Kenali Posisi Janin saat Memasuki Kehamilan Trimester Ketiga

Dapat mengetahui posisi janin dengan teknik pemetaan janin

20 September 2019

Kenali Posisi Janin saat Memasuki Kehamilan Trimester Ketiga
Freepik/Golfcphoto

Saat bayi tumbuh selama kehamilan, mereka mungkin bergerak sedikit di dalam rahim. Sehingga terkadang mama merasakan ada tendangan, goyangan, atau bayi yang berputar.

Selama bulan terakhir kehamilan, bayi lebih besar dan tidak memiliki banyak ruang gerak, posisi bayi menjadi lebih penting ketika tanggal mendekati persalinan menjadi semakin dekat. Ini karena bayi perlu bergerak ke posisi terbaik untuk mempersiapkan persalinan.

Biasanya, dokter akan terus mengecek dan menilai posisi bayi dalam kandungan, terutama selama sebulan terakhir. Kali ini Popmama.com akan membahas tentang posisi seperti anterior, posterior, transversal, atau sungsang yang menggambarkan posisi bayi Mama.

Mama juga akan mempelajari apa yang harus dilakukan jika bayi tidak dalam posisi terbaik sebelum tanggal persalinan. Jangan lupa dicatat ya, Ma!

1. Posisi anterior atau kepala bayi mengarah ke bawah dan menghadap ke punggung

1. Posisi anterior atau kepala bayi mengarah ke bawah menghadap ke punggung
Healthline.com

Posisi anterior dimana kepala bayi menghadap ke bawah, dengan wajah bayi menghadap ke belakang atau ke punggung Mama. Dagu bayi terselip di dada mereka dan kepala siap memasuki panggul.

Bayi itu dapat melenturkan kepala dan lehernya, dan memasukkan dagunya ke dada. Ini biasanya disebut dengan Oksipito-Anterior, atau Chepalic Pesentation.

Kepala dapat menekan bagian tersempit pada serviks dan membantu untuk terbuka saat melahirkan. Sebagian besar bayi umumnya menetap dalam posisi kepala ke bawah di kisaran 33 hingga 36 minggu.

Posisi ini adalah posisi paling ideal dan teraman untuk persalinan.

2. Posisi posterior atau kepala bayi mengarah ke bawah dan menghadap ke perut

2. Posisi posterior atau kepala bayi mengarah ke bawah menghadap ke perut
Healthline.com

Pada posisi posterior kepala bayi juga menghadap ke bawah, namun wajah bayi diposisikan mengarah pada perut alih-alih punggung Mama. Posisi ini biasanya disebut dengan posisi Occipito-Posterior (OP).

Pada tahap pertama persalinan, sekitar satu persepuluh hingga sepertiga bayi berada dalam posisi ini. Sebagian besar bayi akan secara spontan memutar diri untuk menghadap ke arah yang benar sebelum lahir.

Tetapi dalam sejumlah kasus, bayi tidak berputar. Seorang bayi dalam posisi ini meningkatkan kemungkinan melahirkan dalam waktu lama dengan sakit punggung yang parah.

Cara mengantisipasi rasa sakit nya mungkin diperlukan epidural atau bius lokal yang digunakan untuk membuat bagian tubuh menjadi mati rasa sehingga dapat meringankan beberapa rasa sakit selama persalinan.

3. Posisi bayi sungsang atau bagian bokong dan kaki bayi menghadap ke bawah

3. Posisi bayi sungsang atau bagian bokong kaki bayi menghadap ke bawah
Healthline.com

Bayi sungsang atau breech diposisikan dengan bokong atau kaki bayi yang menghadap ke bawah terlebih dahulu. Ada tiga variasi jenis sungsang yang biasanya terjadi pada anak bayi di trimester ke 3:

  • Complete Breech: Bokong mengarah ke jalan jalan lahir, dengan kaki terlipat di lutut. Kaki berada di dekat bokong.
  • Frank Breech: Bokong mengarah ke jalan lahir, tetapi kaki bayi lurus di depan tubuh mereka, dan kaki berada di dekat kepala.
  • Footling Breench: 1 atau 2 kaki bayi terlipat mengarah ke bawah menuju jalan lahir.

Posisi sungsang tidak ideal untuk persalinan. Meskipun sebagian besar bayi sungsang dilahirkan sehat, mereka mungkin memiliki risiko lebih tinggi cacat lahir atau trauma selama persalinan. Dalam kelahiran sungsang, kepala bayi adalah bagian terakhir dari tubuhnya yang keluar dari vagina, yang membuatnya lebih sulit untuk melewati jalan lahir.

Posisi ini juga bisa menimbulkan masalah karena meningkatkan risiko pembentukan lingkaran di tali pusat yang dapat menyebabkan cedera pada bayi jika mereka dilahirkan secara normal.

4. Posisi berbaring transversal atau berbaring secara horizontal dalam rahim

4. Posisi berbaring transversal atau berbaring secara horizontal dalam rahim
Healthline.com

Posis bayi berbaring secara horizontal di dalam rahim dikenal sebagai posisi berbaring transversal atau Transversal Lie.

Ini sangat jarang terjadi pada saat persalinan, karena sebagian besar bayi akan memutar tubuhnya berada di posisi kepala menghadap ke bawah menjelang masa persalinan. Jika tidak, bayi dalam posisi ini akan membutuhkan sesar.

Hal ini karena ada risiko kecil dari Umbilical Cord Prolapsing atau komplikasi yang terjadi sebelum atau selama kelahiran bayi. Tali pusat (prolaps) melalui serviks terbuka ke dalam vagina di depan bayi. Tali pusat kemudian bisa terperangkap di tubuh bayi selama persalinan.

Kondisi ini adalah keadaan darurat medis, dan bayi harus dilahirkan dengan sangat cepat melalui operasi caesar jika itu terjadi.

Editors' Picks

5. Teknik ECV yang dapat membantu proses persalinan bayi sungsang

5. Teknik ECV dapat membantu proses persalinan bayi sungsang
Freepik/Biancoblue

Dokter akan membahas opsi untuk mencoba mengubah posisi bayi sebelum mulai memasuki minggu-minggu menuju persalinan Mama. Mereka mungkin menyarankan teknik yang disebut External Cephalic Version (ECV)

Prosedur ini melibatkan tekanan pada perut Mama. Mungkin tidak nyaman, tetapi itu tidak berbahaya. Detak jantung bayi akan dipantau dengan sangat cermat dan prosedur ini akan segera dihentikan jika terjadi masalah.

Biasanya teknik ECV sering berhasil, jika ECV tidak berfungsi, opsi selanjutnya mungkin memerlukan sesar untuk melahirkan bayi sungsang dengan aman.

Dalam kasus seperti itu, tali pusat mungkin terjepit saat bayi bergerak menuju saluran kelahiran. Ini bisa memotong pasokan oksigen dan darah bayi.

6. Ketahui posisi tubuh Si Bayi dengan melakukan Belly Mapping

6. Ketahui posisi tubuh Si Bayi melakukan Belly Mapping
Healthline.com

Mama dapat melacak posisi bayi sebelum persalinan lho, dengan melakukan proses yang dikenal dengan Belly Mapping atau pemetaan perut yang bisa dimulai pada saat memasuki bulan ke 8. Yang Mama butuhan hanya spidol tidak permanen yang tidak beracun dan boneka untuk memvisualisasikan bagaimana posisi bayi di dalam rahim.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Mama ikuti:

  1. Berbaringlah di tempat tidur dan berikan sedikit tekanan di sekitar area panggul untuk meraba-raba kepala bayi. Ini akan terasa seperti bola bowling mini. Lalu tandai di perut.
  2. Gunakan stetoskop atau saat USG, cari detak jantung bayi kemudian kembali tandai di perut.
  3. Gunakan boneka untuk mulai mencari-cari posisi, berdasarkan posisi kepala dan detak jantung bayi.
  4. Temukan bagian bentuk tubuh bayi, Ini akan lebih sulit dan bulat, kemudian gambarkan lagi ya Ma.
  5. Pikirkan gerakan bayi. Di mana mereka menendang? Gunakan tendangan dan goyangan mereka sebagai petunjuk untuk posisi mereka. Ini akan memberi ide yang baik di mana kaki atau lutut mereka berada. Tandai di perut.

Gunakan tanda untuk mengetahui posisi tubuh bayi di perut Mama. Beberapa Mama kemudian menjadi kreatif dan melukis posisi bayi mereka di atas perut mereka seperti karya seni.

7. Metode untuk membujuk bayi agar mengarah pada posisi yang benar

7. Metode membujuk bayi agar mengarah posisi benar
Freepik

Ada beberapa metode yang dapat Mama lakukan untuk membujuk bayi ke posisi yang tepat. Mama dapat mencoba yang berikut ini:

  • Saat duduk, miringkan panggul Mama ke depan, bukan ke belakang.
  • Habiskan waktu dengan duduk di atas bola kelahiran atau bola olahraga.
  • Pastikan pinggul selalu lebih tinggi dari lutut saat duduk.
  • Jika pekerjaan mengharuskan Mama banyak duduk, istirahatlah secara teratur untuk bergerak.
  • Di mobil, duduk di atas bantal untuk mengangkat dan memiringkan bagian bawah ke depan.
  • Berlututlah selama beberapa menit setiap kalinya. Coba beberapa kali sehari untuk membantu memindahkan bayi ke posisi anterior.

Kiat-kiat ini tidak selalu berhasil. Jika bayi tetap dalam posisi posterior saat persalinan dimulai, itu mungkin karena bentuk panggul dan bukan postur tubuh yang sesuai. Dalam beberapa kasus, persalinan sesar akan diperlukan.

8. Bayi dapat menyesuaikan posisi mereka selama kehamilan dan sebelum persalinan

8. Bayi dapat menyesuaikan posisi mereka selama kehamilan sebelum persalinan
Freepik/Jcomp

Bayi sering berguling-guling selama kehamilan. Mama mungkin tidak akan merasakan pergerakan mereka sampai pertengahan trimester kedua. Mereka akhirnya akan menetap di posisi persalinan yang idealnya menghadap ke bawah, menghadap ke bagian punggung Mama pada minggu ke-36.

Sebelum waktu itu, Mama tidak perlu terlalu khawatir tentang posisi bayi. Umum bagi bayi posterior untuk menyesuaikan posisi mereka sendiri selama kehamilan dan sebelum persalinan. Cobalah untuk tetap santai dan positif selama ini.

Seorang bayi yang tidak dalam posisi ideal sebelum tanggal persalinan, harus selalu dilahirkan di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terbaik. Keadaan darurat selama jenis persalinan ini perlu ditangani oleh staf medis yang terampil.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter, jika Mama memiliki kekhawatiran tentang posisi bayi saat tanggal persalinan semakin dekat ya, Ma!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!