Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Anoftalmia pada Bayi? Ini Penjelasan dan Penyebabnya
Pexels.com/webbocular
  • Anoftalmia adalah kelainan langka ketika bayi lahir tanpa satu atau kedua bola mata akibat perkembangan mata yang tidak normal sejak dalam kandungan.

  • Penyebab pastinya sering tidak diketahui, tetapi faktor genetik, infeksi, kekurangan nutrisi, paparan zat atau obat tertentu, serta gangguan tabung saraf dapat berperan.

  • Penglihatan tidak dapat dipulihkan; penanganan memakai konformer, ekspander, lalu mata prostetik untuk mendukung perkembangan rongga mata dan bentuk wajah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Anoftalmia adalah kelainan langka ketika bayi lahir tanpa satu atau kedua bola mata karena mata tidak terbentuk normal selama perkembangan dalam kandungan.
  • Who?
    Bayi dapat mengalami anoftalmia pada satu atau kedua mata; ibu hamil dengan paparan atau kondisi tertentu juga disebut memiliki faktor risiko terkait.
  • Where?
    Kelainan terjadi pada rongga mata bayi, dengan proses gangguan pembentukan mata berlangsung saat janin berkembang di dalam kandungan.
  • When?
    Gangguan pembentukan mata terjadi selama perkembangan janin dan umumnya dikenali setelah bayi lahir melalui tidak adanya bola mata pada rongga mata.
  • Why?
    Penyebab pastinya per saat ini masih belum diketahui. Faktor genetik, infeksi, kekurangan nutrisi, paparan zat berbahaya, obat tertentu, dan gangguan tabung saraf dapat berperan.
  • How?
    Penanganan dilakukan dokter dengan konformer atau ekspander untuk membantu perkembangan rongga mata, kemudian mata prostetik sekitar usia dua tahun. Penglihatan pada mata yang tidak terbentuk tidak dapat dipulihkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Anoftalmia terjadi saat bayi lahir tanpa satu atau dua bola mata. Ini karena mata tidak tumbuh baik saat bayi di dalam perut ibu. Penyebabnya kadang tidak tahu pasti. Dokter bisa memberi alat seperti bola mata agar rongga mata tumbuh. Saat anak lebih besar, ia bisa memakai mata buatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orangtua tentu ingin si Kecil lahir dan tumbuh dengan sehat. Namun, ada berbagai kondisi yang dapat terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan dan mungkin baru diketahui setelah kelahirannya.

Salah satunya adalah anoftalmia, kondisi langka yang berkaitan dengan perkembangan mata pada bayi. Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orangtua, sehingga penting untuk mengenalinya dengan lebih baik.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan anoftalmia pada bayi? Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Popmama.com tulis penjelasan apa itu anoftalmia pada bayi melansir dari iCliniq.

1. Apa itu anoftalmia pada bayi?

Instagram.com/maaberg86

Anoftalmia adalah kondisi ketika bayi terlahir tanpa satu atau kedua bola mata. Kondisi ini terjadi karena mata tidak terbentuk secara normal sejak masih berada di dalam kandungan.

Anoftalmia termasuk kelainan mata yang langka dan dapat terjadi pada satu mata maupun kedua mata. Kondisi ini juga dapat muncul sebagai kelainan tunggal atau menjadi bagian dari sindrom tertentu yang memengaruhi bagian tubuh lainnya.

Anoftalmia berbeda dengan mikroftalmia. Pada mikroftalmia, bola mata tetap terbentuk tetapi ukurannya lebih kecil dari normal. Sementara pada anoftalmia, bola mata tidak terbentuk atau hampir tidak terbentuk.

2. Apa saja jenis anoftalmia?

Pinterest/abnewswire1

Anoftalmia dapat dibedakan berdasarkan jumlah jaringan mata yang masih terbentuk dan penyebabnya.

Berdasarkan jaringan mata yang tersisa, anoftalmia dibagi menjadi:

  • True anophthalmia, yaitu kondisi ketika jaringan mata tidak terbentuk.

  • Extreme anophthalmia, yaitu kondisi ketika hanya terdapat sedikit jaringan mata di dalam rongga mata.

  • Clinical anophthalmia, yaitu kondisi ketika terdapat jaringan mata yang tersisa, tetapi jumlahnya berada di antara true dan extreme anophthalmia.

Sementara berdasarkan proses terjadinya, anoftalmia dapat dibedakan menjadi:

  • Primary anophthalmia, yaitu kondisi ketika pembentukan mata tidak terjadi sejak awal perkembangan.

  • Secondary anophthalmia, yaitu kondisi ketika pembentukan mata sempat dimulai, tetapi kemudian berhenti akibat gangguan pada perkembangan tabung saraf.

  • Degenerative anophthalmia, yaitu kondisi ketika mata sempat terbentuk tetapi kemudian mengalami degenerasi atau kerusakan selama perkembangan janin.

3. Apa penyebab anoftalmia pada bayi?

Pexels.com/Helena Lopes

Penyebab anoftalmia belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan yang dapat mengganggu proses pembentukan mata selama perkembangan janin.

Faktor genetik berkaitan dengan perubahan pada gen atau kromosom yang memengaruhi proses pembentukan dan perkembangan mata.

Perubahan tersebut dapat terjadi pada gen tertentu atau melibatkan bagian dari kromosom. Pada kondisi tertentu, gangguan genetik juga dapat menyebabkan anoftalmia muncul bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya.

Sementara itu, faktor lingkungan berkaitan dengan kondisi atau paparan yang dialami ibu selama kehamilan dan berpotensi mengganggu perkembangan janin. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Infeksi selama kehamilan, seperti cytomegalovirus (CMV), rubella, toksoplasmosis, dan parvovirus B19.

  • Kekurangan nutrisi atau vitamin tertentu, termasuk vitamin A.

  • Paparan zat berbahaya, seperti bahan kimia atau pestisida tertentu.

  • Paparan obat tertentu selama kehamilan, termasuk thalidomide dan warfarin.

  • Gangguan dalam pembentukan tabung saraf, yang dapat menghambat proses perkembangan struktur mata pada janin.

Meski faktor genetik dan lingkungan dapat berperan, tidak semua bayi yang memiliki faktor risiko tersebut akan mengalami anoftalmia. Pada banyak kasus, penyebab pastinya juga tidak dapat ditentukan.

4. Apa saja faktor risiko anoftalmia?

Pexels.com/Dre Newsome

Selain faktor genetik dan lingkungan, terdapat beberapa kondisi yang disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya anoftalmia, seperti:

  • Kehamilan pada usia lebih dari 40 tahun.

  • Kehamilan kembar atau lebih.

  • Berat badan lahir rendah.

  • Paparan radiasi, termasuk sinar-X, selama kehamilan.

  • Paparan bahan kimia atau pestisida tertentu.

  • Konsumsi alkohol selama kehamilan.

  • Penggunaan obat tertentu selama kehamilan.

  • Infeksi virus atau parasit tertentu selama kehamilan.

  • Kekurangan nutrisi pada ibu selama kehamilan.

5. Apa saja gejala anoftalmia pada bayi?

Pexels.com/Gizem Gökce

Tanda utama anoftalmia adalah tidak adanya bola mata pada salah satu atau kedua rongga mata. Kondisi ini dapat membuat rongga mata terlihat kosong setelah bayi lahir.

Ukuran rongga mata juga dapat lebih kecil karena bola mata tidak terbentuk. Selain itu, kelenjar air mata dan otot yang menggerakkan mata juga dapat tidak berkembang dengan normal.

Jika hanya terjadi pada satu mata, ukuran atau bentuk kedua sisi wajah dapat terlihat berbeda. Seiring pertumbuhan anak, kondisi ini juga dapat menyebabkan wajah tampak kurang simetris.

Pada beberapa bayi, anoftalmia dapat muncul bersama kelainan bawaan lainnya. Jika demikian, gangguan juga dapat ditemukan pada organ lain, seperti jantung atau paru-paru.

6. Bagaimana anoftalmia pada bayi ditangani?

Pexels.com/Chidi Young

Anoftalmia membuat penglihatan pada mata yang tidak terbentuk tidak dapat dipulihkan. Namun, penanganan dapat dilakukan untuk membantu perkembangan rongga mata sekaligus memperbaiki tampilan wajah.

Dokter dapat menggunakan konformer, yaitu alat berbentuk seperti bola mata yang ditempatkan di dalam rongga mata. Alat ini biasanya perlu diganti secara berkala seiring pertumbuhan bayi dan umumnya digunakan hingga anak berusia sekitar 2 tahun.

Selain konformer, dokter juga dapat menggunakan ekspander yang dapat mengembang secara bertahap untuk membantu perkembangan rongga mata.

Setelah anak berusia sekitar 2 tahun, konformer dapat digantikan dengan mata prostetik yang dibuat dan dicat menyerupai mata asli.

Mata prostetik juga membantu mempertahankan bentuk rongga mata, tetapi perlu diperbarui beberapa kali selama masa pertumbuhan anak agar sesuai dengan perkembangan wajah.

Perlu diketahui, mata prostetik tidak dapat bergerak seperti mata asli. Jadi, meskipun dapat dibuat menyerupai mata alami, pergerakannya tidak akan sama dengan mata yang sebenarnya.

Itu dia penjelasan mengenai anoftalmia pada bayi. Untuk meminimalkan risikonya, Mama disarankan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article