Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Rambut Bisa Rontok Parah saat Hamil? Ini Penyebabnya
Pinterest/SHEfinds
  • Perubahan hormon kehamilan dapat mempercepat rambut memasuki fase istirahat atau telogen effluvium, sehingga kerontokan meningkat dan rambut menipis, terutama setelah pemicu berlangsung 2–4 bulan.

  • Kerontokan parah juga bisa karena kekurangan vitamin dan nutrisi, gangguan tiroid, atau anemia akibat kekurangan zat besi.

  • Ibu hamil dapat menjaga kesehatan rambut dengan menghindari gaya rambut terlalu kencang, memperhatikan asupan nutrisi, dan merawat rambut dengan lembut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rambut yang rontok saat hamil seringkali membuat Mama khawatir, terutama jika kerontokan terlihat lebih parah dari biasanya. Faktanya, sekitar 90 persen rambut di kepala sedang berada dalam fase pertumbuhan, sedangkan 10 persen lainnya memasuki fase istirahat sebelum akhirnya rontok setiap 2–3 bulan dan digantikan oleh rambut baru.

Nah, saat Mama hamil, perubahan hormon terkadang menyebabkan lebih banyak rambut masuk ke fase istirahat, bahkan bisa mencapai 60 persen. Kondisi ini disebut telogen effluvium dan umumnya dapat membuat rambut terlihat lebih tipis atau rontok lebih banyak. 

Lalu, kenapa rambut bisa rontok parah saat hamil? Berikut Popmama.com sajikan informasi selengkapnya, dikutip dari laman American Pregnancy Association.

1. Perubahan hormon

Magnific/user18526052

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dapat membuat sebagian rambut masuk lebih cepat ke fase istirahat atau telogen. Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium dan dapat menyebabkan rambut menipis serta mengalami kerontokan lebih banyak dari biasanya.

Pada trimester pertama, tubuh mengalami perubahan hormon yang cukup besar untuk mendukung pertumbuhan janin. Perubahan tersebut dapat membuat sekitar 30 persen atau lebih rambut masuk ke fase istirahat. Akibatnya, kerontokan yang biasanya sekitar 100 helai per hari bisa meningkat hingga sekitar 300 helai.

Kerontokan akibat perubahan hormon juga tidak selalu langsung terlihat. Rambut mama dapat mulai menipis sekitar 2–4 bulan setelah pemicunya terjadi. Kondisi ini umumnya berlangsung kurang dari enam bulan dan tidak menyebabkan kerontokan permanen.

2. Masalah stres pada ibu hamil

Pinterest/SHEfinds

Selain perubahan hormon, stres pada ibu hamil juga dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Stres fisik maupun emosional dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh. Ketika kadarnya meningkat, hormon tersebut dapat memengaruhi siklus normal rambut dan membuat lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat.

Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan rambut mengalami kerontokan lebih banyak dari biasanya. Stres selama kehamilan juga sering kali diperparah oleh kurangnya waktu tidur, sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.

3. Gangguan pada kelenjar tiroid

Magnific/user18526052

Gangguan kelenjar tiroid, seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme, juga dapat berkaitan dengan kerontokan rambut selama kehamilan. Hipertiroidisme adalah kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, sedangkan hipotiroidisme terjadi ketika tubuh kekurangan hormon tiroid. Keduanya dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk menyebabkan kerontokan rambut.

Hipotiroidisme sendiri lebih sering terjadi pada ibu hamil dan dapat menimbulkan gejala lain, seperti tubuh mudah lelah, sembelit, dan kram otot. Gangguan tiroid biasanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah dan ditangani sesuai dengan kondisi mama.

4. Kekurangan zat besi

Magnific.com

Kekurangan zat besi dapat terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke berbagai jaringan. Kondisi ini dapat menyebabkan rambut menipis dan disertai gejala lain, seperti mudah lelah, jantung berdebar, sesak saat beraktivitas, hingga sakit kepala.

Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, terutama pada kondisi tertentu seperti kehamilan dengan jarak yang berdekatan, mengandung bayi kembar, atau mengalami morning sickness yang berat. Kondisi ini juga dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

Tips Mengurangi Rambut Rontok saat Hamil

Magnific/jcomp

Dilansir dari Universal Hair Clinic, perawatan rambut dapat dimulai dengan memastikan kondisi hormon dan asupan nutrisi tetap seimbang. Beberapa hal yang bisa Mama lakukan antara lain:

  1. Konsultasikan kondisi rambut dengan dokter spesialis obgyn untuk memastikan tidak ada gangguan hormon.

  2. Hindari mengikat rambut terlalu kencang, seperti kuncir, kepang, atau penggunaan hair roller yang dapat menarik rambut.

  3. Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung flavonoid serta antioksidan untuk membantu menjaga kesehatan folikel rambut.

  4. Gunakan sampo dan kondisioner yang mengandung biotin dan silika.

  5. Perlakukan rambut dengan lembut saat masih basah dan hindari sisir bergigi terlalu rapat.

  6. Jika menggunakan pengering atau alat penata rambut dengan panas, pilih pengaturan suhu dingin.

  7. Pastikan kebutuhan nutrisi seperti vitamin B kompleks, biotin, vitamin C, vitamin E, dan zinc tercukupi.

Kesimpulannya, selain karena perubahan hormon, rambut rontok parah saat hamil juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Mama lebih memahami kondisi rambut selama kehamilan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article