Bayi kuning atau jaundice pada bayi baru lahir merupakan kondisi yang umum terjadi. Warna kuning ini muncul akibat penumpukan bilirubin, yaitu zat sisa dari pemecahan sel darah merah. Setelah sel darah merah hancur, bilirubin akan diproses oleh hati untuk kemudian dibuang melalui empedu.
Penyebab Bayi Baru Lahir Masih Kuning setelah Keluar dari Rumah Sakit

Bayi kuning terjadi karena penumpukan bilirubin akibat pemecahan sel darah merah, dan biasanya membaik dalam beberapa hari setelah lahir.
Kondisi kuning yang bertahan lebih dari dua minggu bisa disebabkan oleh beberapa hal.
Jika warna kuning tidak membaik, urine gelap, atau BAB pucat, bisa mengarah ke neonatal cholestasis.
Pada sebagian besar bayi, kondisi kuning biasanya akan membaik dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, orangtua perlu lebih waspada jika bayi masih tampak kuning setelah pulang dari rumah sakit, terutama jika berlangsung lebih dari 2 minggu. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan fungsi hati.
Berikut Popmama.com rangkum penyebab bayi baru lahir masih kuning setelah keluar dari rumah sakit. Yuk, simak!
Table of Content
Penyebab Bayi Baru Lahir Masih Kuning setelah Keluar dari Rumah Sakit

Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Laktasi, dr. Citra Amelinda Sp.A, melalui akun Instagram pribadinya @citra_amelinda menjelaskan bahwa bayi kuning atau jaundice terjadi akibat penumpukan bilirubin. Kondisi ini umum terjadi pada bayi baru lahir, terutama pada usia 2–3 hari setelah kelahiran.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan risiko bayi kuning berlangsung lebih lama bahkan setalah pulang dari rumah sakit, di antaranya:
Bayi lahir prematur atau usia kehamilan kurang dari 37 minggu
Bayi prematur memiliki fungsi hati yang belum berkembang sempurna, sehingga proses pembuangan bilirubin dari tubuh menjadi lebih lambat dan menyebabkan warna kuning bertahan lebih lama.Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi
Ketidakcocokan golongan darah, seperti ibu bergolongan darah O sementara bayi bukan O atau adanya perbedaan rhesus, dapat memicu penghancuran sel darah merah (hemolisis) lebih cepat. Kondisi ini membuat kadar bilirubin meningkat sehingga bayi tampak lebih kuning.Kesulitan menyusu hingga menyebabkan dehidrasi
Bayi yang kurang mendapatkan ASI atau cairan berisiko mengalami dehidrasi, sehingga bilirubin lebih sulit dikeluarkan melalui urine dan feses. Akibatnya, warna kuning pada bayi bisa berlangsung lebih lama.Adanya riwayat keturunan penyakit tertentu dalam keluarga
Beberapa penyakit turunan yang berkaitan dengan gangguan darah atau fungsi hati juga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami jaundice berkepanjangan.
Kapan Bayi Kuning Perlu Diwaspadai?

Jika bayi berusia lebih dari 3 hari masih terlihat kuning pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah yang kemudian menyebar ke tubuh, lengan, dan kaki, orangtua perlu mulai memerhatikan kondisinya. Warna kuning juga dapat terlihat pada bagian putih mata, gusi, atau langit-langit mulut bayi.
Apabila kondisi tersebut berlangsung lebih dari 2 minggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah ada kondisi kesehatan lain yang menyebabkan bayi kuning berkepanjangan.
Bayi Kuning dengan Waktu Lama Bisa Jadi Gejala Neonatal Cholestasis

Neonatal cholestasis adalah kondisi ketika aliran empedu pada bayi terganggu atau terhambat, sehingga menyebabkan penumpukan bilirubin di dalam darah. Kondisi ini dapat diawali dengan gejala bayi kuning yang berlangsung lebih lama dari biasanya.
Neonatal cholestasis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi virus, penyakit metabolik, kelainan genetik, maupun penyakit langka yang memengaruhi fungsi hati. Sebagian bayi dapat pulih dengan penanganan yang tepat, tetapi pada beberapa kasus kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis.
Ciri Bayi Kuning yang Mengarah ke Cholestasis

Ada beberapa tanda jaundice pada bayi yang perlu dicurigai mengarah ke neonatal cholestasis. Orangtua perlu lebih waspada apabila warna kuning pada bayi tidak membaik. Beberapa ciri yang perlu diperhatikan, antara lain:
Warna kuning tidak membaik lebih dari 2–3 minggu
Urine bayi berwarna gelap seperti teh
BAB berwarna pucat atau keputihan seperti dempul
Pertumbuhan bayi kurang baik
Pembesaran hati (hepatomegali)
Jenis-Jenis Jaundice pada Bayi

Jaundice fisiologis, kondisi paling umum dan dialami sekitar setengah dari bayi baru lahir. Warna kuning biasanya mulai terlihat pada usia 2–3 hari, mencapai puncaknya pada hari keempat atau kelima, lalu membaik dengan sendirinya sebelum usia 2 minggu.
Jaundice pada bayi prematur, terjadi karena fungsi hati dan kemampuan tubuh membuang bilirubin pada bayi prematur masih belum berkembang sempurna sehingga bilirubin lebih mudah menumpuk di dalam tubuh.
Breastfeeding jaundice, biasanya terjadi pada minggu pertama setelah lahir akibat bayi belum mendapatkan asupan ASI yang cukup. Kondisi ini membuat bilirubin lebih sulit dikeluarkan melalui BAB dan urine.
Breastmilk jaundice, umumnya muncul pada akhir minggu pertama atau awal minggu kedua setelah lahir akibat adanya zat tertentu dalam ASI yang dapat memperlambat proses pengolahan bilirubin di hati bayi.
Itu tadi penyebab bayi baru lahir masih kuning setelah keluar dari rumah sakit. Semoga informasi ini bisa membantu Mama memahami kondisi si Kecil.













-GVHBzOgPZzcve3DB8Mi0WUIZo2oFsyVy.jpg)



