Duh! Ini 7 Kondisi Janin yang Paling Ditakuti Ibu Hamil

Ini yang biasanya membuat Mama khawatir berlebihan

11 Oktober 2020

Duh Ini 7 Kondisi Janin Paling Ditakuti Ibu Hamil
Pexels/Migs Reyes

Kehamilan sudah seharusnya disambut dengan kebahagiaan. Namun, terkadang bukan itu yang dirasakan sebagian ibu hamil. Bukannya bahagia, ibu hamil malah merasa cemas dan khawatir. Kecemasan seringkali berasal dari rasa khawatir akan kondisi janin.

Ini bukan pertanda baik karena khawatir berlebihan bisa memicu stres. Ibu hamil yang stres sangat mungkin mengalami post partum depression (depresi pasca melahirkan) di kemudian hari. 

Membekali diri dengan informasi yang cukup seputar kondisi janin di dalam kandungan dapat menghilangkan kecemasan yang Mama alami.

Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh kondisi janin yang paling ditakuti ibu hamil:

1. Keguguran

1. Keguguran
Unsplash/Naomi August

Satu dari lima kehamilan akan berakhir dengan keguguran yang biasanya terjadi pada 10-12 minggu pertama kehamilan. Kebanyakan disebabkan karena kelainan genetik dan ini tidak dapat dicegah. Tapi, untuk menurunkan terjadinya risiko keguguran, Mama bisa berhenti merokok dan mengontrol kenaikan berat badan.

Jika terjadi perdarahan dan merasakan sakit di awal kehamilan, sebaiknya Mama segera konsultasikan kepada dokter untuk memastikan tidak terjadi keguguran.

Jika ternyata kehamilan mama baik-baik saja, ini berarti saatnya untuk untuk berhenti khawatir dan mulai berpikir positif ya, Ma. Kabar baiknya adalah meski Mama pernah mengalami keguguran, Mama tetap dapat mencegah terjadinya keguguran lagi di kehamilan berikutnya.

2. Adanya cacat bawaan pada bayi

2. Ada cacat bawaan bayi
Unsplash/Irina Murza

Mayoritas cacat bawaan tidak dapat dicegah, tapi kejadian ini sangat jarang. Cacat bawaan terjadi pada tiga sampai empat persen bayi, itu berarti 96 sampai 97 persen bayi yang baru lahir tidak akan mengalaminya.

Untungnya, saat ini sudah banyak teknologi dengan ultrasound resolusi tinggi yang membuat Mama dengan mudah dapat mengetahui semua hal dari kelainan jantung hingga jari yang jumlahnya kurang. Inilah mengapa, sangat penting bagi ibu hamil untuk menjauhi alkohol, rokok, dan obat-obatan tertentu untuk meminimalkan risiko terjadinya cacat bawaan pada bayi.

Editors' Picks

3. Tak sengaja terbentur dan sangat khawatir akan menyakiti bayi

3. Tak sengaja terbentur sangat khawatir akan menyakiti bayi
Unsplash/Andrea Bertozzini

Tenang saja, Ma. Hampir tidak mungkin bayi di dalam kandungan akan tersakiti. Ini dikarenakan adanya cairan ketuban pelindung yang mengelilingi janin.

Mama hanya perlu khawatir saat terjadi perdarahan atau nyeri hebat setelah perut mengalami benturan.

4. Melahirkan prematur

4. Melahirkan prematur
momjunction.com

Tidak ada yang benar-benar dapat memastikan apakah Mama akan melahirkan secara prematur atau tidak. Tapi, risikonya akan lebih besar pada ibu hamil yang pernah memiliki riwayat melahirkan prematur atau pernah terjadi perdarahan sebelumnya. Persalinan prematur terjadi pada 10 persen kehamilan.

Pada ibu hamil yang berat badannya tidak naik terlalu banyak justru memiliki risiko lebih rendah mengalami persalinan prematur, karena tekanan darah dan gula darahnya terjaga, di mana jika keduanya mengalami peningkatan tak terkontrol dapat menyebabkan munculnya kontraksi awal. Tapi, bila kondisi kehamilan Mama selalu sehat, tak perlu terlalu khawatir akan melahirkan sebelum usia kandungan 37 minggu.

5. Leher bayi terlilit tali pusar

5. Leher bayi terlilit tali pusar
Unsplash/Raul Angel

Lilitan tali pusat di leher bayi sebenarnya adalah hal yang biasa terjadi saat melahirkan dan terjadi pada 25 persen ibu hamil. Jadi, kondisi ini tidak perlu ditakutkan. Cairan ketuban menyediakan pelindung yang cukup untuk membatasi lilitan tali pusat dengan leher bayi.

6. Posisi bayi sungsang

6. Posisi bayi sungsang
Freepik/rawpixel.com

Posisi bayi sungsang adalah posisi di mana kepala janin berada di bagian atas dan jauh dari serviks. Posisi sungsang bisa saja dialami bayi di usia kehamilan berapapun. 

Bila posisi bayi sungsang sebelum usia kehamilan 36 minggu, Mama tidak perlu khawatir. Janin masih bisa berputar dengan posisi kepala di bawah mendekati jalan lahir. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan trik bagaimana memutar posisi kepala janin agar siap lahir.

7. Janin tidak bergerak

7. Janin tidak bergerak
Unsplash/Sharon Mccutcheon

Merasakan gerakan janin di dalam kandungan tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Gerakan janin juga bisa salah satu indikasi bahwa bayi dalam kondisi yang sehat. Itu juga yang menyebabkan banyak ibu hamil merasa khawatir saat janin tidak bergerak.

Mama bisa menyiasatinya dengan menstimulasi gerakan janin, misalnya dengan mengonsumsi makanan manis, mendengarkan musik, atau mengelus perut.

Nah, itulah tujuh kondisi janin yang paling ditakuti ibu hamil. Tetap jaga kesehatan ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.