Telur mentah (pexels.com/Klaus)
Mama mungkin pernah melihat orang lain mengonsumsi telur mentah agar bertenaga dan sehat. Atau ada mitos dan kepercayaan di lingkungan Mama bahwa konsumsi telur mentah bisa menurunkan demam.
Ini mitos, ya, Ma. Hindari menerapkan ini terutama pada kelompok rentan, seperti bayi, ibu hamil, dan lansia.
Telur mentah bukan obat demam. Telur mentah atau bahkan setengah matang berisiko membawa bakteri penyebab infeksi. Bayi berusia di bawah 1 bulan belum boleh diberi makanan pendamping ASI, apalagi diberi telur mentah.
Tidak ada hubungan pemberian telur mentah dengan mengurangi demam. Karena kalau demam, berikanlah penurun demam yaitu parasetamol," ujar Dokter Spesialis Anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K), saat diwawancarai Popmama.com, Selasa (13/10/2026)
Penting untuk diingat jika kita perlu berhati-hati terhadap kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Terutama jika kepercayaan itu berkaitan dengan makanan, minuman, obat, atau perawatan bayi baru lahir. Mama perlu memeriksa ulang jika kepercayaan atau tradisi itu menyangkut nyawa si Kecil.
Jadi, bila bayi demam, segera cari pertolongan medis, ya, Ma! Suhu 38 derajat Celcius atau lebih pada bayi di bawah usia 3 bulan memerlukan evaluasi medis segera.
Selain telur mentah, Mama juga perlu mengetahui mitos lainnya, seperti:
Bayi perlu madu atau air putih sebelum ASI lancar. Ini tidak perlu, ya, Ma. Faktanya adalah bayi dianjurkan untuk mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupannya, tanpa tambahan air putih atau makanan lain. Kecuali dokter yang meminta Mama atau ada indikasi medis dan harus dilakukan dengan pengawasan dokter. Madu juga tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena risiko botulisme, Ma.
Bedong kencang bikin kaki lurus. Ini juga tidak boleh dipercaya begitu saja, Ma. Bedong ketat tidak akan membuat kaki bayi menjadi lurus. Yang mungkin terjadi adalah bedong terlalu ketat bisa mengganggu perkembangan pinggul bayi. Jika Mama harus membedong bayi, beri ruang bagi kaki untuk menekuk dan bergerak, ya.
Bayi kuning cukup dijemur. Ini pun jangan dipercaya begitu saja, ya, Ma. Bayi kuning perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Jadi, jangan mengandalkan jemur bayi di bawah sinar matahari saja sebagai pengganti pemeriksaan dokter atau terapi yang memang dibutuhkan oleh si Kecil.
Kita memang perlu menjaga dan menghargai tradisi. Di sisi lain, Mama juga harus memastikan kebenarannya, terutama jika itu menyangkut kesehatan dan keselamatan bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan tradisi tersebut. Selain itu, jangan memberikan makanan, minuman, atau ramuan tanpa memastikan keamanannya.
Dan pastikan untuk mencari bantuan dokter jika si Kecil demam atau sakit.