TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Permainan Seru Untuk Menstimulasi Perkembangan Anak

Semua permainan mudah dan murah, bisa dicoba semua orang

Freepik

Pekerjaan anak adalah bermain. Dengan bermain, anak akan mengasah kemampuan motorik, kognitif, konsentrasi dan lainnya. Semua hal tersebut baik untuk tumbuh kembang anak. 

Namun, terkadang mungkin Mama bingung, dari sekian banyak permainan, kira-kira permainan apa yang bisa membantu memaksimalkan tumbuh kembang anak? 

Berikut ini, Popmama.com telah merangkum beberapa permainan yang dapat Mama lakukan dengan si Kecil guna menstimulasi tumbuh kembangnya. Simak yuk, Ma!

1. Memory game

Shopee/adelucki

Memory game merupakan permainan yang dapat melatih daya ingat anak. Kini, memory game dapat mudah dijumpai, salah satunya dalam aplikasi permainan di gadget. Namun, alangkah baiknya memory game dalam gadget tidak diberikan kepada anak. 

Mama dan Papa dapat bermainan memory game menggunakan peralatan bermainan dalam bentuk fisik (benda asli). Sebab, memory game dalam bentuk fisik dapat membantu melatih koordinasi anak. Contohnya, membuka dan menutup kertas permainan. 

Untuk mendapatkan memory game dalam bentuk fisik, Mama dan Papa dapat membelinya di toko mainan atau e-commerce. Selain itu, Mama dan Papa juga dapat membuat memory game ini sendiri lho! 

Berikur ini langkah-langkah membuat memory game untuk bermain anak:

  • Sediakan satu lembar karton putih dan kardus, lalu potong menjadi persegi dengan ukuran 10x10 cm. 
  • Kemudian buat gambar pada kertas karton putih bersama anak, lalu warnai. Masing-masing gambar dibuat menjadi dua. Mama dan anak dapat menggambar buah, hewan, atau benda.
  • Selanjutnya, tempelkan potongan kertas pada karton.
  • Memory game siap dimainkan. 

2. Follow the beat 

Freepik

Minta anak-anak untuk mengikuti beat yang Mama buat. Contoh permainan yang dapat dilakukan yakni tepuk tangan. 

Misalnya Mama melakukan tepukan kesatu dan kedua dengan lambat. Kemudian ketiga, keempat dan kelima lebih cepat. 

"Prok...prok, prokprokprok"

Jika anak sudah berhasil mengikuti beat yang Mama buat, Mama dapat meningkatkan kesulitan ketukan tepuk tangan dengan membuat ketukan yang lebih bervariasi. 

3. Simon says

Youtube.com/Patty Shukla Kids TV - Children's songs

Simon says, apa kata simon. Permainan Simon says ini dapat melatih motorik dan konsentrasi anak. 

Dalam permainan ini Mama berperan sebagai Simon dan anak mengikuti perkataan Simon. 

Contoh: 

"Simon berkata, pegang hidung" 

Anak memegang hidung

"Simon berkata, pegang mata" 

Anak memegang mata 

"Simon berkata, angkat tangan kanan" 

Anak mengangkat tangan 

4. Follow the conductor

Youtube.com/ kidsmusicshop1

Dalam sebuah orkestra, ada seorang konduktor yang memegang kendali untuk memastikan para musisi memainkan musik sesuai dengan yang dimaksud oleh komposer. Hal ini bisa Mama jadikan permainan di rumah. 

Mama dapat melakukan bersama anak dengan menggunakan lagu "Kalau Kau Suka Hati". 

Kalau kau suka hati tepuk tangan
Kalau kau suka hati tepuk tangan

(Anak harus bertepuk tangan) 

Kalau kau suka hati injak bumi
Kalau kau suka hati injak bumi

(Anak harus injak bumi (hentakkan kaki)) 

Permainan ini dalam mengasah konsentrasi dan fokus anak. 

Dalam permainan follow the conductor ini, Mama dan anak juga bisa melakukan layaknya orkestra sungguhan. 

Misalnya, Mama memiliki keyboard di rumah, Mama dapat menginstruksikan anak, "Tekan tuts pertama, tekan tuts kedua." 

Setelah anak mencoba mengikuti konduktor, Mama dapat bertukar posisi dengan anak (anak menjadi konduktor dan Mama yang mengikuti). Hal tersebut supaya suasana bermain tidak membosankan dan anak tidak berpikir bahwa dirinya saja yang harus mengikuti. Selain itu, jika anak mencoba menjadi konduktur, maka saat itu iya sedang belajar menjadi pemimpin. 

5. Meronce

Freepik/aaalll3110

Meronce adalah kegiatan memasukkan benda-benda dengan berbagai bentuk bisa dengan manik-manik, sedotan, maupun benda-benda dari bahan alam ke dalam seutas benang atau tali. 

Biasanya, manik-manik akan dibuat menjadi gelang atau kalung, sedotan akan dibuat menjadi hiasan dinding atau jendela, dan lain sebagainya.

Kegiatan meronce ini berguna untuk melatih kekuatan otot-otot jari tangan, khususnya jari telunjuk dan ibu jari. Sebab, kedua jari tersebut bergerak aktif saat melakukan kegiatan meronce. 

6. Melipat kertas

Freepik/Kryazhevaalena

Permainan melipat kertas dapat menggunakan kertas apapun yang ada di rumah. Namun, agar lebih menarik Mama bisa mengajak anak bermain melipat kertas menggunakan origami yang memiliki beragam warna. 

Permainan melipat kertas ini dapat melatih konsentrasi anak. Selain itu, permainan ini dapat melatih koordinasi antara otak, tangan, dan mata. 

Untuk bentuk yang dibuat, Mama dapat melihat referensi dari internet atau YouTube. Buatlah bentuk paling sederhana terlebih dahulu supaya anak dapat mengikuti. 

7. Lego 

Freepik/Fwstudio

Bermain lego dapat memberi ruang untuk anak bebas bereksplorasi. Anak akan menyusun lego menjadi suatu bentuk sesuai dengan keinginan dan imajinasinya. Hal tersebut berarti lego dapat membantu menstimulasi ide kreatifnya. 

Selain itu, lego pun mampu melatih konsentrasi serta koordinasi. Tak hanya itu, lego pun dapat menjadi momen mengenalkan warna kepada si Kecil. 

Itulah 7 permainan yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Semua permainan tersebut dapat dilakukan di rumah sehingga sangat cocok untuk mengisi waktu liburan anak di situasi pandemi saat ini. 

Baca juga:

The Latest