Bolehkah Cabut Gigi saat Hamil? Temukan Jawabannya di Sini!

Kala sakit gigi menyiksa tak tertahankan, apakah prosedur cabut gigi boleh dilakukan?

14 September 2020

Bolehkah Cabut Gigi saat Hamil Temukan Jawaban Sini
Freepik

Gigi merupakan bagian tubuh yang seringkali diabaikan, tetapi pengaruhnya sangat besar terhadap kesehatan kita. Tak cukup hanya menyikat gigi setiap hari. Faktanya, gigi merupakan salah satu bagian yang paling rentan terserang bakteri, apalagi ketika hamil. 

Muntah karena mual di pagi hari, mengidam makanan manis, dan sakit gigi merupakan problem yang seringkali dihadapi ibu hamil. Tak jarang pula dokter akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan lebih lanjut agar tak semakin parah. 

Lantas, bolehkah cabut gigi saat hamil? Berikut Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari Momjunction:

Gejala Masalah Gigi yang Memerlukan Prosedur Pencabutan Gigi

Gejala Masalah Gigi Memerlukan Prosedur Pencabutan Gigi
mackenziedentalcentre.com

Beberapa masalah gigi perlu penanganan segera lewat prosedur pencabutan gigi, antara lain:

  • Nyeri akut pada gusi dan gigi,
  • gigi yang terinfeksi atau membusuk,
  • kesulitan makan,
  • gusi bengkak,
  • kesulitan berbicara,
  • perdarahan gusi.

Meskipun masalah gigi dapat muncul kapan saja selama kehamilan, Mama mungkin harus menunggu waktu yang tepat untuk mencabut gigi.

Editors' Picks

Cabut Gigi di Trimester Pertama Kehamilan

Cabut Gigi Trimester Pertama Kehamilan
Freepik/Senivpetro

Prosedur pencabutan gigi biasanya tidak dilakukan selama trimester pertama, kecuali dalam keadaan darurat. Periode dari minggu ketiga hingga kedelapan adalah saat organ-organ penting pada bayi sedang berkembang. Obat atau stres apapun akibat pencabutan gigi dapat memengaruhi pertumbuhan janin.

Cabut Gigi di Trimester Kedua Kehamilan

Cabut Gigi Trimester Kedua Kehamilan
Freepik/prostooleh

Trimester kedua adalah periode paling aman untuk pencabutan gigi. Di tahapan ini, janin sudah berkembang dengan pesat. 

Dokter akan mengambil beberapa langkah untuk membuat Mama merasa nyaman dan terhindar dari masalah. Ketika melakukan prosedur pencabutan gigi, jika Mama mengalami sinkop (kehilangan kesadaran sebagian atau sementara karena penurunan tekanan darah), Mama akan diminta menghadap ke kiri untuk mengurangi tekanan.

Dokter akan meminta Mama duduk dengan posisi pinggul kanan terangkat 10-12 cm dari kursi. Ini dilakukan untuk mencegah sindrom hipotensi apabila Mama duduk telentang selama prosedur pencabutan gigi. 

Cabut Gigi di Trimester Ketiga

Cabut Gigi Trimester Ketiga
smiledental.com

Memasuki trimester ketiga, sulit bagi Mama untuk duduk dalam waktu lama dengan posisi yang sama. Ini akan membuat Mama merasa tidak nyaman. Jika Mama mengalami sakit gigi parah dan tindakan pencabutan gigi harus dilakukan, maka bulan pertama trimester terakhir adalah waktu yang ideal untuk melakukannya.

Prosedur Pencabutan Gigi saat Hamil

Prosedur Pencabutan Gigi saat Hamil
Pixabay/Movidagrafica

Pencabutan gigi melibatkan beberapa prosedur yang harus dilakukan agar aman, yaitu:

  1. Sinar X untuk menemukan lokasi gigi yang terkena dan mengidentifikasi tingkat kerusakannya.
  2. Anestesi atau bius, umumnya bius lokal. Obat bius yang diberikan biasanya adalah Lidocaine atau Novocaine yang tergolong obat kategori B yang aman digunakan selama kehamilan.
  3. Antibioitik dan obat pereda nyeri seperti penisilin, amoksisilin, dan klindamisin yang aman selama kehamilan. Pastikan Mama menyampaikan ke dokter jika memiliki alergi terhadap salah satu obat ini.
  4. Obat pereda nyeri yang diberikan pasca pencabutan. Obat nyeri yang biasanya diberikan adalah jenis opioid (kodein, hidrokodon, dan sebagainya).

Dianjurkan untuk tidak menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas tanpa resep untuk mengobati sakit gigi selama kehamilan. Mengonsumsi sembarang obat-obatan dapat menyebabkan efek buruk pada janin.

Semoga informasi ini bermanfaat dalam memberikan wawasan seputar prosedur cabut gigi saat hamil ya, Ma. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.