TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kemenkes Impor Obat Gagal Ginjal Akut Rp 16 Juta dari Singapura

Obat penawar gagal ginjal akut dapat diperoleh pasien secara gratis

Freepik/Jcomp

Kementerian Kesehatan berencana mendistribusikan obat penawar gangguan ginjal akut seharga Rp 16 juta bernama Fomepizole. Pendistribusian akan dilakukan kepada sejumlah rumah sakit di Indonesia.

Kemenkes mengatakan bahwa obat yang diimpor dari Singapura itu akan difokuskan kepada rumah sakit yang memiliki pasien gangguan ginjal akut misterius.

Berikut Popmama.com telah rangkum beberapa fakta seputar Kemenkes impor obat gagal ginjal akut Rp 16 juta dari Singapura.

1. Obat penawar gangguan ginjal akut seharga Rp 16 juta diimport dari Singapura

Freepik/freepik

Kepastian tentang obat penawar gagal ginjal akut misterius disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril, pada Sabtu (22/10/2022) kemarin. Syahril mengatakan bahwa obat penawar tersebut dibeli langsung dari Singapura.

Kemenkes akan memberikan obat pada pasien yang saat ini mendapat perawatan di rumah sakit. Salah seorang pasien gagal ginjal akut yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangkunkusumo (RSCM) telah memperoleh obat tersebut dan menuturkan bahwa ada perubahan usai mengonsumsinya.

"Ada perubahan setelah mengonsumsi obat, pasien sudah mulai bisa buang air kecil. Keadaannya juga membaik," kata dia.

2. Obat Fomepizole akan didistribusikan secara gratis

Freepik/pressfoto

Kabar baiknya, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa obat Fomepizole yang diberikan kepada pasien akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Dengan begitu, pasien tidak perlu membayar biaya sepeser pun untuk mendapatkan obat.

Menteri Kesehatan Buni Gunadi Sadikin pun menuturkan akan memboyong obat penawar Fomepizole dari Singapura sebanyak 200 vial. Diketahui harga satu vial berkisar sekitar Rp 16 juta. Satu vial bisa digunakan untuk satu orang pasien.

Budi mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Singapura dan Australia terkait impor obat-obatan ini.

"Saya sudah kontak teman saya Menteri Kesehatan Singapura dan Australia. Kita mau bawa 200 dulu, karena satu vial bisa buat satu orang. Ada beberapa kali injeksi tapi bisa cukup satu vial," kata Budi dalam keterangannya.

3. Gagal ginjal akut diduga karena obat sirup yang mengandung Polietilen Glikol

Freepik/freepik

Sejauh ini, tercatat ada 241 pasien mengalami gagal ginjal akut. Dari jumlah yang tertera, ada 133 orang telah dinyatakan meninggalkan dunia.

Berdasarkan dugaan sementara, gagal ginjal akut yang diderita banyak anak-anak Indonesia disebabkan oleh obat sirup yang mengandung Polietelin Glikol.

Kandungan tersebut dapat menimbulkan senyawa berbahaya jika dikonsumsi, seperti Polietilen Glikol (EG) dan Dietlien Glikol (DEG).

Sebenarnya, Polietilen glikol berfungsi sebagai pelarut tambahan. Obat sirup boleh mengandung bahan tersebut asalkan dengan kadar sedikit.

"Jadi obat-obat sirup ini supaya melarutnya bagus dia kasih pelarut tambahan polietelin glikol. Nggak beracun, tapi kalau membuatnya tidak baik ini jadi cemaran nah cemaran ini yang mengandung senyawa berbahaya seperti EG dan DEG," tutur Budi.

Semoga informasinya bisa bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

The Latest