7 Cara Mengatasi Rambut Rontok saat Hamil, Pentingnya Pola Hidup Sehat

- Pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi harian untuk menjaga kesehatan rambut selama kehamilan.
- Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi ringan bisa menjadi alternatif cara.
- Gunakan sampo yang lembut dan aman serta menghindari penataan rambut berlebihan.
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh mama, mulai dari bentuk fisik hingga kondisi rambut. Salah satu keluhan yang cukup sering dirasakan ibu hamil, yakni rambut rontok yang terasa lebih banyak dari biasanya dan kerap menimbulkan rasa khawatir.
Rambut rontok saat hamil umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon, terutama fluktuasi estrogen dan progesteron yang terjadi selama masa kehamilan. Selain itu, kondisi seperti stres, kelelahan, hingga kekurangan nutrisi juga bisa memperparah kerontokan rambut tanpa disadari.
Meski tergolong wajar, rambut rontok tetap bisa membuat mama merasa kurang percaya diri, terutama saat melihat helaian rambut yang tertinggal di sisir atau lantai kamar mandi. Kondisi ini sering membuat ibu hamil bertanya-tanya apakah rambutnya bisa kembali sehat seperti semula.
Untuk membantu Mama tetap merasa nyaman dan tenang menjalani kehamilan, Popmama.com telah merangkum cara mengatasi rambut rontok saat hamil. Yuk, disimak beberapa cara yang aman dan bisa dilakukan sehari-hari!
Kumpulan Cara Mengatasi Rambut Rontok saat Hamil
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi harian

Asupan nutrisi yang cukup berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut selama kehamilan. Kekurangan zat besi, protein, atau vitamin tertentu dapat membuat rambut menjadi rapuh dan mudah rontok.
Mama dianjurkan mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, bayam, dan kacang-kacangan. Selain itu, protein dari telur, ikan, dan produk susu juga membantu memperkuat struktur rambut dari dalam.
Dengan nutrisi yang tercukupi, pertumbuhan rambut bisa lebih optimal meski tubuh sedang mengalami perubahan hormonal. Pastikan juga Mama mengikuti anjuran dokter terkait suplemen kehamilan yang dirasa aman.
2. Mengelola stres selama kehamilan

Stres berlebih dapat memicu kondisi telogen effluvium, yaitu fase ketika rambut lebih cepat rontok akibat tekanan fisik maupun emosional. Kehamilan yang disertai kecemasan berlebih bisa memperburuk kondisi ini.
Mama bisa mencoba teknik relaksasi seperti meditasi ringan, pernapasan dalam, atau yoga khusus ibu hamil. Aktivitas ini membantu menenangkan pikiran sekaligus memperbaiki sirkulasi darah ke kulit kepala.
Dengan stres yang lebih terkontrol, siklus pertumbuhan rambut dapat berjalan lebih seimbang. Hal ini menjadi salah satu cara mengatasi rambut rontok saat hamil yang sering kali terabaikan.
3. Menggunakan sampo yang lembut dan aman

Pemilihan produk perawatan rambut juga berpengaruh besar terhadap kesehatan rambut ibu hamil. Sampo dengan bahan keras dapat membuat kulit kepala kering dan memperparah kerontokan.
Sebaiknya Mama memilih sampo berlabel lembut, bebas sulfat, dan aman untuk ibu hamil. Produk dengan kandungan alami biasanya lebih ramah bagi kulit kepala yang sensitif selama kehamilan. Penggunaan sampo yang tepat membantu menjaga kelembapan rambut dan mengurangi risiko rambut patah.
Keramas pun sebaiknya dilakukan secukupnya agar minyak alami rambut tetap terjaga.
4. Menghindari penataan rambut berlebihan

Menata rambut terlalu sering dengan alat panas seperti catokan atau hair dryer dapat merusak batang rambut. Rambut yang sudah rapuh akibat perubahan hormon akan lebih mudah patah jika terkena panas berlebih.
Selain itu, mengikat rambut terlalu kencang juga bisa menarik akar rambut dan memicu kerontokan. Gaya rambut sederhana yang longgar lebih dianjurkan selama masa kehamilan. Dengan mengurangi tekanan dan panas pada rambut, Mama membantu menjaga kekuatan rambut secara alami.
Cara ini memang sederhana, tetapi cukup efektif untuk mengurangi rambut rontok saat hamil.
5. Memijat kulit kepala secara rutin

Pijatan lembut pada kulit kepala membantu melancarkan aliran darah ke folikel rambut. Sirkulasi darah yang baik mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat dan kuat.
Mama bisa memijat kulit kepala menggunakan ujung jari saat keramas atau sebelum tidur. Tambahan minyak alami seperti minyak kelapa atau minyak zaitun juga dapat memberikan nutrisi ekstra. Kebiasaan ini tidak hanya bermanfaat untuk rambut, tetapi juga membantu mama merasa lebih rileks.
Pijatan rutin bisa menjadi cara alami mengatasi rambut rontok saat hamil.
6. Menjaga pola hidup sehat

Kurang tidur dan kelelahan berlebih dapat memengaruhi kondisi rambut selama kehamilan. Tubuh yang tidak mendapatkan istirahat cukup akan lebih sulit memperbaiki sel-sel yang rusak, termasuk sel rambut.
Usahakan Mama mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap hari dan menjaga keseimbangan aktivitas. Minum air putih yang cukup juga penting untuk menjaga kelembapan rambut dan kulit kepala. Dengan pola hidup yang lebih seimbang, tubuh dapat beradaptasi lebih baik terhadap perubahan hormon.
Dampaknya, rambut pun menjadi lebih kuat dan tidak mudah rontok.
7. Konsultasi dengan dokter apabila kerontokan berlebihan

Jika rambut rontok terasa sangat berlebihan hingga menimbulkan kebotakan, sebaiknya Mama segera berkonsultasi dengan dokter. Kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah medis seperti anemia atau gangguan tiroid.
Dokter dapat membantu mengevaluasi penyebab kerontokan dan memberikan saran yang sesuai dengan kondisi kehamilan mama. Penanganan yang tepat akan membantu mencegah masalah rambut yang lebih serius.
Selain itu, Mama sebaiknya tidak menggunakan obat atau produk tertentu tanpa rekomendasi medis. Keselamatan ibu hamil dan janin tetap menjadi prioritas utama.
Itulah beberapa cara mengatasi rambut rontok saat hamil yang bisa Mama terapkan secara aman dan bertahap. Dengan perawatan yang tepat dan perhatian pada kondisi tubuh, kesehatan rambut bisa tetap terjaga selama masa kehamilan.
FAQ Rambut Rontok saat Hamil
| Apakah rambut rontok saat hamil itu normal? | Ya, rambut rontok saat hamil tergolong normal karena dipengaruhi perubahan hormon, terutama fluktuasi estrogen. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah melahirkan. |
| Kapan rambut rontok saat hamil mulai terjadi? | Rambut rontok bisa terjadi sejak trimester pertama atau kedua, tergantung respons tubuh masing-masing ibu hamil. Faktor stres dan kekurangan nutrisi juga bisa mempercepat kemunculannya. |
| Apakah rambut rontok saat hamil berbahaya bagi janin? | Tidak, rambut rontok tidak membahayakan janin. Namun, jika disertai gejala lain seperti pusing atau kelelahan ekstrem, sebaiknya Mama berkonsultasi dengan dokter. |















-T95zEqWZxoeuSDf3BDYQyfhVcrQQIFzD.jpg)

-578izNHo2JYeXWwAcKF1HyqxIFnQYV4y.jpg)
