Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pinterest/citybook.pk
Pinterest/citybook.pk

Intinya sih...

  • Mommy brain, pregnancy brain, dan momnesia adalah istilah non-medis yang menggambarkan perubahan kognitif saat transisi menjadi orangtua.

  • Penelitian menunjukkan bahwa otak ibu mungkin justru memiliki keunggulan dalam beberapa hal dibandingkan dengan mereka yang bukan ibu.

  • Selama kehamilan, arsitektur otak sedikit berubah dan hormon serta kurang tidur dapat menyebabkan mommy brain.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hamil, Mama mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah Mama mungkin menjadi sedikit pelupa.

Mama mungkin pernah mendengar istilah seperti mommy brain, pregnancy brain, atau momnesia untuk menggambarkan bagaimana orangtua baru dan calon orangtua merasa pelupa atau linglung.

Hal ini mungkin membuat Mama bertanya-tanya apakah Mama akan menjadi kurang peka atau kurang perhatian saat menjadi orangtua—dan memang seharusnya begitu.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa mommy brain, atau lebih tepatnya otak orangtua secara umum, memang ada, kabar baiknya adalah hal itu tidak akan bertahan selamanya.

Mama mungkin khawatir jika mommy brain ini bisa memengaruhi cara Mama mengasuh si Kecil yang baru lahir. Penjelasan tentang penyebab mommy brain dan cara mengatasinya bisa Mama simak pada ulasan Popmama.com berikut ini.

Pexels/Andrea Piacquadio

Apa Itu Mommy Brain?

Mommy brain, pregnancy brain, dan momnesia adalah istilah non-medis yang digunakan sebagian orang untuk menggambarkan perubahan kognitif yang mereka alami saat transisi menjadi orangtua.

Namun, laporan tentang defisit kinerja kognitif pada orangtua baru sebagian besar didasarkan pada survei yang dilaporkan sendiri. Beberapa ilmuwan percaya bahwa persepsi orang tentang diri mereka sendiri sebagai pelupa dan pikiran kabur lebih berkaitan dengan stereotip mommy brain yang tersebar luas daripada ilmu saraf yang telah terbukti.

Pexels/MART PRODUCTION

Penelitian tentang Mommy Brain

Valerie Tucker Miller, seorang mahasiswa Ph.D. di Departemen Antropologi Universitas Purdue, meneliti pengaruh peran ibu terhadap perhatian, ingatan, dan proses psikologis lainnya.

Penelitian sebelumnya sering menguji para ibu segera setelah melahirkan, yang mungkin bukan waktu terbaik untuk mengukur kemampuan kognitif karena fluktuasi hormon, dan kurang tidur yang dihadapi para ibu baru.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat, Miller dan timnya merekrut 60 ibu yang telah melewati fase pascapersalinan setidaknya 1 tahun, bersama dengan 70 perempuan yang belum pernah hamil atau memiliki anak.

Mereka semua mengikuti tes yang disebut Tes Jaringan Perhatian (ANT-R) untuk mengukur waktu reaksi dan keterampilan perhatian mereka.

Hasilnya, yang dipublikasikan di jurnal Current Psychology, membawa kabar baik bagi semua ibu di luar sana. Studi ini menemukan bahwa para ibu menunjukkan hasil yang sama baiknya atau bahkan lebih baik daripada mereka yang bukan ibu dalam tes tersebut. Faktanya, tidak ada perbedaan signifikan dalam tingkat atensi antara kedua kelompok.

Amanda Veile, asisten profesor antropologi di Purdue dan rekan penulis studi tersebut, menyatakan bahwa para ibu mungkin justru memiliki keunggulan dalam beberapa hal.

Misalnya, studi ini menemukan bahwa usia rata-rata para ibu dalam studi ini lebih tinggi daripada mereka yang bukan ibu. Namun, terlepas dari perbedaan usia ini, para ibu tetap menunjukkan tingkat atensi yang serupa dan bahkan atensi kontrol eksekutif yang lebih baik. Ini berarti para ibu lebih sedikit terganggu oleh informasi yang tidak relevan dibandingkan dengan mereka yang bukan ibu—sebuah kekuatan super yang kemungkinan besar mereka peroleh melalui tuntutan multitasking sebagai orangtua.

Para ibu mungkin juga mengalami peningkatan atensi. Peningkatan atensi ini masuk akal, mengingat semua multitasking dan pengasuhan anak yang dilakukan para ibu setiap hari. Otak beradaptasi untuk menjaga segala sesuatu dan semua orang berjalan lancar.

Meskipun studi ini membawa kabar baik bagi para ibu, studi ini juga mengingatkan kita untuk mewaspadai stigma yang terkait dengan "otak ibu" dan semua tantangan yang dihadapi para ibu modern saat ini. Stres, isolasi, dan kurangnya dukungan dapat memengaruhi kesejahteraan mental, meskipun kemampuan kognitif tetap terjaga.

Peneliti percaya bahwa otak ibu mungkin merupakan fenomena yang terikat budaya, dan para ibu akan merasa paling terganggu dan pelupa ketika mereka merasa stres, terlalu banyak bekerja, dan tidak didukung.

Pexels/Pavel Danilyuk

Apakah Mommy Brain Itu Nyata?

Apakah struktur otak berubah selama kehamilan? Memang, ada bukti yang menunjukkan hal itu. Penelitian menunjukkan bahwa selama kehamilan, arsitektur otak sedikit berubah. Perubahan ini meliputi pengurangan materi abu-abu, jaringan di otak dan sumsum tulang belakang yang memungkinkan Mama memproses informasi, dan pembentukan jalur saraf baru.

Namun, perubahan neurologis tidak selalu mengakibatkan kinerja kognitif yang lebih buruk saat menjadi orangtua. Sebuah studi tentang keterampilan seperti memori, perhatian, pembelajaran, dan fungsi eksekutif yang mencakup seluruh periode kehamilan dan pascapersalinan tidak menunjukkan perbedaan antara orang yang sedang hamil atau baru saja melahirkan dan mereka yang tidak.

Perubahan otak ini bahkan dapat membantu Mama berfungsi lebih baik sebagai orangtua baru. Bukti kuat menunjukkan bahwa perubahan otak selama kehamilan ini berkorelasi dengan ikatan orangtua-anak, perilaku bersarang, dan respons terhadap isyarat bayi (seperti menangis).

Pexels/Kaboompics.com

Penyebab Mommy Brain

Hormon dan pola gaya hidup seseorang berubah drastis selama kehamilan dan pascapersalinan. Pergeseran ini dapat menyebabkan perasaan pelupa dan kabut otak, bahkan lebih dari perubahan mendasar dalam arsitektur otak mama.

  • Perubahan hormon

Kadar hormon mama berubah selama kehamilan dan setelah melahirkan. Banyak ilmuwan berpendapat bahwa penurunan hormon tertentu dapat secara sporadis memengaruhi kemampuan Mama untuk berpikir jernih. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi hormon progesteron dan estrogen selama periode tertentu di akhir kehamilan dan selama periode bayi baru lahir dapat menurunkan daya ingat dan kemampuan spasial mama untuk sementara waktu.

  • Kurang tidur

Tidur sangat penting bagi ibu hamil dan yang tidak hamil. Namun, karena fluktuasi hormon selama kedua periode tersebut, ketidaknyamanan kehamilan, dan pola tidur bayi baru lahir yang tidak teratur, banyak calon orangtua dan orangtua baru mengalami kurang tidur.

Kurang tidur dikaitkan dengan banyak defisit kognitif sementara, termasuk:

  • kewaspadaan

  • perhatian

  • pengambilan keputusan

  • penilaian

  • memori

  • kecemasan dan stres

Seperti halnya tidur, kecemasan dan stres dapat memengaruhi Mama (dan tubuh) dalam berbagai cara. Misalnya, kedua kondisi ini dapat menyebabkan ketegangan otot, nyeri, dan tekanan darah tinggi. Perasaan ini juga dapat memengaruhi fungsi otak mama.

Banyak orangtua baru atau calon orangtua mengalami kecemasan pertama kali atau peningkatan kecemasan, setidaknya untuk sementara waktu. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecemasan berkorelasi setidaknya sementara dengan kemampuan memori yang lebih buruk. Perasaan stres, saat seseorang beralih ke tanggung jawab baru, juga dapat memengaruhi kinerja otak.

Pexels/ketut-subiyanto

Cara Mengatasi Mommy Brain

Ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk membantu mengelola perasaan pelupa atau kabut otak sementara yang mungkin muncul seiring dengan perkembangan status orangtua baru. Saat Mama menyesuaikan diri dengan akhir kehamilan atau periode bayi baru lahir, Mama dapat:

  • Minum banyak air: Dehidrasi merupakan pemicu utama kabut otak. Bawalah botol air minum yang terisi penuh kapan pun memungkinkan.

  • Konsumsilah makanan yang lebih seimbang: Kekurangan vitamin atau mineral dapat menyebabkan penurunan kognitif.

  • Prioritaskan tidur: Jika insomnia menjadi masalah, cobalah tidur siang singkat namun sering.

Namun yang terpenting, jangan putus asa. Jika otak mama terkadang sedikit kabur menjelang persalinan, ketahuilah bahwa tidak ada yang "salah" dengan otak mama. Menjadi orangtua baru membawa banyak perubahan fisik dan mental, banyak di antaranya bersifat sementara. Perubahan-perubahan ini dapat membantu Mama menjadi orangtua yang lebih penyayang dan penuh perhatian.

Itu penjelasan tentang penyebab mommy brain dan cara mengatasinya. Mommy brain ini normal, Ma. Bila Mama mengalaminya, jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahli dan orang terdekat!

Editorial Team