TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

8 Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Anak

Batuk menjadi tanda bahwa adanya gangguan pada kesehatan lho, Ma

todaysparent.com

Batuk berdahak merupakan batuk yang disertai lendir atau dahak. Hal itu terjadi karena paru-paru mengalami infeksi atau peradangan dari adanya virus, bakteri, atau jamur yang menyerang saluran pernapasan.

Sebenarnya, lendir memiliki banyak manfaat. Namun, lendir yang diproduksi secara berlebihan akan menyumbat saluran pernapasan.

Ketika saluran pernapasan menjadi terganggu, sistem saraf akan mengirim sinyal ke otak untuk memicu batuk.

Ada berbagai macam gejala batuk berdahak yang biasanya muncul saat mengalami batuk berdahak, antara lain sakit tenggorokan, tubuh menggigil, sesak napas, hidung tersumbat, dan beringus, serta batuk terus menerus yang disertai dengan keluarnya lendir.

Lantas, bagaimana cara mengatasi batuk berdahak?

Kali ini Popmama.com berikan informasi terkait cara mengatasi batuk berdahak pada anak yang bisa Mama lakukan di rumah.

1. Hindari makanan dan minuman yang memicu batuk berdahak

Freepik/stockking

Untuk menghindari batuk berdahak yang berlebih, si Kecil tidak boleh makan makanan dan minuman seperti soda, olahan susu, makanan yang digoreng dan berkafein, pemanis buatan, dan hindari asap rokok.

Karena, makanan dan minuman tersebut dapat menyebabkan tenggorokan terasa kering dan tidak nyaman.

Olahan susu mengandung protein yang dapat merangsang pembentukan dahak, sementara minuman berkafein akan meningkatkan jumlah cairan yang keluar dari dalam tubuh. Dengan banyaknya cairan yang keluar,tubuh akan kekurangan cairan, termasuk tenggorokan. 

2. Istirahat yang cukup

Freepik/pvproductions

Sebagai upaya mempercepat proses penyembuhan batuk berdahak pada anak, Mama mengharuskan si Kecil untuk beristirahat yang cukup.

Mama perlu mengatur jam tidur si Kecil, seperti tidur malam selama 7-8 jam sehari dan tidur siang selama 1-2 jam sehari.

Istirahat yang cukup dapat memulihkan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat menghancurkan sel-sel yang terinfeksi.

3. Konsumsi air perasan lemon

Freepik/dashu83

Buah lemon memiliki kandungan vitamin C yang tinggi yang dapat membuat tenggorokan si Kecil terasa leboh lega dan mengurangi rasa gatal.

Mama bisa peras buah lemon, kemudian tambahkan air minum ke dalam perasan air lemon.

Berikan si Kecil air perasan lemon secara teratur 2 sampai 3 kali dalam seminggu ya, Ma.

4. Konsumsi buah nanas

KamranAydinov

Selain segar dan rendah kalori, buah nanas juga dapat mengatasi batuk berdahak.

Buah nanas mengandung vitamin C yang baik bagi tubuh untuk melawan penyakit dan memiliki senyawa bromelain yang berfungsi untuk mengatasi peradangan dan mengencerkan dahak pada tenggorokan.

Ekstrak dari buah nanas tersebut dapat mengurangi dahak lima kali lebih cepat daripada obat batuk yang dijual bebas.

Si Kecil bisa memakan buah nanas secara langsung atau dijadikan sebagai jus nanas.

Berikan kepada si Kecil secara teratur hingga batuk mereda ya, Ma.

5. Konsumsi madu

Pexels/valeriya

Madu dipercaya sangat ampuh untuk mempercepat proses penyembuhan batuk karena mengandung antioksidan dan antimikroba.

Menurut National Institutes of Health, mengonsumsi madu dapat meredakan batuk dan mengatasi kesulitan tidur pada anak-anak akibat infeksi saluran pernapasan yang dialami.

Keefektifan madu untuk mengurangi batu sebanyak 44% dibandingkan dengan obat-obat yang dijual bebas dipasaran.

Mama hanya perlu memberikan si Kecil madu 1 sendok makan atau mencampurkan dua sendok teh madu dengan air hangat. Namun, madu tidak boleh dikonsumsi oleh bayi berusia 12 bulan ke bawah ya, Ma.

6. Menghirup uap air

Freepik/valeria_aksakova

Menghirup uap akan membantu si Kecil untuk bernapas dengan lebih mudah, melegakan tenggorokan, dan mengencerkan lendir.

Caranya, nyalakan pancuran air panas di kamar mandi, lalu tutup pintu kamar mandi beberapa menit hingga kamar mandi dipenuhi uap. Kemudian, Mama dan si Kecil bisa berdiam diri kamar mandi selama kurang lebih 20 menit.

Apabila tidak memiliki pancuran air panas, Mama bisa isi mangkuk besar dengan air panas, lalu dekatkan wajah di atas mangkuk. Hirup uap tersebut selama lima menit.

Dengan demikian, si Kecil akan kembali bernapas secara normal.

7. Minum air putih yang banyak

Pexels/catscoming

Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi batuk berdahak dan sangat mudah dilakukan adalah memperbanyak minum air putih, terlebih air putih hangat.

Air sangat berguna untuk melarutkan dahak sehingga tidak menyumbat tenggorokan dan saluran nafas, dapat membantu melegakan sekaligus meredakan rasa gatal di tenggorokan, dan mengencerkan lendir yang mengental.

Mama cukup memberikan si Kecil 6 hingga 8 gelas per hari saja.

8. Pilih obat yang mengandung ekspektoran

Freepik/Racool_studio

Untuk menghilangkan dahak, Mama harus pilih obat yang mengandung ekspektoran.

Obat batuk berdahak ekspektoran mengandung bahan aktif, seperti bromhexine, guaifenesin, dan ipecacuanha yang mampu secara efektif mengencerkan lendir atau dahak, sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan.

Obat ekspektoran tersebut tidak menyebabkan kantuk dan dapat dibeli tanpa resep dari dokter.

Selain itu, Mama juga bisa memilih obat antibiotik yang hanya digunakan untuk mengatasi batuk berdahak yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, obat antibiotik hanya bisa didapatkan jika menggunakan resep dokter.

Nah, itulah cara mengatasi batuk berdahak yang bisa Mama lakukan di rumah untuk si Kecil. Lakukan hal tersebut secara rutin hingga batuk berdahak mereda. Konsumsi makanan yang bernutrisi dapat membantu si Kecil melawan infeksi virus penyebab batuk.

Apabila batuk berdahak semakin parah dan lendir yang keluar bercampur darah, Mama harus segera periksakan ke dokter ya. Konsumsi obat pun sebaiknya sudah dikonsultasikan pada dokter spesialis anak terlebih dahulu ya, Ma. Semoga bermanfaat!

Baca juga :

The Latest