Janin Tidak Bergerak, Apakah Sedang Tidur? Ini Faktanya

Janin memiliki waktu tidur sekitar 20-40 menit, sehingga gerakannya bisa berkurang atau tidak terasa sementara.
Gerakan yang tidak terasa belum tentu berarti janin diam karena aktivitas ibu hamil dan posisi plasenta dapat memengaruhi sensasinya.
Perubahan pola gerakan perlu segera diperhatikan dan dikonsultasikan, termasuk menjelang persalinan.
Take a Deeper Reads

Gerakan janin menjadi salah satu hal yang paling sering diperhatikan selama kehamilan. Ketika janin tiba-tiba terasa lebih tenang atau tidak bergerak, wajar kalau ibu hamil bingung apakah si Kecil sedang tidur di dalam kandungan.
Secara medis, janin memang memiliki waktu tidur sehingga bisa tidak bergerak selama beberapa saat. Namun, tetap perlu memperhatikan pola gerakan hariannya karena penurunan gerakan janin tidak selalu boleh dianggap sebagai waktu tidur.
Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai janin tidak bergerak, apakah sedang tidur?
Table of Content
1. Janin memang bisa tidak bergerak karena sedang tidur

Pexels/Pavel Danilyuk Janin memiliki periode tidur dan istirahat di dalam kandungan. Mengutip Perhimpunan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Kerajaan Inggris (RCOG), fase tidur janin biasanya berlangsung sekitar 20-40 menit dan jarang lebih dari 90 menit.
Selama fase ini, gerakan janin bisa terasa jauh lebih sedikit atau bahkan tidak terasa sama sekali untuk sementara waktu. Jadi, jika janin tenang sesaat lalu kembali aktif seperti biasa, kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan pola tidurnya.
2. Gerakan janin yang tidak terasa belum tentu berarti janin benar-benar diam

Pexels/Tima Miroshnichenko Ada kalanya janin sebenarnya tetap bergerak, tetapi ibu hamil tidak terlalu menyadarinya. Hal ini bisa terjadi saat Mama sedang sibuk, banyak bergerak, atau tidak sedang memusatkan perhatian pada gerakan janin.
Posisi plasenta juga dapat memengaruhi sensasi gerakan. Jika plasenta berada di bagian depan rahim, gerakan janin bisa terasa lebih samar karena plasenta berada di antara janin dan dinding perut.
3. Jangan langsung menganggap janin sedang tidur jika geraknya berkurang

Magnific/valeria_aksakova Meski janin memang memiliki waktu tidur, penurunan gerakan tetap perlu diperhatikan. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) dan RCOG menekankan bahwa hal terpenting bukan menghitung angka gerakan yang sama untuk semua ibu hamil, melainkan mengenali pola gerakan janin sendiri dari hari ke hari.
Jika gerakan janin terasa lebih sedikit dari biasanya, berhenti, atau polanya berubah, sebaiknya segera menghubungi bidan, dokter, atau fasilitas kesehatan. Jangan menunggu sampai keesokan hari hanya karena mengira janin sedang tidur.
4. Menjelang persalinan, gerakan janin tetap perlu terasa

Magnific/senivpetro Ada anggapan bahwa janin akan semakin jarang bergerak menjelang persalinan karena ruang di rahim semakin sempit. Padahal, jenis gerakannya memang bisa berubah, tetapi frekuensi gerakan tidak seharusnya menurun secara signifikan hanya karena usia kehamilan sudah semakin besar.
RCOG menyebut gerakan janin tetap perlu terasa hingga menjelang dan bahkan selama proses persalinan.
5. Kenali tanda janin diam tetapi bukan karena sedang tidur

Maginific/valeria_aksakova Janin yang sedang tidur biasanya hanya lebih tenang sementara, lalu kembali bergerak seperti pola hariannya. Karena itu, Mama perlu lebih waspada jika janin terasa diam lebih lama dari biasanya, gerakannya jauh berkurang, atau pola geraknya berubah secara jelas dibanding hari-hari sebelumnya.
Tanda yang perlu diperhatikan antara lain janin yang biasanya aktif pada waktu tertentu tiba-tiba tidak merespons seperti biasa, tendangan terasa semakin lemah, atau gerakan tidak kembali setelah periode tenang. Jika perubahan ini terjadi, jangan langsung menganggap si Kecil sedang tidur.
Mengutip NHS dan RCOG, penurunan atau perubahan pola gerakan janin sebaiknya segera diperiksakan ke bidan, dokter, atau fasilitas kesehatan. Paling penting adalah Mama mengenali pola gerakan normal janin sendiri, karena setiap kehamilan bisa memiliki pola yang berbeda.
Dari penjelasan di atas, janin yang tidak bergerak sesaat memang bisa sedang tidur. Namun, jangan menjadikan tidur sebagai alasan untuk mengabaikan perubahan gerakan yang nyata dair janin. Jika pola gerakan terasa berbeda dari biasanya, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi janin.























