Tips dan Trik Berbicara dengan Bayi di Bawah Satu Tahun

Lakukan trik dasar berikut ini agar bayi bisa menguasai banyak kosa kata di usia 2 tahun, Ma!

1 Desember 2021

Tips Trik Berbicara Bayi Bawah Satu Tahun
Pixabay/fotorech

Beberapa orang mungkin merasa tidak penting berbicara dengan bayi karena mereka masih terlalu dini untuk memahami apa yang orang dewasa katakan.

Entah karena memang bayi belum paham, atau mungkin mereka merasa aneh dan malu jika berbicara dengan bayi yang belum bisa membalas ucapannya.

Namun tahukah Mama, berbicara dengan bayi bisa mengembangkan kemampuan bahasanya.

Otak bayi ternyata penuh dengan suara, intonasi, dan bahasa yang akan mereka gunakan untuk berbicara nantinya.

Peran Mama dan Papa sangat penting di sini. Sebab, anak yang memiliki orangtua yang aktif mengajak mereka bicara akan membentuk kemampuan bahasa dan komunikasi lebih baik dibandingkan yang tidak.

Selain itu, apa alasan orangtua harus mengajak bayi berbicara? Bagaimana pula dasar-dasar berbicara dengan bayi yang benar?

Berikut Popmama.com rangkumkan tips jitu berbicara dengan bayi untuk usia di bawah satu tahun.

Berbicara dengan Bayi Mampu Kembangkan Kecerdasan Otaknya

Berbicara Bayi Mampu Kembangkan Kecerdasan Otaknya
Freepik/v.ivash

Bayi yang masih sangat kecil cenderung lebih tertarik dan senang merespon orang dewasa yang berbicara menggunakan bahasa bayi, seperti ekspresi yang berlebihan atau intonasi suara yang tinggi.

Tahukah Mama, 80 persen perkembangan otak bayi berlangsung di 3 tahun pertama kehidupannya. Bersamaan dengan ukuran otak yang membesar, terjadi koneksi untuk berpikir, belajar, dan memroses informasi.

Koneksi ini disebut sinapsis, yang terbentuk dengan sangat cepat, sekitar 700 sinapsis/detik di usia emas anak.

Berbicara dengan bayi bisa mendukung koneksi sinapsis yang akan membentuk kemampuan berbahasa bayi nantinya.

Semakin banyak kosa kata yang mereka dengar, akan semakin kuat koneksi sinapsis yang terbentuk.

Proses ini akan menguatkan kemampuan bahasa anak di masa mendatang, serta kemampuan mereka untuk belajar.

Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa anak yang sering diajak berbicara saat bayi akan memiliki lebih banyak kosa kata dibanding anak seumurannya, dan bisa langsung dibuktikan saat usianya 2 tahun.

Editors' Picks

Level Dasar Berbicara dengan Bayi, Bagaimana Ya?

Level Dasar Berbicara Bayi, Bagaimana Ya
pexels/rodnae productions

Setelah mengetahui pentingnya berbicara dengan bayi, Mama juga perlu memahami teknik dasar berkomunikasi dengan mereka. 

  • Bicara sesering mungkin dengan bayi. Orangtua yang banyak berkomunikasi dengan bayi biasanya akan memiliki bayi yang senang berbicara.
  • Cari waktu untuk menyendiri dengan bayi. Komunikasi dengan bayi akan lebih efektif jika dilakukan hanya berdua saja, tanpa adanya gangguan dari orang lain di sekitar.
  • Jangan menyela saat bayi bicara. Meskipun tidak bisa memahami apa yang dibicarakan bayi, biarkan ia mengatakan apapun yang diinginkan. Mama juga sebaiknya memerhatikan dan menyimak saat bayi bicara.
  • Tatap mata mungilnya. Bayi akan memberikan respon bicara yang lebih baik saat melihat ke arah lawan bicaranya.
  • Batasi penggunaan TV atau alat elektronik lainnya. Melihat layar TV, HP, laptop, atau gadget lainnya bisa memerlambat kemampuan berbahasa bayi. Bukankah lebih menyenangkan bermain bersama Mama dari pada menonton TV?
  • Ajak mengobrol layaknya orang dewasa. Sesekali, berikan topik pembicaraan yang cukup serius, seperti masakan Mama yang gosong atau kegiatan Papa saat mencuci mobil. Bayi juga butuh mendengar apa yang biasa Mama ucapkan sehari-hari.

Bagaimana, Ma, sudah ada gambaran kan harus berbicara kepada bayi dengan cara seperti apa?

Nah, setelah ini kita akan membahas cara berkomunikasi dengan bayi sesuai usianya, ya.

Sebab, semakin besar usia bayi, cara berkomunikasinya pun harus berubah. Yuk, kita bahas bersama, Ma.

Mulai dari usia 1-3 bulan, 4-7 bulan, dan 8-12 bulan, semuanya akan kita kupas tuntas di sini.

1. Berbicara dengan bayi usia 1-3 bulan

1. Berbicara bayi usia 1-3 bulan
Unsplash/zaya odeesho

Di usia awal ini, bayi berkomunikasi dengan mengoceh. Apa yang ia katakan tentu tidak bisa dimengerti oleh orang dewasa. Namun, di usia ini bayi sudah bisa mendengar apa yang Mama dan Papa katakan.

Saat mendengar Mama dan Papa berbicara, bayi akan memberikan respon seperti senyuman, gerakan pada kaki dan tangan, atau bahkan ikut mengoceh dengan caranya.

Nah, untuk melakukan komunikasi yang lancar dan disukai bayi, Mama dan Papa bisa melakukan trik berikut ini:

  • Bicara, bernyanyi, ikut mengoceh, atau bermain cilukba.
  • Jelaskan aktivitas yang Mama lakukan sehari-hari, seperti mandi, makan, atau bermain. Beri tahu bayi apa yang Mama lakukan dan lihat saat melakukan aktivitas tersebut.
  • Membacakan buku cerita atau menceritakan tentang sebuah foto, bisa foto keluarga atau ilustrasi pada buku.
  • Berikan berbagai macam ekspresi bahagia dan bersemangat saat bayi mulai mengoceh atau tersenyum. 
  • Pada usia sekitar 2 bulan, bayi mulai bisa mengeluarkan suara vokal, seperti 'ah-ah' atau 'oh-oh'. Mama bisa mengulangi vokal itu sambil sesekali membentuknya menjadi kata, 'ah-ah apel'. 
  • Saat bayi mengoceh, Mama harus membalas ocehannya dan menunggu bagaimana ia merespon. Kegiatan ini secara tidak langsung mengajarkan bagaimana manusia berkomunikasi. 

2. Berbicara dengan bayi usia 4-7 bulan

2. Berbicara bayi usia 4-7 bulan
Pixabay/2081671

Di usia ini, bayi akan mulai mengikuti suara yang ia dengar. Saat mengajak bayi berbicara, Mama akan melihat bagaimana ia mengeksplor suara dan intonasinya.

Pada tahapan ini pula bayi akan mulai menggunakan nada tinggi dan rendah saat mengungkapkan perasaannya. Sehingga, Mama dan Papa bisa mulai mencoba trik ini ya:

  • Gunakan ocehan bayi untuk membentuk kata tertentu. Misalnya, saat bayi mengatakan 'ma', Mama dan Papa bisa membalasnya dengan 'Mama' atau 'makan'.
  • Perluas percakapan dengan bayi. Usahakan untuk selalu berbicara perlahan dan berikan penekanan pada kata-kata tertentu. Misalnya Mama sedang membawa bola, maka ucapkan, "Ini bola, kamu mau bola ini?" kemudian tunggu hingga bayi merespon.
  • Kenalkan bayi dengan berbagai macam objek. Ketika bayi melihat sesuatu, Mama bisa menunjuk benda yang dilihat dan kenalkan namanya. 
  • Bacakan buku setiap hari, khususnya yang berwarna seperti buku dongeng atau majalah anak. Tunjuk dan ucapkan gambar yang dilihat dan beri respon positif saat bayi ikut membaca bersama Mama. 

3. Berbicara dengan bayi usia 8-12 bulan

3. Berbicara bayi usia 8-12 bulan
Freepik/rawpixel.com

Pada usia ini, bayi mulai memahami beberapa kata seperti 'tidak', 'mama', atau 'papa'.

Seiring usianya menjadi satu tahun, bayi akan mulai memahami perintah sederhana, seperti 'dadah'.

Nah, berikut ini beberapa trik yang bisa Mama dan Papa coba saat berbicara dengan bayi usia 8-12 tahun:

  • Tetap ajak bayi berbicara tentang kegiatan sehari-hari. Saat bayi menunjuk suatu benda, Mama bisa mengucapkan namanya, seperti "Mobil, ya, itu mobil merah."
  • Mama bisa mengucapkan setiap benda yang ditunjuk atau dipegang bayi. Selain itu, Mama bisa mulai mengenalkan sambil menunjuk anggota tubuh, misalnya "Tangan, ini tangan adik, ini tangan Mama."
  • Bantu bayi mengekspresikan perasaan mereka, seperti "Adik sedih, ya? Lapar, ya?"
  • Gunakan ungkapan positif saat memberikan perintah pada bayi. Misalnya, dari pada Mama mengatakan 'Jangan berdiri' lebih baik menggantinya dengan 'Waktunya duduk'.
  • Ketika Mama ingin bayi berhenti melakukan sesuatu, katakan 'tidak' dengan tegas tanpa harus memberikan penjelasan panjang.
  • Nyanyikan lagu yang memiliki gerakan, misalnya Topi Saya Bundar atau Kepala Pundak Lutut Kaki.
  • Bayi di usia ini suka mengikuti kata-kata yang mereka dengar, sehingga Mama dan Papa harus berhati-hati saat berbicara di dekat bayi.

Nah, itu tadi trik mengajak bicara bayi di bawah usia satu tahun, Ma. Perlu diingat ya, Ma, semua anak memiliki cara belajar bahasa masing-masing.

Jadi, jangan terlalu khawatir jika bayi Mama tidak bicara secepat yang Mama harapkan.

Jika merasa memang ada keterlambatan atau kesulitan dalam bicara, Mama bisa berkonsultasi dengan dokter atau terapis wicara. Selamat mencoba semua tips dan trik di atas ya, Ma!

Baca juga:


 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.