TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Berbagai Jenis Bed Rest saat Hamil yang Perlu Diketahui

Bed rest penting dilakukan demi memulihkan kondisi ibu hamil

Freepik/New Africa

Kesehatan tentunya menjadi hal yang paling penting selama kehamilan. Mama pasti tidak ingin terjadi masalah pada kehamilan.

Akan tetapi, sebagian orang tidak selalu merasa sehat selama kehamilan yang membuat mereka harus bed rest dan membatasi aktivitasnya. 

Berdasarkan penelitian, 1 dari 5 ibu hamil melakukan bed rest atau membatasi aktivitas mereka selama masa kehamilan.

Bed rest penting dilakukan demi memulihkan kondisi ibu hamil dan menjaga kesehatan selama kehamilan. Selain itu, bed rest juga memberikan manfaat, seperti mengurangi tekanan pada serviks dan aliran darah yang lebih baik ke bayi.

Jenis bed rest yang diambil pun nantinya disesuaikan dengan kondisi ibu hamil. Berikut Popmama.com rangkum jenis bed rest saat hamil. 

Apa Itu Bed Rest?

Freepik/gpointstudio

Bed rest atau tirah baring adalah sebuah perawatan dokter yang melibatkan berbaring di tempat tidur sepanjang hari dan mengurangi aktivitas ibu hamil selama beberapa waktu.

Bed rest biasanya dianjurkan pada ibu hamil ketika ia memiliki kondisi yang mengkhawatirkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan janin hingga waktu melahirkan nanti.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu hamil harus bed rest, seperti preeklamsia, perdarahan vagina, persalinan prematur, serviks lemah, penipisan serviks, hamil bayi kembar, komplikasi kehamilan sebelumnya, dan pertumbuhan janin yang tidak sehat. 

Apabila Mama memiliki hipertensi, bed rest akan membantu menormalkan tekanan darah. Tidak hanya itu, bed rest juga membantu mengistirahatkan tubuh demi menghindari kontraksi berlebih yang dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Ada beberapa jenis bed rest saat hamil:

1. Bed rest total

freepik/jcomp

Ada beberapa jenis bed rest yang dapat dilakukan oleh ibu hamil, salah satunya adalah bed rest total. Bed rest jenis ini mengharuskan Mama beristirahat di tempat tidur sepanjang hari dan hanya boleh bangun untuk ke kamar mandi atau makan dan minum.

Walaupun jenis bed rest ini cukup ekstrem, dalam beberapa kasus Mama masih diperbolehkan untuk melakukan gerakan sederhana.

2. Bed rest di rumah sakit

Freepik/DCStudio

Jenis bed rest selanjutnya adalah bed rest di rumah sakit atau rawat inap. Pada bed rest jenis ini, Mama akan diawasi oleh dokter dan tidak diperbolehkan bangun.

Selain itu, Mama juga akan menggunakan pispot dan tidak akan turun dari tempat tidur. Bed rest jenis ini juga biasanya mengharuskan Mama berbaring dengan posisi kepala lebih rendah dari tubuh. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tekanan pada daerah serviks.

4. Bed rest dimodifikasi

Freepik/senivpetro

Bed rest jenis ini hampir mirip dengan pembatasan aktivitas. Mama akan banyak duduk dan berbaring sepanjang hari.

Bedanya, bed rest jenis ini masih memperbolehkan Mama untuk jalan-jalan sebentar dalam sehari dan melakukan pekerjaan rumah yang ringan.

Aktivitas yang biasanya tidak boleh dilakukan adalah seperti berolahraga, mengangkat beban yang berat, mengemudi, dan sebagainya.

5. Bed rest terjadwal

Freepik

Jenis bed rest yang terakhir adalah bed rest terjadwal, Ma. Bed rest jenis ini biasanya disarankan untuk ibu hamil yang usia kehamilannya telah memasuki trimester ketiga, ibu hamil yang berusia lebih tua, dan yang mengandung bayi kembar.

Mama akan membatasi aktivitas setiap harinya seperti menghindari berjalan, naik turun tangga, dan mengangkat benda berat. Apabila Mama bekerja, Mama juga akan diminta untuk membatasi hari kerja mama.  

Nah, itulah beberapa jenis bed rest saat hamil yang perlu diketahui. Segera hubungi dokter apabila Mama mengalami gejala tidak yang nyaman selama kehamilan. Semoga Mama sehat selalu, ya, Ma. 

Baca juga:

The Latest