8 Pekerjaan Rumah yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Ibu hamil masih boleh mengerjakan tugas ringan, tetapi perlu mengurangi aktivitas yang meningkatkan risiko cedera, paparan bahan kimia, atau infeksi.
Hindari membersihkan kotoran kucing, mengecat atau mengikis cat, naik ke tempat tinggi, serta mengangkat furnitur atau barang berat.
Gunakan perlindungan saat berkebun dan membersihkan rumah, hindari bau pemicu mual, beristirahat berkala, serta konsultasikan batas aktivitas kepada dokter bila diperlukan.
Ibu hamil sebenarnya masih boleh beraktivitas dan mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasa. Namun, perubahan pada tubuh selama kehamilan bisa membuat beberapa aktivitas terasa lebih berat atau bahkan meningkatkan risiko cedera.
Ada beberapa pekerjaan rumah yang sebaiknya mulai dikurangi, dilakukan dengan lebih hati-hati, atau diserahkan kepada orang lain. Mulai dari membersihkan kotoran kucing hingga memindahkan furnitur berat, semuanya punya risiko yang perlu diperhatikan selama kehamilan.
Meski ada beberapa aktivitas yang perlu dihindari, ibu hamil tetap boleh melakukan pekerjaan rumah ringan selama kondisi kehamilan memungkinkan. Menyapu, mengepel, melipat pakaian, mencuci piring, merapikan rumah, atau menyiram tanaman umumnya masih bisa dilakukan.
Dilansir The Bump, kuncinya adalah tidak memaksakan kondisi tubuh. Jika suatu aktivitas terasa berat atau membuat Mama tidak nyaman, jangan ragu meminta bantuan pasangan maupun anggota keluarga lainnya.
Berikut Popmama.com rangkum pekerjaan rumah yang sebaiknya dihindari ibu hamil.
Table of Content
1. Membersihkan kotoran kucing

Unsplash/Litter Robot Bagi ibu hamil yang memelihara kucing, membersihkan kotak pasir sebaiknya untuk sementara diserahkan kepada pasangan atau anggota keluarga lain. Pasalnya, kotoran kucing dapat menjadi salah satu sumber paparan parasit penyebab toksoplasmosis.
Infeksi toksoplasmosis saat hamil perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada janin. Jika Mama terpaksa membersihkannya sendiri, gunakan sarung tangan sekali pakai dan segera cuci tangan dengan sabun setelah selesai.
2. Mengecat atau mengikis cat lama

Pexels/Anastasia Shuraeva Menyiapkan kamar bayi memang menyenangkan, apalagi kalau Mama ingin ikut memilih warna dan menghiasnya sendiri. Namun, pekerjaan seperti mengecat atau mengikis cat lama sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering selama hamil.
Paparan uap cat dan bahan kimia tertentu sebisa mungkin perlu dikurangi. Terlebih, mengampelas atau mengikis cat lama juga dapat meningkatkan risiko paparan timbal, sehingga lebih aman jika pekerjaan ini dilakukan orang lain.
3. Naik tangga untuk membersihkan bagian rumah yang tinggi

Pexels/Mieke Boogert Mengganti lampu, membersihkan bagian atas lemari, atau mengambil barang dari tempat tinggi mungkin terlihat sederhana. Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, perubahan pusat gravitasi tubuh dapat memengaruhi keseimbangan Mama.
Risiko terjatuh pun menjadi lebih tinggi. Karena itu, hindari naik tangga atau kursi untuk menjangkau tempat tinggi dan minta bantuan orang lain jika diperlukan.
4. Memindahkan furnitur atau mengangkat barang berat

Pexels/Athena Sandrini Memindahkan meja, lemari, kasur, atau barang berat lainnya juga sebaiknya dihindari saat hamil. Perubahan hormon selama kehamilan membuat ligamen dan sendi menjadi lebih longgar sehingga tubuh bisa lebih rentan mengalami cedera.
Tidak ada satu batas berat yang sama untuk semua ibu hamil. Namun, jika suatu benda terasa terlalu berat, menimbulkan nyeri, atau membuat Mama harus mengejan untuk mengangkatnya, sebaiknya jangan dipaksakan.
5. Bersih-bersih menggunakan terlalu banyak bahan kimia

Pexels/Roger Brown Sebagian besar produk pembersih rumah tangga masih bisa digunakan selama mengikuti petunjuk pemakaian. Meski begitu, Mama tetap disarankan mengurangi paparan bahan kimia berlebihan, terutama di ruangan dengan ventilasi yang buruk.
Gunakan sarung tangan dan buka pintu atau jendela saat membersihkan. Hindari pula mencampurkan beberapa produk pembersih, terutama pemutih dengan amonia, karena dapat menghasilkan gas beracun yang berbahaya bagi siapa pun.
6. Membersihkan kulkas atau toilet jika baunya memicu mual

Pexels/Kevin MalikKevin Malik Indra penciuman sebagian ibu hamil menjadi lebih sensitif, terutama pada trimester pertama. Bau makanan basi, kamar mandi, maupun produk pembersih dapat dengan mudah memicu mual atau bahkan muntah.
Jika Mama merasa mual saat membersihkan area tertentu, tidak perlu memaksakan diri. Minta bantuan pasangan atau anggota keluarga dan kembali melakukannya ketika kondisi tubuh sudah lebih nyaman.
7. Berkebun tanpa menggunakan sarung tangan

Magnific/magnific Berkebun sebenarnya masih bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan selama kehamilan. Namun, Mama perlu berhati-hati karena tanah juga dapat terkontaminasi parasit penyebab toksoplasmosis.
Gunakan sarung tangan ketika menyentuh tanah dan jangan lupa mencuci tangan setelah selesai berkebun. Sebisa mungkin, hindari pula paparan pestisida atau bahan kimia berkebun dalam jumlah berlebihan.
8. Melakukan pekerjaan rumah terlalu lama tanpa istirahat

Pexels/SHVETS production Mengepel, menyapu, mencuci, hingga membereskan rumah memang bukan aktivitas yang otomatis dilarang saat hamil. Namun, melakukan semuanya sekaligus dalam waktu lama dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.
Jangan abaikan sinyal tubuh seperti pusing, lemas, nyeri, kram, atau sesak. Beristirahatlah secara berkala, minum cukup air, dan jangan memaksakan pekerjaan rumah harus selesai dalam satu waktu.
Itulah beberapa pekerjaan rumah yang sebaiknya dihindari ibu hamil. Setiap kondisi kehamilan berbeda, jadi ibu hamil juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai batas aktivitas yang aman, terutama jika memiliki kondisi kehamilan tertentu.























