Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Penyakit Kuning Membuat Bayi Lebih Mudah Mengantuk?

3 min read
Benarkah Penyakit Kuning Membuat Bayi Lebih Mudah Mengantuk?
Magnific/freepic.diller
  • Kadar bilirubin tinggi pada bayi kuning dapat membuat bayi lebih mudah mengantuk, lemas, sulit dibangunkan, serta kurang responsif saat waktu menyusu.

  • Bilirubin berlebih dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menurunkan kemampuan menyusu, sehingga asupan berkurang serta pengeluaran bilirubin melalui BAB dan BAK menjadi lebih sulit.

  • Segera cari pertolongan medis bila bayi sulit dibangunkan, menolak menyusu, demam, sangat kaku atau lemas, kuning meluas, atau popok basah dan BAB berkurang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh bayi baru lahir. Kondisi ini terjadi ketika kadar bilirubin dalam tubuh meningkat, dan pada kadar yang tinggi, bilirubin dapat membuat si Kecil menjadi lebih mengantuk serta tampak lebih sulit dibangunkan.

Rasa kantuk tersebut dapat membuat bayi terlihat berbeda dari pola tidurnya biasanya. Karena itu, Mama mungkin bertanya-tanya apakah rasa mengantuk yang lebih kuat pada bayi baru lahir berkaitan dengan penyakit kuning yang dialaminya.

Penelitian berjudul “Increased Sleep Tendency in Jaundiced Infants” dalam jurnal Medical Hypotheses turut membahas hubungan antara penyakit kuning dan rasa kantuk pada bayi. 

Lewat penelitian tersebut, berikut Popmama.com sajikan fakta mengenai benarkah penyakit kuning membuat bayi lebih mudah mengantuk? 

  1. 1. Benarkah penyakit kuning membuat bayi lebih sering mengantuk?

    Penyakit kuning membuat bayi lebih mudah mengantuk
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Jawabannya benar, Ma.

    Bayi dengan kadar bilirubin yang tinggi dapat menjadi lebih mengantuk, tidur lebih lama, dan sulit dibangunkan untuk menyusu. Kondisi ini berbeda dengan rasa kantuk biasa yang umum dialami bayi baru lahir. Bayi dapat terlihat sangat lemas atau kurang responsif sehingga sulit dibangunkan ketika waktunya menyusu.

    Penyakit kuning terjadi ketika bilirubin, yaitu zat yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah, menumpuk di dalam tubuh bayi. Kondisi ini dapat terjadi karena hati bayi yang masih belum matang belum mampu memproses bilirubin secara optimal. Penyakit kuning cukup umum terjadi pada bayi baru lahir, terutama pada minggu pertama kehidupannya.

  2. 2. Kenapa penyakit kuning membuat bayi lebih mudah mengantuk?

    Alasan penyakit kuning membuat bayi lebih mudah mengantuk
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Ketika kadar bilirubin meningkat terlalu tinggi, bilirubin berlebih dapat memengaruhi sistem saraf pusat bayi. Kondisi tersebut dapat membuat si Kecil menjadi lebih mengantuk, lemas, dan sulit dibangunkan untuk menyusu.

    Rasa kantuk yang berlebihan juga dapat membuat bayi kurang kuat mengisap saat menyusu atau bahkan tidak tertarik untuk makan. Kondisi ini perlu diperhatikan karena asupan yang kurang dapat membuat bayi lebih sedikit BAB dan BAK, sehingga bilirubin lebih sulit dikeluarkan dari tubuh.

  3. 3. Berapa lama bayi kuning mengalami kantuk berlebihan?

    Berapa lama bayi kuning mengalami kantuk berlebihan
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Rasa mengantuk dan lemas pada newborn akibat penyakit kuning umumnya mulai berkurang ketika kadar bilirubin dalam tubuh menurun. Dengan penanganan yang sesuai dan pemberian ASI atau susu secara rutin, bayi biasanya perlahan menjadi lebih aktif dan lebih mudah dibangunkan untuk menyusu.

    Pada bayi yang menjalani fototerapi, perubahan tersebut dapat mulai terlihat dalam beberapa hari setelah pengobatan dimulai. Meski rasa kantuk berlebihan sudah membaik, warna kuning pada kulit bayi masih dapat terlihat selama beberapa minggu. 

  4. 4. Kenali tanda bahaya pada bayi kuning

    Kenali tanda bahaya pada bayi kuning
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Mama perlu segera menghubungi dokter atau mencari pertolongan medis jika bayi mengalami tanda-tanda di bawah ini

    1. Bayi hampir tidak dapat dibangunkan ketika waktunya menyusu.

    2. Menolak menyusu atau memiliki kemampuan mengisap yang sangat lemah.

    3. Tangisan terdengar lebih melengking dan berbeda dari biasanya.

    4. Tubuh bayi terlihat sangat kaku, terlalu lemas, atau punggung melengkung.

    5. Bayi kuning mengalami demam.

    6. Warna kuning semakin jelas atau meluas hingga ke lengan dan kaki.

    7. Jumlah popok basah atau BAB lebih sedikit dari biasanya, yang dapat menjadi tanda bayi kekurangan cairan.

  5. 5. Cara membangunkan bayi kuning agar mau menyusu

    Cara membangunkan bayi kuning agar mau menyusu
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Bayi yang mengalami penyakit kuning perlu mendapatkan asupan secara rutin. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memberikan ASI lebih sering, sekitar 8–12 kali dalam 24 jam, sesuai kebutuhan. Mama bisa mencoba beberapa cara lembut untuk membangunkan si Kecil sebelum menyusu.

    Mama bisa membuka pakaian bayi, mengganti popoknya, atau memberikan sentuhan lembut dengan mengusap punggung, pipi, dan telapak kakinya. Mengajak bayi berbicara, menggendongnya dalam posisi tegak, atau melakukan kontak skin to skin juga bisa membantu memberikan stimulasi agar bayi lebih terjaga.

    Kesimpulannya, penyakit kuning memang bisa membuat bayi lebih mudah mengantuk, Ma. Semoga informasi ini membantu Mama lebih memahami kondisi bayi kuning, ya! 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More