Penanganan hydrops fetalis tidak sama untuk setiap bayi. Dokter akan menentukan terapi berdasarkan penyebab, tingkat keparahan, serta usia kehamilan saat kondisi tersebut ditemukan.
Pada kasus tertentu, bayi dapat mendapatkan penanganan sejak masih berada di dalam kandungan. Misalnya, jika hydrops disebabkan oleh anemia berat, dokter dapat melakukan transfusi darah melalui tali pusat.
Sementara itu, jika si Kecil perlu dilahirkan, tim medis akan mempertimbangkan waktu dan metode persalinan yang paling aman berdasarkan kondisi Mama dan bayi.
Setelah lahir, bayi dengan hydrops fetalis umumnya membutuhkan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Beberapa perawatan yang mungkin diberikan meliputi:
Bantuan pernapasan menggunakan ventilator.
Transfusi darah.
Pengeluaran cairan yang menumpuk di sekitar paru-paru atau rongga perut.
Pemberian obat-obatan sesuai penyebab dan kondisi bayi.
Pemberian nutrisi dan obat melalui infus.
Pada hydrops fetalis yang disebabkan oleh ketidakcocokan rhesus, risiko dapat dicegah dengan pemberian Rh immune globulin (RhIg) kepada Mama dengan rhesus negatif yang memenuhi kriteria. Salah satu nama dagang obat tersebut adalah RhoGAM.
Dilansir laman Baby Center, Rh immune globulin membantu mencegah tubuh Mama membentuk antibodi yang dapat menyerang sel darah merah bayi.
Namun, obat ini bukan pengobatan untuk semua jenis hydrops fetalis dan penggunaannya perlu berdasarkan rekomendasi dokter.
Hydrops fetalis merupakan kondisi serius yang membutuhkan pemantauan dan penanganan medis. Meski begitu, kondisi setiap bayi berbeda sehingga peluang pemulihannya juga bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang dialami.
Itu dia penjelasan tentang apa itu Hydrops Fetalis. Dengan pemantauan sejak dini, dokter dapat mengetahui kondisi si Kecil dan menentukan penanganan yang paling sesuai untuk Mama dan bayi.
Semoga menambah informasi, Ma!