Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Gejala Hipertiroid saat Hamil dan Risikonya bagi Janin

3 min read
Gejala Hipertiroid saat Hamil dan Risikonya bagi Janin
Magnific/KamranAydinov
  • Hipertiroid saat hamil dapat ditandai leher bengkak, jantung berdebar, berat badan tidak naik atau turun drastis, diare, tremor, mudah lelah, kepanasan, sulit tidur, dan perubahan mood.

  • Penyebab tersering adalah penyakit Graves, meski jarang pada kehamilan; kadar hCG tinggi juga dapat merangsang tiroid. Risiko dipengaruhi iodium, autoimun, stres, merokok, radiasi, obat, dan infeksi.

  • Hipertiroid yang tidak terkontrol berisiko memicu keguguran, kelahiran prematur, berat lahir rendah, hingga kematian janin; pemeriksaan rutin dan konsultasi tenaga kesehatan diperlukan bila gejala muncul.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama kehamilan, berbagai perubahan pada tubuh menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Sebagian di antaranya memang merupakan bagian dari proses kehamilan, tetapi ada pula kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih. 

Salah satunya adalah gangguan pada kelenjar tiroid yang dapat terjadi selama masa kehamilan. Tidak bisa disepelekan, kondisi ini dapat berbahaya bagi Mama dan si Kecil. Sehingga, penting untuk Mama mengetahui apa saja gejalanya.

Apa saja gejala hipertiroid saat hamil? Berikut Popmama.com siapkan informasinya untuk Mama.


  1. Gejala Hipertiroid saat Hamil

    Gejala Hipertiroid saat Hamil
    Magnific/wayhomestudio

    Terdapat beberapa gejala hipertiroid pada ibu hamil, dan, gejala yang muncul pun dapat berbeda-beda tiap individu. Meski begitu, terdapat beberapa gejala umum yang muncul, seperti:

    • Adanya pembengkakan di area leher. 
    • Detak jantung meningkat.
    • Berat badan yang menurun secara drastis atau tidak ada kenaikan berat badan selama hamil.
    • Kelelahan pada otot.
    • Diare.
    • Mengalami mood swing atau perubahan suasana hati yang drastis.
    • Sering merasa panas dan sulit tidur.
    • Mudah merasa lelah.
    • Sering merasa tidak nyaman atau nervous.
    • Tangan yang mudah bergetar (tremor) hingga mengganggu beraktivitas.

    Tak hanya itu, risiko yang lebih tinggi juga dimiliki oleh ibu hamil yang mengandung lebih dari satu bayi. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin penting dilakukan, terutama pada kehamilan kembar. 

    Deteksi sejak dini dapat membantu mencegah kondisi berkembang menjadi lebih parah dan menjaga kehamilan tetap sehat. Maka, jika Mama mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya waspada dan segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan profesional.


  2. Penyebab Hipertiroid pada Ibu Hamil

     Penyebab hipertiroid pada ibu hamil
    Pexels/MART PRODUCTION

    Tahukah Mama, hipertiroid pada ibu hamil paling umum disebabkan oleh penyakit autoimun Graves (Graves’ disease). Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi bernama thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menempel pada sel tiroid dan memicu kelenjar tiroid memproduksi hormon secara berlebihan.

    Tetapi, penyakit Graves tergolong jarang terjadi pada kehamilan. Kondisi ini diperkirakan hanya memengaruhi sekitar 2 dari 1.000 kehamilan. Selain itu, hipertiroid pada ibu hamil juga dapat berkaitan dengan peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG). 

    Hormon ini memang diproduksi tubuh sejak awal kehamilan dan kadarnya meningkat cukup pesat pada trimester pertama. Jika kadarnya terlalu tinggi, hCG dapat merangsang kelenjar tiroid untuk bekerja lebih aktif sehingga meningkatkan risiko hipertiroidisme.


  3. Faktor Risiko Pemicu Hipertiroid pada Ibu Hamil

    Faktor risiko pemicu hipertiroid pada ibu hamil
    Magnific

    Melansir dari laman resmi Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertiroid saat hamil. Asupan iodium (yodium) dan kondisi autoimun termasuk faktor yang berperan besar dalam memicu kondisi ini. 

    Selain itu, stres, kebiasaan merokok, paparan radiasi pada leher, obat-obatan tertentu, serta infeksi akibat virus dan bakteri juga dapat menjadi faktor pemicunya. Faktor-faktor lingkungan tersebut dapat berinteraksi dengan faktor genetik sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertiroid.


  4. Dampak Hipertiroid pada Ibu Hamil bagi Janin

    Dampak hipertiroid pada Ibu hamil bagi janin
    Magnific

    Jika tidak ditangani dengan tepat, hipertiroid pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi pada janin. Beberapa di antaranya seperti keguguran (abortus), kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, hingga kematian janin. Hipertiroid yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi pertumbuhan dan detak jantung janin. 

    Pada ibu dengan penyakit Graves, antibodi thyrotropin receptor antibodies (TRAb) juga dapat melewati plasenta dan memengaruhi kelenjar tiroid janin. Jika kadarnya tinggi, kondisi ini dapat menyebabkan hipertiroid fetal. Mama, meski demikian, komplikasi tersebut tidak selalu terjadi pada setiap ibu hamil yang mengalami hipertiroid. 

    Itulah informasi mengenai gejala hipertiroid saat hamil. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan baru dan bermanfaat untuk Mama, ya!


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More