Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bahaya Memberikan Telur Mentah pada Bayi, Orangtua Perlu Tahu

4 min read
Bahaya Memberikan Telur Mentah pada Bayi, Orangtua Perlu Tahu
Magnific
  • Bayi sebelum 6 bulan mendapat ASI atau susu formula, lalu memasuki MPASI; telur menjadi sumber protein yang mendukung pertumbuhan, perkembangan otak, tulang, saraf, dan jaringan tubuh.

  • Telur mentah atau setengah matang berisiko membawa Salmonella, terutama bagi balita yang empat kali lebih rentan mengalami salmonellosis dengan gejala diare berdarah, demam, muntah, dan dehidrasi.

  • Orangtua disarankan memilih telur bersih tanpa retak, menyimpannya pada 0–4°C, menjaga kebersihan alat, serta memasak putih dan kuning telur hingga matang sempurna.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebelum memasuki usia 6 bulan, bayi mendapatkan asupan nutrisinya lewat ASI atau susu formula. Setelah itu, si Kecil mulai mengonsumsi makanan padat pendamping ASI.

Sebagai orangtua, Mama tentu ingin memberikan makanan dan minuman yang terbaik untuknya. Salah satu makanan yang baik untuk tumbuh kembang bayi adalah telur yang kaya protein yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya.

Bila Mama pernah melihat sebagian orang dewasa mengonsumsi telur mentah atau daerah tertentu memiliki tradisi mengonsumsi telur mentah, Mama dilarang keras untuk memberikan telur mentah ke bayi, ya. Memberi bayi telur mentah untuk dikonsumsi bisa menimbulkan beragam masalah kesehatan yang bisa berakibat fatal. Seperti yang terjadi pada bayi berusia 24 hari di Surabaya yang diberi makan telur mentah.

Agar Mama tidak salah memberi makan si Kecil, kenali bahaya memberikan telur mentah pada bayi. Informasinya sudah Popmama.com rangkum pada ulasan berikut ini, ya, Ma.

  1. Bahaya Memberi Makan Telur Mentah pada Bayi

    Bahaya memberi makan telur mentah pada bayi
    Ilustrasi telur (pexels.com/Klaus Nielsen)

    Telur dapat diolah dan dimasak dengan berbagai cara, termasuk diolah setengah matang. Beberapa dekade yang lalu, bayi di bawah usia satu tahun sering diberi telur mentah atau setengah matang dengan alasan supaya anak “kuat”. Bahkan hingga kini mungkin masih ada yang melakukan praktik seperti ini.

    Namun, apakah telur mentah atau setengah matang boleh diberikan kepada bayi dan anak kecil?

    Dilansir dari laman IDAI, telur utuh dapat mengandung bakteri yang disebut salmonella. Bakteri ini dapat masuk ke dalam telur melalui kulit telur yang retak. Balita 4 kali lipat lebih berisiko mengalami gejala keracunan makanan berupa salmonelosis dibandingkan dengan orang dewasa yang mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.

    Tidak hanya anak balita, Ma, orang yang lanjut usia dan ibu hamil juga berisiko mengalami salmonellosis ini. Gejala muncul 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi salmonella dan membaik dalam waktu 4-7 hari tanpa perlu pemberian antibiotik.

    Gejala salmonellosis yang muncul yaitu diare berdarah, disertai demam, muntah dan dehidrasi. Hal ini bisa membahayakan jiwa apabila kekurangan cairan tidak segera diatasi.

    Menurut IDAI, selain tidak memberikan nilai gizi lebih, olahan mentah berisiko tinggi membawa bakteri Salmonella yang menyebabkan infeksi pencernaan berat (salmonelosis) hingga komplikasi fatal.

    Tidak hanya telur setengah matang biasa, tetapi masakan yang mengandung telur yang dimasak setengah matang, seperti homemade mayonnaise, tiramisu, mousse, juga masih berisiko menimbulkan salmonelosis. Mayonnaise buatan pabrik umumnya menggunakan telur yang telah dipasteurisasi sehingga aman dikonsumsi.

    Untuk sebagian besar bayi yang mulai mengonsumsi makanan padat, telur yang dimasak sepenuhnya adalah pilihan teraman.

  2. Tips Memberi Telur yang Aman untuk Bayi

    Tips memberi telur yang aman untuk bayi
    Magnific/stockking

    Berikut beberapa tips terkait konsumsi telur yang perlu diperhatikan agar terhindar dari salmonelosis:

    • Hindari membeli telur yang kotor atau retak
    • Simpan telur di lemari pendingin pada suhu 0-4° C
    • Cuci tangan dan alat yang bersentuhan dengan telur mentah
    • Hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang
    • Bagian putih dan kuning telur harus dimasak hingga mengeras. Bila memasak makanan yang mengandung telur, maka masakan harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 71°C. Telur yang dimasak hingga matang tidak kehilangan kandungan nutrisinya, bahkan telur yang sudah matang tersebut lebih mudah dicerna oleh saluran cerna anak
    • Telur yang sudah matang harus dikonsumsi segera dan tidak dibiarkan dalam suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menghindari kontaminasi kuman

  3. Manfaat Telur untuk Bayi jika Diolah dengan Benar dan Diberikan di Usia yang Tepat

    Telur ayam
    Pexels/Rio Lecatompessy

    Jika diolah hingga matang sempurna dan diberikan saat si Kecil sudah memasuki usia MPASI, telur bisa menjadi salah satu sumber nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembangnya, Ma.

    Telur kaya akan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Selain itu, telur juga mudah diperoleh, harganya terjangkau, dan bisa diolah menjadi berbagai menu MPASI.

    Satu butir telur rebus mengandung sekitar 77 kkal, 6 gram protein, dan 5,3 gram lemak total. Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil selama masa pertumbuhan.

    Berikut beberapa manfaat telur untuk bayi jika diberikan sesuai usia dan diolah dengan benar:

    • Memperbaiki jaringan tubuh
    • Menjaga kesehatan mata
    • Mendukung perkembangan otak
    • Mendukung perkembangan tulang, rambut, dan kuku
    • Mencegah obesitas sejak dini
    • Menjaga kesehatan saraf

    Itu penjelasan tentang bahaya memberi telur mentah pada bayi. Tidak hanya telur, ya, Ma. Ikan dan daging yang mentah pun tidak boleh diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, ibu hamil, dan lansia. Pastikan untuk membersihkan dan memasak telur, ikan, dan daging hingga matang sempurna sebelum diberikan ke bayi.

    Semoga si Kecil selalu sehat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More