TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dapat Kekerasan Verbal & Fisik? Ini 5 Cara Keluar dari Toxic Marriage

Toxic marriage dapat mengancam kesehatan mental dan fisik dalam hubungan pernikahan

Pexels/Polina Zimmerman

Dalam hubungan suatu pernikahan, pasti ada momentum perselisihan hingga pertengkaran akibat adanya perbedaan di antara satu sama lain. Memang perbedaan pendapat tidak bisa dihindari. 

Sebab, pernikahan menyatukan dua individu yang berbeda. Masing-masing memiliki kepribadian yang berbeda, latar belakang berbeda, kebiasaan berbeda, berasal dari keluarga yang berbeda, dan banyak hal berbeda lainnya. Sehingga, perbedaan ini bisa dikatakan hal yang wajar. 

Namun, perlu diwaspadai apabila perselisihan tersebut membuat satu sama lain saling menyakiti. Hubungan antar pasangan menjadi tidak sehat hingga menimbulkan masalah lain seperti penyerangan fisik maupun timbulnya masalah mental.

Masalah tersebut dikenal dengan ‘toxic marriage’. Kondisi dimana hubungan antar pasangan bukan hanya tidak sehat tapi menjadi sangat mengganggu dan membahayakan, seperti perilaku kekerasan fisik, kekerasan seksual, konsumsi narkoba, perselingkuhan yang berulang, dan tindakan tidak sehat lainnya.

Kondisi pernikahan yang sangat tidak sehat ini pun memunculkan keinginan untuk mengakhiri hubungan pernikahan. Namun, biasanya banyak keraguan atau kebingungan harus bertindak seperti apa.

Berikut ini, Popmama.com telah rangkumkan beberapa cara meninggalkan toxic marriage saat hubungan sudah tidak dapat lagi dipertahankan.

1. Beri tahu seseorang untuk meminta bantuan

Freepik/pressfoto

Jika Mama mengalami kondisi terancam dan membahayakan, segeralah meminta bantuan. Hubungi keluarga atau teman yang bisa membantu.

Ketika mama memberitahukan kondisi yang sedang dialami, hal itu merupakan salah satu cara meninggalkan toxic marriage. Sebab, kondisi seperti ini bukanlah hal yang mudah untuk dilalui sendiri.

2. Konsultasikan kondisi dengan profesional yang bisa ikut membantu

Freepik

Cara meninggalkan toxic marriage berikutnya adalah dengan mengonsultasikan kondisi dengan profesional yang bisa membantu kondisi Mama.

Seseorang yang mengalami toxic marriage menghabiskan banyak tenaga dan emosi. Perlu ada pendampingan orang yang berpengalaman untuk membantu kondisi tersebut.

Bantuan terapis atau psikolog dapat membantu Mama untuk memberikan dukungan dan berpihak kepada Mama. Bahkan jika diperlukan, hubungi pengacara hukum yang bisa memberikan bantuan secara hukum.

3. Bangun jaringan dan siapkan pengaman untuk kehidupan pasca perceraian

Freepik

Jangan hanya memikirkan bagaimana cara meninggalkan toxic marriage. Tetapi, perlu juga mempersiapkan pengaman untuk kehidupan pasca pernikahan nanti. Bangun jaringan yang kelak akan mengamankan kehidupan, seperti membangun sumber pendapatan atau tempat tinggal misalkan. 

Apalagi jika Mama sudah memiliki anak. Tentu membangun jaringan dan menyiapkan pengaman adalah sebuah keharusan.

4. Tetapkan batas waktu kapan Mama akan mulai hidup mandiri

Freepik

Saat Mama sudah berpikir bagaimana cara meninggalkan toxic marriage maka tetapkan juga kapan Mama akan memulai hidup secara mandiri tanpa pasangan.

Perencanaan ini tentu setelah Mama menyusun jaringan dan pengaman apa saja yang harus dipersiapkan. Lalu, tentukan target pencapaian hingga Mama bisa benar-benar yakin bisa melanjutkan kehidupan mandiri.

5. Berusahalah untuk tetap membahagiakan diri sendiri

Freepik/user18526052

Mengingat kondisi toxic marriage adalah kondisi yang sangat menguras tenaga dan emosi. Tak sedikit yang menyebabkan gangguan mental. Mulai dari stress, depresi, bipolah, dan gangguan mental lainnya. 

Oleh karena itu, salah satu cara meninggalkan toxic marriage adalah dengan berusaha membahagiakan diri sendiri.

Miliki waktu untuk melakukan hal yang Mama sukai. Kembali lakukan hobi-hobi yang sudah lama Mama tinggalkan. Atau jika memungkinkan, lakukanlah perjalanan untuk mendapat suasana baru.

Itulah beberapa cara meninggalkan toxic marriage yang perlu dilakukan. Semoga hal ini bisa membantu Mama menemukan kondisi yang terbaik ya.

Baca juga:

The Latest