TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengenal Ciri-Ciri Anak Autis Ringan dan Cara Penanganannya

Autisme ringan pada anak seringkali tidak terdeteksi, karena gejalanya dapat tersembunyi

Freepik/Freepik

Autisme ringan adalah kondisi yang seringkali menimbulkan pertanyaan dan ketertarikan bagi banyak orang. Dalam dunia perkembangan anak, mengenali ciri-ciri anak autis ringan menjadi penting untuk dapat memberikan perhatian dan dukungan yang tepat.

Autisme ringan adalah istilah tidak resmi yang biasa digunakan untuk merujuk pada diagnosis gangguan spektrum autisme tingkat 1.

Autisme ringan seringkali tidak terdeteksi, karena gejalanya dapat tersembunyi. Sehingga sering diabaikan sejak anak usia dini. Akibatnya, anak dengan kondisi tersebut cenderung didiagnosis pada usia yang lebih tua, mungkin di masa dewasa.

Agar Mama dapat memahami seperti apa ciri-ciri anak autis ringan, berikut Popmama.com telah merangkum informasinya di bawah ini!

1. Apa itu autisme ringan?

Freepik

Istilah "autisme ringan" bisa membingungkan, karena belum semua orangtua memahami bahwa autisme adalah kelainan spektrum dengan gejala mulai dari yang paling ringan hingga yang paling parah.

Anak dengan gejala autisme ringan, autisme berat, atau yang berada di antaranya semuanya didiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).

Selanjutnya diklasifikasikan mereka didiagnosis berdasarkan level. Ada tiga level yang masing-masing ditentukan oleh jumlah penanganan yang mungkin dibutuhkan.

Dilansir dari verywellhealth, autisme tingkat 1 menggambarkan seseorang yang paling tidak membutuhkan penanganan untuk menjalani aktivitas di kehidupan sehari-hari. Inilah yang oleh sebagian orang disebut autisme ringan.

Secara umum, anak dengan autisme ringan memiliki kemampuan akademis yang baik. Namun memiliki tantangan dengan komunikasi sosial, menolak perubahan dalam rutinitas, dan dapat menjadi sangat sensitif terhadap kebisingan, bau, sentuhan, dan pengalaman sensorik lainnya.

2. Ciri-ciri anak autis ringan

Freepik/Racool_studio

Anak-anak dengan autisme ringan dapat memiliki banyak perilaku yang khas. Ketika gejala benar-benar muncul, gejalanya bisa ringan dan mudah diabaikan, atau dianggap sebagai perbedaan sederhana dalam kepribadian atau temperamen.

Perlu diingat bahwa anak-anak dan orang dewasa dapat menunjukkan tanda yang berbeda. Berikut adalah beberapa ciri-ciri anak autis ringan yang perlu diperhatikan:

  • Tidak melakukan kontak mata: Anak-anak dengan autisme ringan mungkin tampak sangat pemalu dan memalingkan muka dari orang-orang ketika berbicara atau diajak bicara, baik sering maupun secara konsisten.
  • Terlihat sering melamun: Mereka kadang-kadang tampak "di dunia mereka sendiri" dan mungkin tidak mendengar orang yang berbicara kepada mereka.
  • Konsisten pada rutinitas: Cara tertentu dalam melakukan sesuatu seringkali menimbulkan perasaan aman. Setiap perubahan pada rutinitas ini dapat menyebabkan anak bereaksi secara emosional.
  • Adaptasi yang buruk terhadap perubahan: Tugas sekolah atau tugas yang sesuai usia mungkin tidak bermasalah, tetapi seorang anak mungkin mengalami kesulitan mengubah aktivitas atau mencoba cara baru dalam melakukan sesuatu.
  • Kesulitan melihat perspektif orang lain: Mungkin sulit bagi anak dengan autis ringan untuk memahami apa yang dipikirkan atau dirasakan orang lain.
  • Tantangan menyesuaikan diri dengan situasi sosial yang berbeda: Anak dengan autis ringan mungkin menjadi kesal dalam situasi sosial baru dan tidak memahami "aturan" dan ekspektasi sosial.
  • Kesulitan mengembangkan dan mempertahankan hubungan: Anak sering bergumul dengan permainan imajinatif, berteman, atau berbagi minat.
  • Mengulangi tindakan, aktivitas, gerakan, atau kata yang sama: Anak dapat menyusun objek atau melakukan aktivitas lain berulang kali, meskipun tidak ada alasan yang jelas untuk melakukannya.
  • Rentang minat terbatas, tetapi pengetahuan mendalam: Seorang anak dengan autis ringan mungkin hanya peduli pada beberapa hal, tetapi mereka akan mempelajari segalanya yang perlu diketahui tentang mereka.
  • Sangat sensitif atau acuh tak acuh terhadap sensasi: Anak bisa sangat sensitif (hiperreaktif) terhadap rasa bahan di kulitnya, tidak tahan dengan suara keras, atau memiliki reaksi kuat terhadap pengalaman sensorik lainnya. Namun bahkan ada juga yang tidak memerhatikan perubahan sensasi (hiporeaktif), seperti panas atau dingin yang ekstrim.

Beberapa gejala ini mungkin lebih jelas daripada yang lain. Penting juga untuk mempertimbangkan bahwa gejala dapat dipengaruhi oleh lokasi anak berada (misalnya, di rumah atau sekolah), serta siapa yang bersama mereka (misalnya, teman dan keluarga atau orang asing).

Gejala autisme mungkin menjadi lebih jelas seiring bertambahnya usia anak. Meski ini tidak selalu terjadi, misalnya, seorang praremaja autis mungkin tidak dapat mengikuti pergaulan sosial dengan teman sebayanya.

3. Cara mendiagnosis autisme ringan pada anak

Freepik/gpointstudio

Dokter anak, staf sekolah, dan orangtua mungkin melihat tanda-tanda autisme pada anak yang mendorong evaluasi.

Jika Mama atau guru menyadari adanya ciri-ciri di atas pada anak, pastikan untuk segera berkonsultasi pada dokter spesialis ASD seperti psikolog anak, psikiater anak, ahli saraf anak, atau dokter anak perkembangan.

Saat berkonsultasi, spesialis akan memeriksa riwayat medis dan perkembangan anak. Mulai dari kecerdasan, pola perilaku, dan keterampilan sosial dan komunikasi anak akan diuji.

Tes yang digunakan untuk membantu mendiagnosis autisme ringan dapat meliputi:

  • Tes IQ
  • Wawancara Diagnostik Autisme atau Autism Diagnostic Interview (ADI)
  • Jadwal Pengamatan Diagnosis Autisme atau Autism Diagnosis Observation Schedule (ADOS)
     

4. Penanganan atau dukungan yang diperlukan oleh anak dengan autis ringan

Freepik/Fwstudio

Meski kondisi autis ringan tidak mengganggu aktivitas anak sehari-hari, kondisi ini juga perlu penanganan khusus agar anak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, baik itu di rumah atau pun di sekolah.

Baik itu orangtua, wali, atau pengasuh lainnya dapat bekerja dengan tim profesional untuk memastikan anak mendapatkan penanganan atau dukungan yang diperlukan, misalnya seperti:

  • Pelatihan keterampilan sosial
  • Konseling kesehatan jiwa
  • Diet khusus
  • Terapi untuk membantu membangun keterampilan motorik

Dari penanganan di atas, anak dapat lebih mampu mengatasi atau mengurangi gejala autis ringan. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan anak:

  • Membangun pengendalian diri
  • Mengontrol emosi
  • Menjadi fleksibel
  • Mengembangkan keterampilan komunikasi dua arah
  • Memahami komunikasi nonverbal
  • Mengurangi kecemasan

Berapa banyak penanganan yang dibutuhkan seorang anak dengan autisme ringan bergantung pada banyak faktor dan bervariasi dari satu anak ke anak lainnya, meskipun mereka memiliki diagnosis level-1 yang sama.

5. Terapi yang membantu mengurangi autisme ringan pada anak

Freepik

Beberapa terapi yang dapat membantu mengurangi ciri-ciri autisme ringan, meliputi:

  • Terapi perilaku: Jenis terapi ini menggunakan hadiah untuk mengajarkan perilaku yang diharapkan atau disukai anak autis.
  • Terapi bermain atau perkembangan: Terapi ini menggunakan aktivitas berbasis bermain untuk membangun keterampilan emosional dan komunikasi anak autis.
  • Terapi wicara: Terapi wicara untuk anak autis ringan biasanya difokuskan pada keterampilan berbicara dan belajar memahami bahasa tubuh.
  • Terapi okupasi: Terapi okupasi sering membantu untuk tantangan sensorik yang dihadapi banyak anak autis.
  • Terapi fisik: Banyak anak autis memiliki tonus otot yang rendah dan berjuang dengan aktivitas fisik.
  • Perawatan kondisi khusus: Anak autis juga perlu dirawat untuk kondisi kesehatan fisik atau mental lainnya yang mereka miliki. Misalnya, kejang, gangguan pencernaan, gangguan tidur, kecemasan, dan gangguan obsesif-kompulsif umumnya terjadi bersamaan dengan autisme.

Nah itulah ciri-ciri anak autis ringan yang perlu diketahui. Penting bagi kita semua untuk memahami ciri-ciri anak autis ringan guna memberikan perhatian dan dukungan yang sesuai.

Dengan pengetahuan yang tepat, Mama dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung perkembangan anak sehingga mampu menciptakan dunia yang lebih ramah bagi anak-anak dengan autisme.

Baca juga:

The Latest