • Jenis kelamin bayi ditentukan sejak pembuahan, dengan kromosom X dari sel telur dan kromosom X atau Y dari sperma.

  • Pada usia kehamilan 7-8 minggu, janin laki-laki dan perempuan memiliki struktur awal organ kelamin yang sama, baru terlihat perbedaan seiring bertambahnya usia kehamilan.

  • Hormon testosteron memainkan peran penting dalam pembentukan organ kelamin laki-laki, sementara pada janin perempuan organ reproduksi berkembang menjadi ovarium, rahim, dan vagina.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengetahui jenis kelamin bayi sering kali menjadi salah satu hal yang paling dinantikan selama masa kehamilan, ya, Ma. Tak heran jika sejak awal kehamilan, banyak Mama mulai bertanya-tanya apakah si Kecil akan lahir sebagai bayi laki-laki atau perempuan. 

Secara biologis, penentuan jenis kelamin bayi terjadi sejak pembuahan. Meski tampak sederhana, proses ini melibatkan kombinasi genetik, kromosom, hingga peran hormon yang bekerja bertahap sepanjang kehamilan. 

Menariknya, pada tahap awal perkembangan di dalam kandungan, janin laki-laki dan perempuan memiliki struktur yang sama. Perbedaan baru mulai terlihat seiring bertambahnya usia kehamilan dan pengaruh hormon tertentu yang bekerja sesuai dengan genetik bayi.

Untuk memahami dengan lebih jelas, simak rangkuman Popmama.com tentang bagaimana proses terbentuknya jenis kelamin bayi berikut ini.

Jenis Kelamin Bayi Ditentukan Sejak Pembuahan

Freepik/tirachardz

Proses terbentuknya jenis kelamin si Kecil dimulai sejak sel telur bertemu dengan sperma. Sel telur dari Mama selalu membawa kromosom X, sementara sperma dari Papa bisa membawa kromosom X atau Y. Dari sinilah jenis kelamin bayi ditentukan, dikutip dari laman What to Expect.

Jika sperma membawa kromosom X dan bertemu dengan sel telur, maka bayi akan memiliki kromosom XX dan berkembang sebagai perempuan. 

Sebaliknya, jika sperma membawa kromosom Y, kombinasi XY akan terbentuk dan si Kecil akan berkembang sebagai laki-laki. Artinya, jenis sperma yang membuahi sel telur memegang peran penting dalam menentukan jenis kelamin bayi.

Meski sudah ditentukan sejak awal, tubuh si Kecil belum langsung menunjukkan perbedaan secara fisik. 

Perkembangan Awal Organ Kelamin Janin

Freepik

Hingga usia kehamilan sekitar 7–8 minggu, janin laki-laki dan perempuan memiliki struktur awal organ kelamin yang sama, yang dikenal sebagai genital ridge. Struktur ini merupakan cikal bakal organ reproduksi si Kecil di kemudian hari.

Pada fase ini, belum ada perbedaan visual antara janin laki-laki dan perempuan. Organ kelamin masih berada dalam kondisi netral dan menunggu sinyal genetik serta hormon untuk berkembang lebih lanjut.

Inilah alasan mengapa pada awal kehamilan, jenis kelamin bayi belum bisa diketahui melalui USG. Tubuh si Kecil masih fokus membangun fondasi sebelum akhirnya berkembang menjadi organ kelamin laki-laki atau perempuan.

Peran Hormon dalam Pembentukan Jenis Kelamin

Freepik/tirachardz

Perbedaan jenis kelamin mulai terbentuk ketika hormon memainkan perannya. Pada janin dengan kromosom Y, gen tertentu akan memicu produksi hormon testosteron sekitar usia kehamilan 7 minggu. Hormon ini berperan besar dalam pembentukan organ kelamin laki-laki.

Dikutip dari laman Baby Center, hormon testosteron mendorong genital ridge berkembang menjadi penis dan testis, sekaligus memengaruhi pembentukan organ reproduksi internal lainnya. Tanpa paparan testosteron, tubuh janin secara alami akan berkembang ke arah perempuan.

Sementara itu, pada janin perempuan, karena tidak ada lonjakan testosteron, organ reproduksi berkembang menjadi ovarium, rahim, dan vagina. Proses ini berlangsung bertahap dan terus berkembang seiring bertambahnya usia kehamilan mama.

Kapan Jenis Kelamin Bayi Bisa Diketahui?

Freepik

Meski jenis kelamin si Kecil sudah ditentukan sejak pembuahan, Mama biasanya baru bisa mengetahuinya melalui pemeriksaan medis pada usia kehamilan tertentu. USG anatomi yang dilakukan pada usia sekitar 18–22 minggu umumnya sudah dapat memperlihatkan jenis kelamin bayi.

Selain USG, tes genetik seperti NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing) juga dapat memberikan gambaran jenis kelamin bayi lebih dini, bahkan sejak trimester pertama. Namun, pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan indikasi medis tertentu.

Perlu diingat, hasil pemeriksaan tetap memiliki kemungkinan keliru, tergantung posisi si Kecil dan kondisi pemeriksaan. Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting adalah memastikan si Kecil tumbuh sehat dan berkembang optimal di dalam kandungan mama.

Itu dia penjelasan tentang bagaimana proses terbentuknya jenis kelamin bayi di dalam kandungan. Semoga jadi wawasan baru untuk Mama.

Editorial Team