TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Cara Mengatasi Anak yang Tantrum di Depan Umum

Mama harus tetap sabar ya saat mengendalikan emosi Si Kecil

alwaysbusymama.com

Saat mengajak si Kecil jalan-jalan di luar tiba-tiba ia menginginkan sesuatu yang sulit dipenuhi oleh Mama.

Alhasil ia mengamuk, menangis, meronta-ronta di depan umum. Aduh, ini menjadi permasalahan yang cukup sulit diatasi apalagi kalau Mama saat itu hanya sendirian.

Calm down, Moma! Di dunia ini, bukan hanya Mama yang mengalami permasalahan ini.

Ada banyak Mama diluar sana yang sudah berpengalaman ketika melihat anaknya mengamuk di area umum seperti di mal, taman bermain, dan tempat umum lainnya.

Bagi Mama yang baru mengalami permasalahan ini, sebaiknya jangan langsung memarahinya di depan umum ya, Mama dapat menyimak cara mengatasi anak yang tantrum di depan umum berikut ini.

Kenali tantrum pada anak

Sebelum mengatasi permasalahan ini, Mama sebaiknya mengenal terlebih dahulu apa yang menyebabkan tantrum pada balita.

Dilansir dalam healthofchildren.com, tantrum merupakan sebuah kemarahan dan frustrasi yang ekstrem yang ditandai dengan tangisan, teriakan, dan gerakan tubuh yang penuh kekerasan, termasuk melempar benda, jatuh ke lantai, dan memukul kepala, tangan, dan kaki dirinya sendiri bahkan sampai melukai orang lain.

Tantrum juga disebut sebagai sebuah pengungkapan amarah yang dapat terjadi pada usia 15 bulan, namun paling sering terjadi pada usia dua dan empat tahun.

Dalam mengungkapkan kemarahan, anak-anak berbeda caranya, ada yang marah-marah, menangis keras, namun ada juga yang hanya terdiam tak mau menjawab pertanyaan Mama.

Biasanya tantrum terjadi saat ia tak mendapatkan perhatian dari orangtua atau pengasuhnya yang lain, atau ini menjadi usaha mereka untuk memanipulasi situasi tertentu.

Jadi, tantrum akan muncul tergantung mood yang dimilikinya.

Sekarang, Mama bisa mencari trik bagaimana cara untuk mengatasi tantrum, terutama saat kita sedang berada di depan umum;

1. Jangan mencoba menenangkannya

smartparents.sg

Selama ia terlihat aman, Mama sebaiknya jangan mencoba menenangkannya.

Namun, jika anak mulai memukul, menendang, menggigit, atau melempar benda, Mama baru coba menghentikannya dengan menggendongnya dan membawanya jauh dari tempat umum.

Saat bertemu dengan tempat duduk di area yang lumayan sepi dari banyak orang, cobalah menjelaskan bahwa tidak boleh berteriak-teriak di depan umum.

Kenalkan dengan rasa malu dengan memberitahu kalau ia menangis akan banyak oraang yang melihatnya.

Jika ingin marah sama Mama, tahanlah sampai bertemu tempat yang sepi.

Semakin sering Mama memberitahunya, memungkinkan ia semakin paham dengan penjelasan Mama.

2. Semakin si Kecil berteriak, semakin pelan Mama memberitahunya

parenting.com

Tidak sedikit orangtua yang kesal mendengar si Kecil merengek, berteriak, dan terus menangis di depan umum, justru memarahinya dengan suara yang lebih keras dari suara si Kecil.

Jika Mama malah ikut berteriak marah, Mama akan dua kali lipat menjadi pusat perhatian banyak orang.

Tersenyumlah ketika si Kecil mulai mengamuk di depan umum. Mama perlu tenang ketika menghadapi si Kecil tantrum.

Jika si Kecil mengamuk karena Mama melarangnya jajan es krim, Mama dapat menawarinya pilihan lain seperti membelikannya mainan atau makanan lain yang lebih bergizi namun ia juga sukai.

Berikan penjelasan yang logis bahwa es krim kurang baik jika terus ia konsumsi.

Begitu si Kecil mengikuti dan mengambil pilihan itu, pujilah dia.

Bagaimanapun, itu adalah perilaku positif yang patut Mama hargai.

3. Tetapkan harapan lebih awal

metro.co.uk

Dilansir dalam sheknows.com, sebelum pergi ke luar rumah seperti ke supermarket, misalnya.

Mama harus menetapkan harapan lebih awal, seperti mendiskusikan kalau mau ikut Mama ke supermarket, Si Kecil nggak boleh minta mainan. Mama mau folus belanja sayur, susu, dan roti.

Mintalah Si Kecil mengulangi informasi itu kembali kepada Mama, dan terus diskusikan. "Kita nggak akan membeli mainan, jadi aku nggak akan menjerit atau menangis di supermarket, aku janji sama Mama.”

Banyak pengulangan akan membantu Mama menghindari amukan si Kecil di depan umum, karena si Kecil akan terus ingat janjinya tersebut.

4. Jangan menyerah

babyology.com.au

Sheknows.com juga mengungkapkan, jika Si Kecil terus merengek di depan umum.

Mama jangan menyerah dan mengatakan ikut berteriak “Jangan berisik!” pada si Kecil.

Mama dapat memberikan dia mainan atau handphone Mama.

Pasang video animasi yang semoga membuatnya berhenti merengek dan kembali tertawa.

Disarankan, jangan memberikan apa yang ia mau saat ia sedang merengek ya Ma.

Tandanya, Mama sudah menyerah menghadapi si Kecil.

Jika terus menerus menghendaki apa yang diinginkan si Kecil, ini justru bahaya dan jadi sebuah kebiasaan baginya ketika menginginkan sesuatu, dengan merengek pasti dikabulkan.

Lakukan apa yang perlu Mama lakukan, bawa anak Mama ke mobil atau kembali ke rumah, dan biarkan dia tahu betapa kecewanya Mama dengan mendiamkannya seharian.

5. Berikan pelukkan

iaspaper.net

Saat melihat si Kecil terus tantrum di depan umum, hal yang perlu Mama lakukan adalah berikan ia pelukan hangat Mama.

Dilansir dari parents.com, cara untuk membantunya tenang saat si Kecil sedang merengek, bicaralah dengan lembut dan berikan pelukan Mama.

Jangan katakan sepatah kata pun saat memeluknya.

“Pelukan membuat anak-anak merasa aman dan biarkan mereka tahu bahwa kamu peduli dengan mereka, bahkan jika kamu tidak setuju dengan tingkah lakunya, " ungkap Cartwright Holecko, dari Neenah, Wisconsin.

Ia menambahkan bahwa kadang-kadang ia berpikir anak-anak hanya membutuhkan tempat yang aman untuk mengeluarkan emosinya.

6. Mintalah bantuan orang lain

fatherly.com

Saat melihat si Kecil tantrum di muka umum dan sulit sekali untuk dikendalikan, Mama dapat meminta bantuan orang lain.

Misalnya, saat ada orang di dekatnya cobalah minta pendapat dia tentang es krim yang ingin ia beli dengan bertanya. “Tante, lihat deh, ade mau es krim, kan nggak baik ya tante buat kesehatannya, soalnya si ade udah makan es krim dua kali minggu ini.”

Saat melihat orang lain yang sama sekali tidak ia kenal, si Kecil mungkin akan merasa bingung apalagi kalau orang itu juga melontarkan sebuah pendapat di depannya.

Dengan cara ini, mungkin saja dia malah mengalihkan perhatian pada orang yang mengajaknya berbicara dan lupa dengan keinginannya.

7. Mintalah bantuan dari ahlinya

rd.com

Sangat khawatir ketika si Kecil terus menerus tantrum di depan umum ataupun di rumah.

Ketika ia terus merengek, melempar barang, dan berteriak saat sedang marah, membuat Mama pastinya merasa lelah juga menghadapinya.

Jika Mama khawatir dengan segala amukan anak Mama yang sudah berlebihan lebih dari sekedar kelelahan, kelaparan, atau meminta sesuatu, bicarakan hal ini dengan dokter anak atau ahli psikologis anak untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Mintalah jalan keluar, agar amukan yang terjadi sejak dini ini tidak berlanjut hingga ia dewasa.

The Latest