TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Eksklusif: Perbedaan Mengasuh Anak Laki-Laki dan Perempuan yang Dirasakan Wandha Dwiutari

Dikaruniai sepasang anak laki-laki dan perempuan, tentu cara merawat yang diterapkan Wandha pun berbeda

Popmama.com/Michael Andrew

Menurut pendapat beberapa ahli, jenis kelamin dapat memengaruhi perilaku serta pola pikir antara anak perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu, cara mengasuh anak perempuan dan laki-laki pun sangatlah berbeda.

Hal serupa juga dirasakan oleh Wandha Dwiutari yang terpilih sebagai Millennial Mama of the Month edisi September 2022. Perempuan yang berprofesi sebagai news anchor ini dikaruniai anak pertama berjenis kelamin laki-laki dan anak kedua berjenis kelamin perempuan.

Mereka adalah Dilan Adnariz Wurjanto (5) dan Adelea Rizhan Wurjanto (18 bulan). Demi memahami perbedaan tersebut, Wandha harus menyesuaikan gaya mengasuh antara Dilan dan Adel.

Lantas, apa saja ya perbedaan mengasuh anak laki-laki dan perempuan yang dirasakan Wandha Dwiutari? Untuk menjawab rasa penasaran mama, berikut Popmama.com telah rangkum informasi selengkapnya.

1. Punya jarak usia anak pertama dan kedua terbilang ideal, Wandha akui tidak merencanakannya

Popmama.com/Michael Andrew Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Melansir dari laman Healthline, beberapa penelitian menunjukkan jarak usia ideal anak pertama dan kedua adalah 3-4 tahun.

Wandha menjadi salah satu publik figur tanah air yang mempunyai anak pertama dan kedua berjarak 3,5 tahun.

Terbilang usia ideal, rupanya news anchor kelahiran 1992 ini tidak merencanakan hal tersebut bersama suami.

“Jujur itu nggak terencana, tapi dari jaman ada Masdil memang aku dan suami maunya jarak anak pertama dan kedua itu 4 tahun. Aku nggak KB, tapi aku berupaya, se-dikasihnya aja sama Tuhan,” kata Wandha Dwiutari dalam wawancara eksklusif bersama Popmama.com.

Jauh sebelum kehadiran Adel, rupanya Wandha sudah pernah hamil dengan jarak usia 2 tahun dari anak pertamanya. Namun Tuhan berkata lain, lantaran Wandha dinyatakan keguguran.

Meski merasa sedih, Wandha mengambil hikmahnya mungkin memang dirinya belum siap merawat anggota baru dalam keluarga kecilnya.

Berselang 3,5 tahun usai kelahiran Dilan, Wandha kembali dikaruniai seorang anak yang akrab disapa Adel. Kehadiran Adel berhasil memberi kebahagiaan sekaligus warna baru dalam kehidupan rumah tangga Wandha dan suaminya, Haidhar Wurjanto.

“Sebelum Masdil itu aku sempat hamil, jaraknya 2 tahun, tapi keguguran. Setelah itu, kapan pun dikasih aku siap. Pas 3,5 tahun itu alhamdulillah dikasih lagi sama Allah, makanya lahir lah Adel,” ungkap Wandha.

2. Keuntungan yang dirasakan Wandha Dwiutari memiliki anak dengan jarak umur ideal

Popmama.com/Michael Andrew Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Dikaruniai anak pertama dan kedua dengan jarak usia ideal tentu memiliki kelebihannya tersendiri. Wandha akui anak pertamanya, Dilan, jauh lebih mengerti dan bisa diajak komunikasi ketika akan mempunyai adik.

Bahkan, Dilan sudah bisa menyayangi adik kecilnya ketika masih berada di dalam kandungan. Ketika Wandha mengandung Adel, Dilan tidak hanya memberikan kasih sayangnya kepada sang Mama saja, tetapi juga pada adik kecilnya yang belum lahir.

“Aku ngerasain banget keuntungannya anak pertama jauh lebih ngerti, sudah bisa diajak komunikasi, dia sudah bisa paham adek itu apa. Lalu, cara menyayanginya, empatinya, sudah kebentuk banget. Jadi pas aku hamil, dia juga menyayangi Adel yang masih ada di perut,” ujar Wandha.

Maka tak heran ketika Adel lahir, Dilan menyambutnya dengan perasaan bahagia. Beberapa menit setelah Adel dilahirkan, hal pertama yang ditanyakan Dilan bukan lah dirinya, melainkan adik kecilnya.

“Rasa sayangnya Masdil itu kerasa banget, padahal kata itu dia baru umur 3,5 tahun. Makanya pas Adel lahir, yang dicari itu bukan bundanya, tapi adeknya,” tambahnya.

Cara bonding yang dilakukan Dilan kepada adiknya saat masih berada di kandungan pun terbilang sederhana, Ma. Mulai dari mencium perut Wandha, mengelusnya, hingga mengajaknya bicara.

“Komunikasi kepada anak itu penting. Walaupun kelihatannya nggak ngerti, tapi dari jaman di perut sudah dikasih tau kalau ini adik kamu,” lanjutnya.

3. Perbedaan yang Wandha Dwiutari rasakan dalam merawat anak laki-laki dan perempuan di waktu bersamaan

Popmama.com/Michael Andrew Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Merawat anak bukan lah perkara mudah. Ada saja tantangan atau hambatan yang dilewati kita sebagai orangtua. Wandha pun akui cara mengasuh anak laki-laki dan perempuan yang dilaluinya pun berbeda.

Mulai dari segi sikap hingga pola makan pun harus menyesuaikan dengan kemauan sang Anak agar pertumbuhannya optimal. Contohnya dari segi menyusui dan makan, anak laki-lakinya dianggap lebih banyak dan tidak pilih-pilih makan

Berbanding terbaik dengan putri kecilnya yang terbilang sedikit dalam urusan ASI serta picky untuk menyantap makanan. Sedangkan dari segi sikap, Wandha mengakui jika anak laki-laki jauh lebih tinggi empatinya.

“Dari segi sikap, kalau perempuan agak drama, padahal cuma diapain tapi nangisnya heboh. Kalau laki-laki lebih dewasa, mungkin karena Masdil merasa kakak ya, jadi dia lebih bisa ngalah, kelihatan empatinya dia ada banget,” tutur Wandha.

Menurutnya, Dilan mempunyai empati, rasa tanggung jawab, serta peduli yang tinggi. Di sisi lain, Adel perlahan juga memperlihatkan sisi empatinya karena mencontohkannya dari sang Kakak.

“Adel walaupun masih kecil juga sudah mulai kelihatan empatinya. Kayak Masdil mau sekolah, kadang Adel yang bawain sepatunya,” ucap Wandha.

4. Komunikasi menjadi kunci untuk mengajarkan Dilan agar dapat menghargai dan membimbing adik perempuannya

Popmama.com/Michael Andrew Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Wandha menyebut jika komunikasi merupakan hal penting untuk mengajarkan Dilan agar bisa menghargai dan membimbing adik perempuannya. Tanpa adanya komunikasi, anak tidak akan tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Meski terkadang anaknya tidak merespons, namun Wandha sadar jika sang Anak diam-diam memproses apa yang dikatakannya. Selain itu, bercerita ke anak juga harus serealistis mungkin, tanpa melebih-lebihkannya.

“Caranya itu komunikasi, karena anak sepiter itu. Apalagi dia di masa ingin tahu, jadi banyak nanya. Kalau cerita sama anak harus se-relevan mungkin, se-nyata mungkin. Jadi gimana caranya ngebentuk dia biar sayang sama adik ya jelasin harus apa, cerita yang realitis, nggak ada yang dilebih-lebihkan,” jelas Wandha.

5. Peran suami Wandha Dwiutari dalam proses tumbuh kembang kedua anak mereka

Popmama.com/Michael Andrew Sesi photoshoot dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan

Merawat anak bukan lah peran seorang Mama saja. Sosok Papa juga berperan penting untuk pembentukan karakter anak yang masih dalam proses tumbuh kembang.

Meski sibuk dengan urusan pekerjaan, namun Haidhar Wurjanto selaku suami dari Wandha punya caranya tersendiri untuk ikut terlibat mengasuh putra dan putrinya.

Ketika sedang punya waktu luang, Haidhar akan mengajak Dilan bermain game bersama. Dari situ, Wandha menyadari jika kegiatan yang dilakukan keduanya menjadi momen bonding antara Papa dan anak.

“Anak di umur segini kan dunianya hanya main dan main, kalau suami aku itu caranya bonding pas lagi ada waktu luang, bakal ngajakin ngegame. Suami aku kan suka game ya, diajarin lah ke anaknya, aku ngeliatnya jadi bonding banget bapak sama anaknya,” kata Wandha.

Beberapa waktu lalu ketika momen lebaran, peran Wandha yang biasanya merawat anak otomatis digantikan oleh Haidhar. Adel yang awalnya tidak terlalu dekat dengan sang Papa, berubah menjadi sangat dekat usai dirawat selama kurang lebih 2 hari.

“Pas lebaran aku kerja. Akhirnya bapaknya turun tangan, walaupun cuma setahun sekali, tapi itu berkesan. Dulu mungkin bapaknya sibuk ya jadi nggak bisa ngurus Adel, tapi karena dari lebaran itu, Adel jadi mau sama bapaknya. Padahal cuma dua hari, jadi sesimpel yang ngurusin makan, mandi, itu jadi momen bonding,” jelasnya.

Wah, salut banget sama Mama Wandha yang bisa mengimbangi cara merawat anak laki-laki dan perempuan di waktu bersamaan. Semoga kisah yang dibagikannya ini bisa menjadi inspirasi para orangtua di luar sana, ya. 

Millennial Mama of the Month Edisi September 2022: Wandha Dwiutari

Editor in Chief - Sandra Ratnasari 
Senior Editor - Novy Agrina 
Editor - Onic Metheany 
Reporter - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana 
Social Media - Irma Ediarti 
Design - Aristika Medinasari 
Photographer - Michael Andrew P.
Videographer - Iqbal Pratama, Krisnaji Iswandi
Stylist - Onic Metheany, Putri Syifa Nurfadilah,
Makeup Artist & Hair Do - Kay Mori
Wandha’s outfit - Uniqlo x MARNI Collection
Dilan’s outfit - KYDS
Adel’s outfit - Mothercare
Location - IDN Picture

Baca juga:

The Latest