TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sebelum Menyetir, Ini 7 Cara Gunakan Seat Belt yang Tepat Saat Hamil

Bukan hanya saat menyetir, Mama harus pakai seat belt ketika di dalam mobil ya!

danielrrosen.com

Saat memasuki trimester pertama kehamilan, terdapat beberapa ketidaknyamanan yang harus dinikmati seperti rasa mual, sakit pinggang, pergelangan kaki yang bengkak, dan mungkin saja terjadinya permasalahan pada kandung kemih.

Saat masa ini pula rahim sangat sensitif, maka kita harus melakukan berbagai hal demi melindungi janin. Nggak terkecuali saat berada di dalam mobil.

Saat berada di dalam mobil, ibu hamil harus mengenakan sabuk pengaman yang benar saat hamil. Preventive Medicine menunjukkan pengemudi yang hamil rentan mengalami kecelakaan. 

Menurut penelitian, trauma perut tumpul adalah penyebab utama kematian dan cidera ibu serta janinnya, terutama cidera pada organ janin yang masih belum kuat.

Mengapa Penting Mengenakan Sabuk Pengaman saat Hamil?

Pexels/rawpixel.com

Dilansir dari romper.com, sejumlah calon ibu tidak memasang sit belt dengan baik di dalam mobil.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynecology Research, sepertiga ibu hamil mengaku nggak pernah menggunakan sabuk pengaman saat mengendarai, baik sebelum atau selama kehamilan mereka.

Padahal menggunakan sit belt saat diperlukan meski ibu hamil menjadi penumpang dalam mobil.

Calon ibu mungkin merasa nggak nyaman saat menggunakan sabuk pengaman, atau karena mereka khawatir tali yang ketat bisa membahayakan bayi.

Tetapi para ahli mengingatkan bahwa mengemudi atau mengendarai tanpa sabuk membuat kamu dan anak kamu yang belum lahir berisiko menekuk.

Sekitar 92.500 ibu hamil terlibat dalam kecelakaan mobil setiap tahun, menurut statistik yang dikutip dalam American Journal of Lifestyle Medicine. Jurnal itu menambahkan bahwa kecelakaan mobil adalah penyebab utama kematian ibu dan janin.

Tidak menggunakan sabuk pengaman dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, keguguran, kelahiran mati, dan abrupsi plasenta (pemisahan plasenta dari dinding rahim), menurut March of Dimes.

Ketahui Cara yang Tepat Mengenakan Sabuk Pengaman Bagi Ibu Hamil

Unsplash/Omar Lopez

Jadi, sebelum terlambat ketahui yuk cara yang benar mengenakan sabuk pengaman saat masa kehamilan. Apa saja?

  1. Selalu kenakan tali bahu dan sabuk pangkuan untuk perlindungan maksimal, hal ini disarankan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
  2. Kencangkan tali bahu sehingga melintang di dada kamu dan di antara payudara, jangan meletakkan sabuk di belakang punggung kamu. Juga, jangan coba-coba meletakkan sabuk pengaman dilehermu. Sesuaikan dalam mengencangkan sabuk pengaman jika terasa kendur.
  3. Posisikan sabuk pangkuan di bawah perut, tidak di atasnya, sehingga cocok di pinggul dan tulang panggul, demikian saran March of Dimes.
  4. Jika kamu mengemudi, posisikan kursi kamu sehingga kamu merasa nyaman duduk tegak (berbaring terlalu jauh dapat memengaruhi posisi tali bahu), hindari kemudi terlalu menyentuh perut kamu.
  5. American College of Obstetrics and Gynecologists menambahkan bahwa penting untuk menjaga 10 inci di antara setir dan tulang dada.
  6. Jika sulit mengemudi dengan nyaman selama minggu-minggu terakhir kehamilan, biarkan orang lain yang mengemudi, jangan memaksakan diri untuk mengemudi ya. Duduk di kursi belakang lebih aman untuk kehamilan yang sudah besar.
  7. Duduk dengan posisi tegak lebih aman meski terasa nggak nyaman. Agar tubuh nggak mudah terpental saat terjadinya rem secara mendadak.

Itulah pentingnya memerhatikan penggunaan sabuk pengaman bagi ibu hamil. Sebaiknya gunakan sabuk pengaman dengan tepat ya, agar tidak memengaruhi kesehatan janin kamu.

Baca juga: Ayo Cek! Apakah Mama Sudah Benar Meletakkan si Kecil pada Car Seat?

Topic:

The Latest