TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Tips Memilih Asuransi Pendidikan untuk Anak, Harus Dicoba Sekarang!

Mama dan Papa tidak perlu khawatir lagi dengan pendidikan anak di masa depan

Freepik/our-team

Semua orangtua ingin anak-anak menyelesaikan pendidikan mereka hingga perguruan tinggi. Hal itu tidaklah murah, Mama dan Papa memerlukan biaya. Meskipun Mama dan Papa memilih telah merencanakan sekolah negeri untuk si Anak. 

Sebab, dalam melaksanakan sekolah, anak-anak pasti membutuhkan seragam, biaya praktikum, dan lain sebagainya. Untuk itu, sudah dipastikan Mama dan Papa membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk menyekolahkan anak-anak. 

Bisa jadi, hal tersebut bukanlah sesuatu yang berat untuk dilalui pada saat ini karena Mama dan Papa memiliki keadaan ekonomi yang sangat cukup.

Namun, seperti yang diketahui, roda kehidupan selalu berputar dan mempengaruhi siklus kehidupan. Baik dari segi ekonomi, sosial, lingkungan, dan masalah kehidupan lainnya. 

Untuk itu, Mama dan Papa dianjurkan untuk melakukan investasi pendidikan guna menghindari risiko anak putus sekolah di masa depan karena keadaan perekonomian yang kurang baik. 

Dengan adanya investasi pendidikan, Mama dan Papa pun bisa merasa sedikit tenang dengan pendidikan anak di masa depan. Tak perlu khawatir akan mengeluarkan biaya sekaligus dalam jumlah yang besar. 

Namun, Mama dan Papa juga harus paham jika asuransi pendidikan bukanlah tabungan pendidikan. Dalam asuransi pendidikan, Mama dan Papa membayarkan sejumlah premi tetap pada perusahaan asuransi. Lalu, uang tersebut akan mereka kelola dalam sebuah investasi terpercaya.

Akan tetapi seperti yang kita ketahui, investasi selalu naik dan turun. Jadi, Mama dan Papa bisa mendapat keuntungan atau kehilangan asuransi pendidikan. 

Maka dari itu, memilih asuransi pendidikan untuk anak tidak boleh sembarangan, Ma. Coba simak rangkumanPopmama.com beriktu ini terkait 6 tips memilih asuransi pendidikan untuk anak. Rencanakan pendidikan terbaik untuk anak mama di masa depan!

1. Buat perencanaan

Freepik/pressfoto

Langkah pertama yang harus Mama dan Papa lakukan adalah membuat rencana pendidikan yang matang untuk anak-anak. Dengan adanya rencana yang jelas, maka Mama dan Papa tidak akan kebingungan dalam memilih asuransi pendidikan.

Beberapa hal yang harus Mama dan Papa perhatikan dalam membuat rencana pendidikan anak yakni sekolah yang akan dituju, tahun masuk sekolah, lokasi sekolah, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan biaya pendidikan yang akan dihadapi.

2. Tentukan jumlah dana sesuai target pendidikan

Freepik.com Ilustrasi

Langkah selanjutnya yang harus Mama dan Papa lakukan yakni melakukan riset terkait dengan biaya pendidikan yang akan dikeluarkan pada setiap jenjang pendidikan. Biaya pendidikan ini termasuk uang gedung sekolah, biaya bulanan yang harus dibayar ke sekolah, biaya seragam, biaya transportasi, dan biaya lain yang berhubungan dengan sekolah.

Namun, Mama dan Papa harus paham jika biaya saat ini kemungkinan besar akan berbeda dengan biaya di masa depan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan rata-rata biaya pendidikan di Indonesia mencapai 10-15 persen per tahun. Untuk itu jangan lupa menambahkan kenaikan tersebut dalam membuat perkirakan biaya sekolah anak di masa depan. 

Jika sudah mengetahui target terkait besaran biaya pendidikan, Mama dan Papa bisa mulai memilih asuransi. Mula-mula, Mama dan Papa terlebih dahulu berkonsultasi dengan agen asuransi untuk memperhatikan jumlah biaya yang akan dikeluarkan ketika sudah memilih asuransi tersebut.

3. Kenali perusahaan dan bandingkan produknya

Freepik/rawpixel.com Ilustrasi

Setelah mengetahui berapa besaran yang akan dibayarkan setiap bulannya untuk asuransi pendidikan anak, kini saatnya Mama dan Papa tentukan perusahaan asuransinya.

Ada banyak sekali perusahaan yang asuransi pendidikan di Indonesia. Namun, jangan asal pilih. Mama dan Papa harus melihat kekuatan keuangan perusahaan, aset dan liabilitas, dan kualitas tenaga kerja dalam perusahaan asuransi tersebut. 

Mama dan Papa juga bisa melihat rekam jejak setiap perusahaan untuk menjadikan rujukan dalam memilih perusahaan asuransi. Terkait hal ini, Mama dapat mengaksesnya melalui situs website, media sosial, berita, penghargaan, dan lain sebagainya. 

4. Pilih asuransi pendidikan sesuai dengan budget

Pexels/Karolina Grabowska

Setiap perusahaan asuransi pendidikan memiliki premi yang berbeda-beda. Premi merupakan sejumlah uang yang harus dibayar setiap bulan oleh anggota yang ikut serta dalam asuransi.

Untuk itu, dalam memilih perusahaan asuransi pendidikan, Mama dan Papa harus menyesuaikan besaran premi yang disediakan oleh perusahaan dengan keadaan keuangan saat ini. 

Jangan sampai Mama dan Papa membayar premi yang diluar batas perekonomian. Sebab, hal tersebut bisa membuat Mama dan Papa kesulitan dalam membayar premi setiap bulannya dan bisa jadi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. 

5. Pilih produk yang fleksibel

Freepik/benzoix

Mama dan Papa perlu memilih asuransi pendidikan yang sifatnya fleksibel guna agar bisa diklaim sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

Untuk itu, pastikan Mama dan Papa telah melakukan perhitungan yang akurat agar tidak terjadi kekurangan biaya saat sudah mengklaim asuransi. Mama dan Papa dapat mendapatkan informasi dan mempelajari hal tersebut melalui agen asuransi.

6. Cari tahu manfaat tambahan dari produk asuransi yang ditawarkan

Freepik/pressfoto Ilustrasi

Produk asuransi memiliki benefit masing-masing. Jadi, sebelum memilih produk asuransi yang tepat, Mama dan Papa perlu mempertimbangkan benefit apa saja yang akan didapat ketika menjadi nasabah asuransi tersebut.

Beberapa benefit yang akan didapat dalam sebuah asuransi yaitu proteksi jiwa, kesehatan, dan lain-lain. Walau demikian, pastikan prioritas utama Mama dan Papa tetap pendidikan anak.

Nah itulah 6 tips memilih asuransi pendidikan untuk anak. Semoga membantu wawasan Mama dan Papa untuk mempersiapkan pendidikan anak-anak di masa depan.

Baca juga:

The Latest