Perhatikan 5 Tips Aman Ini sebelum Gunakan Toilet Jongkok saat Hamil

Tentu menggunakan toilet jongkok tak mudah bagi Mama yang sedang hamil.

23 Oktober 2020

Perhatikan 5 Tips Aman Ini sebelum Gunakan Toilet Jongkok saat Hamil
https://i2.wp.com/dekoruma.blog/wp-content/uploads/2018/05/Kloset-Jongkok-2.jpg?fit=1200%2C799&ssl=1

Saat hamil, kesehatan dan keselamatan janin dalam kandungan menjadi prioritas utama. Segala bentuk kegiatan yang biasa dilakukan sebelum hamil perlu diperhatikan lagi keamanannya ketika masuk masa kehamilan. Tentu hal ini tak mudah bagi Mama, terutama saat harus buang air besar. 

Buang air besar menggunakan toilet jongkok memang memiliki lebih banyak manfaat dibanding menggunakan toilet duduk. Salah satu manfaatnya adalah melancarkan buang air besar, memperkuat otot panggul, dan mengurangi risiko tertular penyakit. Pasalnya, saat menggunakan toilet jongkok, Mama akan terhindar dari kontak langsung dengan toilet. 

Namun, menggunakan toilet jongkok saat hamil tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Mama. Toilet jongkok memang masih boleh digunakan oleh ibu hamil, namun Mama perlu memerhatikan beberapa cara penggunaan agar tetap aman dan tidak membahayakan janin dalam kandungan. 

Berikut Popmama.com rangkum lima cara aman menggunakan toilet jongkok bagi ibu hamil:

1. Gunakan alas kaki

1. Gunakan alas kaki
freepik.com/awesomecontent

Alas kaki adalah poin terpenting saat menggunakan toilet jongkok. Sebab ketika Mama salah menggunakan alas kaki, hal itu bisa membahayakan kehamilan mama. 

Ketika masuk kamar mandi, gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Perhatikan selalu pijakan kaki saat menggunakan toilet untuk menghindari jatuh atau tergelincir. Jangan gunakan toilet dengan lantai yang licin. 

Editors' Picks

2. Pastikan toilet jongkok kering

2. Pastikan toilet jongkok kering
Freepik/Jcomp

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi kamar mandi. Mama harus memastikan kondisi kamar mandi atau toilet jongkok dalam keadaan bersih dan kering, khususnya toilet umum. Lantai basah dan licin bisa membahayakan kehamilan mama. Toilet yang bersih juga seharusnya tidak menimbulkan aroma tidak sedap atau meninggalkan jejak kuman dan bakteri di toilet. 

3. Pastikan toilet mendapat penerangan yang cukup

3. Pastikan toilet mendapat penerangan cukup
Pexels/Andrea Piacquadio

Pastikan juga penerangan pada kamar mandi yang akan digunakan cukup terang. Hal ini bisa membantu Mama berjalan, bergerak, dan melihat dengan jelas kondisi sekitar sehingga menghindari terjatuh atau tergelincir. Jika penerangan kamar mandi redup, maka Mama harus membawa alat penerangan lainnya. 

4. Berdiri dan jongkok secara perlahan

4. Berdiri jongkok secara perlahan
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8c/Squat_toilet_at_Kuala_Lumpur_International_Airport.jpg

Sebelum masuk ke toilet, pastikan juga ada pegangan di sekitar toilet jongkok. Pegangan tersebut berguna membantu Mama yang sedang hamil untuk jongkok dan berdiri secara perlahan. 

Tak hanya itu, Mama yang sedang hamil cenderung mudah pusing ketika bangun dari posisi duduk atau jongkok. Oleh sebab itu, pegangan bisa membantu Mama bangun ketika posisi jongkok mulai tidak stabil. 

5. Jangan mengejan terlalu keras

5. Jangan mengejan terlalu keras
Beingtheparent.com

Tips selanjutnya adalah jangan mengejan terlalu keras. Apabila Mama mengalami sembelit, perbanyak konsumsi air putih dan makanan berserat seperti buah-buahan atau sayuran. 

Sembelit memang sering menyerang Mama yang sedang hamil karena adanya perubahan hormon sehingga mengganggu sistem pencernaan. Apabila sembelit tidak sembuh selama dua minggu berturut-turut, maka Mama harus segera konsultasi ke dokter kandungan. 

Itulah tips aman menggunakan toilet jongkok saat hamil. Toilet jongkok memang baik untuk melatih otot panggul mama sehingga menjadi lebih kuat menghadapi persalinan normal. Meskipun begitu, pastikan selalu keamanan saat menggunakan toilet jongkok khususnya ketika usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.