TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ketahui Sejak Dini 5 Penyebab Dispepsia pada Ibu Hamil

Sebaiknya makan tiga jam terakhir sebelum tidur, ya!

Freepik

Saat Mama merasa mual, mulas, kembung dan sensasi terbakar di area perut, bisa jadi terkena gangguan pencernaan atau dispepsia.

Di mana dispepsia adalah sekumpulan gejala nyeri maupun rasa tidak nyaman pada perut disertai dengan gejala seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang hingga nafsu makan menurun.

Dikutip dari Hellomotherhood, masalah pencernaan merupakan penyakit yang umum terjadi selama kehamilan. Agar tidak menderita, segeralah menemukan cara untuk menjaga sistem pencernaan di sepanjang tiga trimester kehamilan.

Kali ini, Popmama.com sudah merangkum 5 penyebab dispepsia pada ibu hamil. Berikut informasinya :

1. Perubahan hormon progesteron di masa kehamilan

Freepik/nensuria

Dalam beberapa kasus, perubahan tubuh ibu hamil dengan kebiasaan harian turut memicu gangguan pencernaan.

Meurut Health Service Executive, gangguan pencernaan selama kehamilan terutama disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada tubuh seperti meningkatnya kadar hormon.

Di mana perubahan hormon progesteron inilah yang berperan banyak dalam memicu dispepsia.

Pasalnya progesteron bertugas untuk membangun lapisan dinding rahim, sehingga bisa menimbulkan efek mual muntah dan menyebabkan kadar asam pada lambung melonjak.

2. Merokok dapat mengalami refluks asam

Freepik/nensuria

Sebenarnya, dalam kasus apa pun sangat disarankan bahwa ibu hamil tidak boleh merokok. Kesehatan akan terganggu jika Mama merokok saat hamil. 

WebMD mengatakan, sebuah penelitian besar menemukan bahwa perokok jauh lebih mungkin mengalami refluks asam daripada yang bukan perokok.

Ketika Mama merokok di masa kehamilan, maka akan merasakan satu kondisi yang menyebabkan asam dari lambung bocor ke atas kerongkongan.

Di mana bahan kimia dari rokok bisa mengendurkan otot sphincter dan membuat refluks asam lebih mungkin terjadi, sehingga berkontribusi pada gangguan pencernaan.

3. Makan lebih besar di masa kehamilan

Freepik/valeria_aksakova

Dokter biasanya dapat mendiagnosis gangguan pencernaan dari gejala dan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada ibu hamil.

Dilansir dari NHS, mungkin ibu hamil harus mengendalikan gangguan pencernaan dengan mengubah kebiasaan makan. Makan sedikit bisa membantu, daripada makan lebih besar tiga kali sehari.

Selain itu hindari makan dalam waktu tiga jam sebelum tidur di malam hari, karena akan memicu gas asam naik.

Selama kehamilan tidak perlu melakukan diet khusus. Tetapi penting mengonsumsi berbagai makanan yang berbeda setiap hari, hal ini untuk mendapatkan keseimbangan nutrisi.

4. Sering minum minuman berkafein

Freepik/rawpixel.com

Ibu hamil dengan penyakit dispepsia harus mengurangi minuman berkafein seperti cokelat, teh atau kopi.

Hal ini dikarenakan minuman dengan kandungan tersebut dapat meningkatkan asam lambung dan memicu terjadinya dispepsia.

Manhattangastroenterology menjelaskan, sebagai minuman asam kopi dapat memperburuk gejala mulas. Ini dapat menyebabkan gejala gangguan pencernaan yang lebih buruk dan memengaruhi tubuh secara keseluruhan.

Sebagai gantinya, sebaiknya minum air putih yang cukup di masa kehamilan.

5. Tidur cepat setelah makan besar

Freepik/bearfotos

Ya, dispepsia terjadi pada beberapa titik di sekitar setengah dari semua ibu hamil. Gangguan pencernaan ini terjadi karena refluks asam dari lambung ke esofagus. 

Food.ndtv memaparkan, tidur cepat setelah makan besar juga meningkatkan risiko mulas dan refluks asam. Berbaring telungkup segera setelah makan bisa memperburuknya.

Oleh sebab itu, jeda makan dan jam tidur sangat penting untuk pencernaan. Makanlah tiga jam sebelum tidur. Jika lapar, konsumsi camilan ringan dan sehat daripada sepiring nasi beserta lauknya.

Itulah kelima penyebab dispepsia selama kehamilan. Jagalah asupan makanan dan kenalilah kondisi pencernaan Mama.

Baca juga: 

The Latest