Bisa Karena Anemia! Ini 7 Penyebab Bayi Kehilangan Nafsu Makan

Kenali semua penyebabnya, Ma!

27 November 2018

Bisa Karena Anemia Ini 7 Penyebab Bayi Kehilangan Nafsu Makan
Freepik/Freephoto

Memberi makan bayi memang bukan hal yang mudah, setuju? Begitu banyak hal yang perlu Mama perhatikan, mulai dari pemilihan menu MPASI yang bergizi, tekstur dan bahan makanan yang sesuai usia anak, hingga ke reaksi alergi yang mungkin muncul.

Belum lagi kalau si Kecil menolak makan karena alasan yang tidak Mama mengerti. Duh, kondisi mogok makan seperti ini pasti menjadi mimpi buruk semua orangtua ya, Ma.

Anak yang kehilangan nafsu makan pasti sangat membuat Mama bingung, karena si Kecil belum bisa bilang apa yang salah hingga ia tak mau makan. Kalau sudah begini, Mama hanya bisa menebak-nebak dan melakukan berbagai cara. Mungkin anak tidak suka rasa makanannya, mungkin belum lapar, atau mungkin anak merasa tidak enak badan.

Begitu banyak alasan bayi kehilangan nafsu makan. Menurut Mom Junction, beberapa hal di bawah ini adalah alasan-alasan yang paling sering membuat bayi kehilangan nafsu makan. Apa saja ya penyebabnya? Simak 7 penjelasan di bawah ini yuk, Ma.

1. Pertumbuhan

1. Pertumbuhan
motherforlife

Perlu Mama ketahui, kalau pertumbuhan bayi juga dapat menyebabkan bayi kehilangan nafsu makan lho, Ma. Menurut Mom Junction, sangat normal jika nafsu makan bayi berkurang ketika usianya sekitar 16 bulan.

Di usia tersebut, biasanya anak memang makan lebih sedikit dibanding porsi makannya ketika ia masih 12 bulan.

Di saat itu si Kecil mungkin tidak membutuhkan terlalu banyak kalori seperti sebelumnya, ketika pertumbuhannya sedang pesat di usia 6 sampai 12 bulan.

2. Tumbuh gigi

2. Tumbuh gigi
Freepik/User3802032

Inilah penyebab paling sering bayi kehilangan nafsu makan. Namun tenang saja, Ma, ini hanya sementara, kok. Biasanya anak akan kembali nafsu makan dalam 2 minggu atau kurang.

Apa hubungannya tumbuh gigi dengan nafsu makan? Tentu saja karena rasa nyeri yang ia rasakan, Ma. Rasa nyeri di gusi anak biasanya akan bertambah ketika ia makan langsung atau minum dari botol. Jadi wajar saja kalau ia merasa tidak nyaman makan saat tumbuh gigi.

Pada saat tumbuh gigi, gusi anak bengkak dan menyebabkannya susah makan. Kalau sudah begini, tak heran anak lebih rewel dan tidak nafsu makan.

3. Sakit tenggorokan

3. Sakit tenggorokan
Happiestbaby

Tidak cuma Mama, anak bayi juga bisa kehilangan nafsu makan ketika sedang radang tenggorokan. Radang tenggorokan ini disebabkan oleh infeksi virus yang juga bisa menurunkan nafsu makan anak.

Jika radang disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar, wah sebaiknya Mama langsung membawanya ke dokter. Tujuannya ke dokter bukan cuma untuk melawan infeksi, namun juga untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Editors' Picks

4. Penyesuaian dengan makanan

4. Penyesuaian makanan
Freepik/user3802032

Selama 6 bulan pertama kehidupannya, si Kecil hanya minum ASI (atau susu formula jika ASI tidak memungkinkan). Saat ia baru mulai menikmati MPASI, maka tubuhnya butuh waktu untuk menyesuaikan proses ini. Proses pencernaan juga akan sedikit lebih lama, dan ia mungkin makan lebih sedikit.

Untuk mengurangi kemungkinan tersebut, maka Mama bisa mengenalkan beberapa makanan baru sedikit demi sedikit, hingga anak dan tubuhnya mulai menerima makanan tersebut.

5. Kesehatan menurun

5. Kesehatan menurun
lovechildorganics

Baik orang dewasa, remaja, balita, maupun bayi, sepertinya sangat normal jika kehilangan nafsu makan ketika kesehatannya sedang menurun.

Beberapa masalah kesehatan yang sering menyebabkan kehilangan nafsu makan misalanya demam, batuk, dan sakit. Masalah yang sangat familiar ya, Ma?

Infeksi bakteri dan virus juga bisa menyebabkan anak kurang nafsu makan. Kondisi seperi infeksi telinga, infeksi paru-paru, dan flu, bisa meningkatkan detak jantung anak hingga menyebabkan nyeri, ini mungkin memengaruhi nafsu makan bayi.

6. Konstipasi

6. Konstipasi
confusedparent.in

Sembelit atau konstipasi adalah hal yang sangat sering terjadi pada bayi, dan sering menyebabkan anak mogok makan.

Jika bayi sedang konstipasi, maka perutnya sulit mencerna makanan, hal ini sangat mungkin menyebabkan anak jarang merasa lapar.

Selain konstipasi, intoleransi makanan juga bisa menyebabkan bayi kehilangan nafsu makan lho, Ma. Contohnya adalah intoleransi telur, susu, susu kedelai, dan kacang. Semua itu bisa menyebabkan anak gatal, mual, diare, dan tentu saja kehilangan nafsu makan.

Jika Mama mulai melihat munculnya reaksi alergi, maka konsultasikan dengan dokter anak.

7. Anemia

7. Anemia
Freepik/photodiod

Hal ini mungkin jarang diketahui, namun ternyata anemia dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan. Biasanya bayi yang anemia akan terlihat lemah dan mudah lelah.

Jika Mama menemukan tanda-tanda bayi anemia, maka konsultasikan dengan dokter anak ya, Ma. Selain itu, jangan lupa berikan menu MPASI yang kaya akan kandungan zat besi.

Semoga nafsu makan anak Mama selalu aman terkendali, ya.

Baca juga: Alasan bayam menjadi bahan makanan pendamping ASI yang enak dan bermanfaat