TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Anemia pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Bayi terlihat selalu capek dan lesu? Bisa jadi terserang anemia lho, Ma

Pixabay/smpratt90

Anemia merupakan masalah kesehatan yang dialami secara global oleh masyarakat di seluruh dunia. Situs World Health Organization mencatat, terdapat 1,62 milyar orang di seluruh dunia yang menderita gangguan kesehatan akibat kurangnya sel darah merah ini. Mengejutkannya, 230 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia pra sekolah.

Nyatanya, bayi yang baru lahir pun rentan terhadap anemia. Tanpa sel darah merah yang cukup, oksigen pun tak dapat disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Lantas, apa penyebab, bagaimana gejala dan saran pengobatan anemia pada bayi? Berikut Popmama.com merangkum informasinya.
 

Penyebab Utama Bayi Mengalami Anemia

Pixabay/Bessi

Sel darah merah membawa hemoglobin, protein yang menjadi kendaraan distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Jika bayi mengalami tiga kondisi ini, besar kemungkinan ia akan mengalami anemia:

1. Tubuh bayi tidak mampu memproduksi sel darah merah

Kebanyakan bayi akan mengalami anemia di awal masa kelahirannya. Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan nama anemia fisiologis. Anemia jenis ini biasanya terjadi karena bayi mengalami pertumbuhan yang terlalu cepat, sehingga tubuhnya membutuhkan waktu untuk mengejar ketinggalan sel darah merah yang hilang. 

2. Sel darah merah bayi cepat rusak

Kekurangan sel darah merah ini dikenal dengan ABO inkompatibilitas. Biasanya kondisi ini terjadi ketika golongan darah ibu dan bayi tidak cocok. Bayi yang mengalami ABO inkompatibilitas umumnya menderita penyakit kuning atau hyperbilirubenemia yang ditandai dengan kulitnya yang berwarna kuning.

3. Bayi mengalami perdarahan

Bayi yang terlalu sering diambil darahnya untuk keperluan pemeriksaan juga rentan mengalami anemia. Hal ini terjadi karena produksi sel darah merah dalam tubuh si Kecil tidak cukup untuk menggantikan sel darah merahnya yang hilang. 

Penyebab lainnya yang mungkin terjadi adalah bayi mengalami perdarahan internal atau transfer darah dari ibu ke bayi saat bayi masih dalam kandungan.

Gejala Anemia pada Bayi

Pexels.com/pixabay

Bayi yang mengalami anemia, biasanya tidak menampakkan gejala yang signfikan. Namun, Mama dapat mengenalinya saat bayi selalu menampakkan tanda-tanda berikut ini:

  • Selalu dalam kondisi kulit pucat,
  • tampak lesu,
  • kehilangan nafsu makan,
  • denyut jantung dan napasnya tampak cepat meski tidak melakukan aktivitas apapun.

Pemeriksaan dan Pengobatan Bayi yang Mengalami Anemia

Freepik/Rawpixel.com

Saat bayi menunjukkan gejala anemia, umumnya dokter akan menyarankan untuk menjalani sejumlah pemeriksaan yang meliputi:

  • Hemoglobin (protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen).
  • Hematokrit (persentase perbandingan jumlah sel darah merah dengan volume darah keseluruhan).
  • Retikulosit (persentase sel darah merah yang belum matang dalam darah).

Umumnya, bayi yang mengalami anemia tidak memerlukan pengobatan apapun. Kecuali, pada bayi yang terlahir prematur atau dalam kondisi yang anemia kronis, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan transfusi darah guna meningkatkan jumlah sel darah merah dalam tubuhnya.

Baca Juga:

The Latest