Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Unsplash/Suhyeon Choi
Unsplash/Suhyeon Choi

Intinya sih...

  • Waktu terbaik minum vitamin bagi ibu hamil yang berpuasa adalah setelah berbuka atau saat sahur, untuk optimalisasi penyerapan nutrisi dan mengurangi efek samping.

  • Minum susu kehamilan bisa dilakukan baik saat sahur maupun berbuka puasa, untuk melengkapi kebutuhan energi, protein, kalsium, dan vitamin tanpa memicu rasa mual atau kembung pada lambung yang kosong.

  • Tips berpuasa bagi ibu hamil antara lain berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu, tidak melewatkan sahur dengan menu bergizi seimbang, penuhi kebutuhan cairan saat waktu tidak berpuasa, pilih aktivitas ringan dan cukup istirahat, perhat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani ibadah puasa saat hamil sering kali memunculkan berbagai pertanyaan bagi ibu hamil, terutama terkait pemenuhan nutrisi harian. 

Selain makanan utama, vitamin dan susu kehamilan menjadi bagian penting untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi mama sekaligus mendukung tumbuh kembang janin. 

Tak heran, banyak ibu hamil bertanya-tanya kapan waktu terbaik untuk mengonsumsi keduanya agar manfaatnya tetap optimal selama berpuasa.

Nah, kali ini Popmama.com siap membahas mengenai kapan waktu yang tepat untuk minum vitamin dan susu bagi ibu hamil yang berpuasa.

Disimak, yuk, Ma!

Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin bagi Ibu Hamil yang Berpuasa?

pexels/Yaroslav Shuraev

Melansir dari Johns Hopkins Aramco Healthcare, waktu terbaik minum vitamin bagi ibu hamil yang berpuasa pada dasarnya mengikuti prinsip penyerapan nutrisi dan kenyamanan lambung. 

Berbagai panduan kesehatan internasional menyarankan agar suplemen kehamilan, termasuk vitamin prenatal seperti asam folat, zat besi, dan vitamin D, tetap dikonsumsi setiap hari meskipun sedang berpuasa. 

Namun, karena ibu hamil tidak makan dan minum dalam waktu lama, konsumsi vitamin sebaiknya dilakukan pada berbuka atau saat sahur, sehingga tubuh memiliki cukup cairan dan makanan untuk membantu penyerapan nutrisi serta mengurangi efek samping seperti mual atau iritasi lambung.

Secara lebih spesifik, minum vitamin setelah berbuka sering dianggap pilihan yang lebih nyaman karena ibu hamil baru saja mendapatkan asupan makanan dan cairan, sehingga vitamin, terutama yang larut lemak, dapat diserap lebih optimal. 

Selain itu, kondisi tubuh yang sudah terhidrasi membantu menurunkan risiko pusing atau mual setelah minum suplemen. Sementara itu, sebagian ibu hamil juga dapat mengonsumsi vitamin saat sahur, terutama jika vitamin dianjurkan diminum bersama makanan utama untuk menjaga kadar nutrisi tetap stabil sepanjang hari puasa. 

Apa pun waktunya, para ahli menekankan pentingnya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum Ramadan atau sebelum menjalani puasa agar jadwal vitamin dapat disesuaikan dengan kondisi kehamilan, jenis suplemen, serta kebutuhan nutrisi individu. 

Kapan Waktu Terbaik Minum Susu bagi Ibu Hamil yang Berpuasa?

pexels/Puwadon Sang-ngern

Panduan kesehatan internasional menekankan bahwa ibu hamil perlu menjaga kecukupan cairan dan asupan nutrisi selama Ramadan karena puasa dapat meningkatkan risiko kelelahan dan dehidrasi. 

Minum susu kehamilan bisa dilakukan baik saat sahur maupun berbuka puasa. Minum susu setelah berbuka dapat jadi pilihan terbaik karena tubuh sudah menerima makanan dan cairan terlebih dahulu, sehingga susu dapat membantu melengkapi kebutuhan energi, protein, kalsium, dan vitamin tanpa memicu rasa mual atau kembung pada lambung yang kosong. 

Selain itu, minum susu setelah makan utama juga mendukung penyerapan nutrisi penting bagi ibu dan janin secara lebih optimal. Di sisi lain, susu juga dapat diminum saat sahur sebagai bagian dari menu bergizi untuk membantu mempertahankan rasa kenyang dan hidrasi lebih lama selama puasa. 

Para ahli menyarankan ibu hamil mengonsumsi makanan padat nutrisi dan minuman bergizi pada waktu sahur dan berbuka agar cadangan energi serta mineral tetap terjaga sepanjang hari. 

Susu yang kaya protein dan kalsium dapat menjadi pelengkap sahur, terutama jika dikombinasikan dengan makanan sumber karbohidrat kompleks. Kunci utamanya adalah memastikan total asupan cairan dan nutrisi terpenuhi bagi ibu hamil. 

Tips Berpuasa bagi Ibu Hamil

pexels/cottonbro studio

Berpuasa saat hamil memang diperbolehkan bagi sebagian Mama, tetapi tetap perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu hamil dan janin.

Agar puasa tetap aman dan nyaman dijalani, Mama bisa menerapkan beberapa tips berikut ini:

1. Konsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu

Sebelum memutuskan berpuasa, penting bagi ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Tenaga kesehatan dapat menilai kondisi kehamilan, usia gestasi, serta risiko tertentu seperti anemia, diabetes gestasional, atau riwayat komplikasi yang bisa memengaruhi kemampuan Mama untuk berpuasa.

Melalui konsultasi ini, Mama juga bisa mendapatkan rekomendasi jadwal makan, minum vitamin, hingga tanda bahaya yang perlu diwaspadai selama puasa. Dengan begitu, keputusan berpuasa bisa lebih aman dan sesuai kondisi masing-masing.

2. Jangan melewatkan sahur dengan menu bergizi seimbang

Sahur menjadi sumber energi utama selama puasa, sehingga Mama sebaiknya tidak melewatkannya. Pilih menu yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta vitamin dan mineral agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal membantu menjaga gula darah tetap stabil, sementara protein dari telur, ayam, atau tempe membantu rasa kenyang lebih lama. Kombinasi ini juga mendukung kebutuhan nutrisi janin selama Mama berpuasa.

3. Penuhi kebutuhan cairan saat waktu tidak berpuasa

Ibu hamil lebih rentan mengalami dehidrasi, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat. Karena itu, penting untuk mencukupi cairan di antara waktu berbuka hingga sahur, misalnya dengan pola minum bertahap.

Mama dapat mengonsumsi air putih, susu, sup, atau buah tinggi air seperti semangka dan jeruk. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi mempercepat dehidrasi.

4. Pilih aktivitas ringan dan cukup istirahat

Selama berpuasa, Mama disarankan mengurangi aktivitas fisik berat yang dapat memicu kelelahan berlebih. Jika memungkinkan, atur jadwal pekerjaan agar ada waktu beristirahat di siang hari untuk menjaga stamina.

Tidur yang cukup dan aktivitas ringan seperti berjalan santai tetap bermanfaat untuk menjaga kebugaran. Namun, Mama perlu mendengarkan sinyal tubuh dan segera beristirahat bila merasa lemas, pusing, atau tidak nyaman.

5. Perhatikan tanda tubuh yang membutuhkan perhatian

Saat berpuasa, penting bagi ibu hamil untuk peka terhadap perubahan tubuh. Tanda seperti pusing berat, lemas berlebihan, haus ekstrem, nyeri perut, kontraksi, atau berkurangnya gerakan janin perlu diwaspadai.

Jika Mama mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera membatalkan puasa dan mencari bantuan medis. Keselamatan ibu dan janin tetap menjadi prioritas utama dibandingkan menjalankan puasa.

6. Berbuka secara bertahap dan tidak berlebihan

Saat waktu berbuka tiba, Mama sebaiknya memulai dengan makanan ringan dan minuman hangat terlebih dahulu sebelum makan utama. Cara ini membantu sistem pencernaan beradaptasi setelah seharian kosong serta mencegah rasa begah.

Setelah itu, Mama bisa melanjutkan dengan makan utama bergizi seimbang. Hindari langsung mengonsumsi makanan tinggi gula atau berlemak dalam jumlah besar karena dapat memicu lonjakan gula darah dan gangguan pencernaan.

7. Tetap konsumsi vitamin dan nutrisi tambahan sesuai anjuran

Vitamin prenatal dan susu kehamilan tetap penting selama Ramadan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Mama dan janin. Ibu hamil dapat mengonsumsinya saat sahur atau setelah berbuka sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Menjaga konsistensi konsumsi suplemen membantu mencegah kekurangan zat besi, asam folat, maupun kalsium selama puasa. Dengan perencanaan yang baik, Mama tetap bisa menjalani puasa sekaligus menjaga kesehatan kehamilan.

Demikian pembahasan mengenai kapan waktu yang tepat untuk minum vitamin dan susu bagi ibu hamil yang berpuasa. Semoga informasinya membantu Mama.

FAQ Puasa bagi Ibu Hamil

1. Apakah ibu hamil boleh berpuasa?

Ibu hamil boleh berpuasa jika kondisi kesehatan ibu dan janin baik serta tidak ada komplikasi kehamilan. Namun, keputusan berpuasa sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan agar lebih aman.

2. Apakah puasa berbahaya untuk janin?

Pada kehamilan normal, puasa umumnya tidak berbahaya jika kebutuhan nutrisi dan cairan tetap terpenuhi saat berbuka dan sahur. Risiko dapat meningkat bila ibu mengalami dehidrasi, kekurangan nutrisi, atau memiliki kondisi medis tertentu.

3. Kapan ibu hamil sebaiknya tidak berpuasa?

Ibu hamil dianjurkan tidak berpuasa jika mengalami anemia berat, diabetes gestasional tidak terkontrol, riwayat kontraksi prematur, berat badan janin kurang, atau kondisi lain yang berisiko menurut tenaga kesehatan.

4. Bagaimana tanda ibu hamil harus membatalkan puasa?

Puasa sebaiknya segera dibatalkan jika muncul pusing berat, lemas berlebihan, muntah terus-menerus, nyeri perut, kontraksi, haus ekstrem, atau gerakan janin terasa berkurang.

5. Apakah vitamin kehamilan tetap perlu diminum saat puasa?

Ya, vitamin prenatal tetap penting dikonsumsi setiap hari. Mama dapat meminumnya saat berbuka atau sahur sesuai anjuran tenaga kesehatan dan jenis vitaminnya.

Editorial Team