Melihat si Kecil tidur pulas kadang bikin Mama serba salah. Di satu sisi ingin membiarkannya istirahat, tapi di sisi lain khawatir si Kecil melewatkan jadwal menyusu.
Bolehkah Membangunkan Bayi saat Tidur untuk Menyusu?

Bayi baru lahir boleh dibangunkan untuk menyusu, terutama pada minggu awal karena perlu 8–12 kali menyusu sehari guna membantu berat badan kembali naik dan menjaga produksi ASI.
Bayi sebaiknya tidak tidur lebih dari empat jam tanpa menyusu; setelah berat badan lahir tercapai dan kenaikannya baik, biasanya dalam 1–2 minggu, bayi dapat menunggu hingga bangun sendiri.
Bangunkan bayi secara lembut dengan mengganti popok, kontak kulit, elusan, atau posisi menyusui tegak; waspadai bayi sulit dibangunkan, lemas, popok basah berkurang, atau berat badan lambat naik.
Pertanyaan ini memang wajar muncul, apalagi pada minggu-minggu awal setelah kelahiran ketika kebutuhan menyusu bayi masih sangat sering.
Untuk menjawab kegelisahan Mama, berikut Popmama.com mengulas bolehkah membangunkan bayi saat tidur untuk menyusu? Yuk, simak sampai habis!
Table of Content
Apakah Boleh Membangunkan Bayi saat Tidur untuk Menyusu?

Pexels/freestocks.org Menurut Mayo Clinic, boleh-boleh saja Mama membangunkan si Kecil untuk menyusu, apalagi di masa-masa awal kelahiran. Ini karena kebanyakan bayi baru lahir sempat mengalami penurunan berat badan dan perlu sering disusui agar berat badannya kembali naik.
Mengutip Australian Breastfeeding Association, membangunkan bayi memang perlu dilakukan jika ia belum cukup sering menyusu, terutama pada minggu-minggu pertama.
Namun, jika si Kecil sudah cukup sering menyusu, berat badannya naik dengan baik, dan payudara Mama tidak terasa penuh, membiarkannya tidur lebih lama juga tidak masalah.
Jadi, tidak ada aturan kaku yang melarang Mama membangunkan bayi untuk menyusu. Semua kembali pada kondisi si Kecil serta kebutuhan menyusuinya saat itu.
Mengapa Bayi Perlu Dibangunkan untuk Menyusu?

Pexels/Hannah Barata Menurut Mayo Clinic, sebagian besar bayi baru lahir membutuhkan 8-12 kali menyusu dalam sehari. Semakin sering disusui, semakin cepat pula berat badan lahir bayi kembali tercapai dan produksi ASI Mama pun makin terjaga.
Ada alasan lain yang tak kalah penting, yaitu menangis merupakan tanda lapar yang sebenarnya sudah terlambat. Semakin awal Mama memulai sesi menyusui, semakin kecil kemungkinan si Kecil rewel karena kelaparan.
Mengutip Medicine Net, sebagian besar dokter anak menyarankan Mama membangunkan bayi begitu sudah waktunya menyusu di siang maupun malam hari. Ini karena bayi sebaiknya tidak dibiarkan tanpa menyusu lebih dari empat jam.
Bayi Usia Berapa Sudah Tidak Perlu Dibangunkan untuk Menyusu?

Pexels/Sarah Chai Menurut Mayo Clinic, begitu bayi mama menunjukkan pola kenaikan berat badan yang baik dan sudah mencapai kembali berat badan lahirnya, Mama umumnya sudah boleh menunda waktu menyusu sampai ia bangun sendiri. Biasanya kondisi ini tercapai dalam 1-2 minggu setelah lahir.
Mengutip Medicine Net, secara umum berlaku aturan sederhana, yaitu semakin besar usia bayi, semakin jarang ia perlu dibangunkan untuk menyusu. Begitu bayi tumbuh lebih besar dan pola tidurnya mulai lebih teratur, tubuhnya juga sudah lebih siap mengatur sendiri kapan ia lapar.
Meski begitu, Mama tetap perlu memperhatikan tanda-tanda kecukupan ASI, seperti jumlah popok basah dan kenaikan berat badan si Kecil. Jika ada kekhawatiran, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak.
Berapa Jam Sekali Bayi Perlu Dibangunkan untuk Menyusu?

Pexels/Sarah Chai Menurut Mayo Clinic, bayi baru lahir umumnya membutuhkan satu kali menyusu setiap 2-3 jam, sehingga totalnya bisa mencapai 8-12 kali sehari. Bayi setidaknya perlu menyusu 8 kali dalam 24 jam, termasuk pada malam hari.
Mengutip Medicine Net, patokan umum yang sering dipakai dokter anak adalah jangan biarkan bayi tidur lebih dari empat jam tanpa menyusu. Jika si Kecil sudah melewati batas waktu ini, saatnya Mama membangunkannya.
Semakin bertambah usia bayi, jarak antarwaktu menyusu ini juga akan semakin panjang dengan sendirinya. Jadi, Mama tidak perlu khawatir bahwa jadwal ini akan berlaku selamanya.
Bagaimana Cara Membangunkan Bayi Tidur untuk Menyusu?

Pexels/Jonathan Borba Ada beberapa cara lembut yang bisa Mama coba agar si Kecil terbangun tanpa kaget atau rewel. Berikut beberapa caranya:
Lepas satu lapis pakaian atau ganti popoknya
Bayi yang merasa sedikit lebih dingin biasanya akan lebih mudah terbangun dari tidur lelapnya.Gendong bayi dengan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin)
Mengutip Medicine Net, sentuhan langsung dengan kulit Mama bisa membuat si Kecil mulai bergerak dan terbangun perlahan.Elus lembut punggung, kaki, atau tangan
Mengutip The Bump, menggelitik telapak kaki atau menggoyangkan tangan dan kaki bayi bisa membantunya tetap terjaga selama menyusu.Ajak bicara dengan suara pelan sambil menghadapkan wajah Mama ke bayi
Cara ini membantu si Kecil merasa nyaman untuk membuka mata secara perlahan.Coba posisi menyusui yang lebih tegak
Mengutip Australian Breastfeeding Association, posisi ini bisa membantu bayi lebih aktif menyusu dibandingkan dengan posisi berbaring.Pindah ke ruangan yang cukup terang
Mengutip Healthline, cahaya yang lebih terang bisa membantu si Kecil tetap terjaga selama sesi menyusu berlangsung.
Mama bisa mencoba beberapa cara sekaligus untuk melihat mana yang paling efektif untuk membangunkan si Kecil.
Apakah Membiarkan Bayi Tidur Terlalu Lama Bisa Membuatnya Kekurangan ASI?

Pexels/upender photography Mengutip Healthline, tidur terlalu lama memang bisa jadi masalah jika sampai membuat bayi jarang menyusu, apalagi jika disertai jumlah popok basah yang berkurang dan berat badan yang naik lambat.
Namun, jika si Kecil tetap menyusu cukup sering dan pertumbuhannya baik, sesekali tidur pulas bukan hal yang perlu dikhawatirkan.
Mengutip Australian Breastfeeding Association, Mama disarankan tetap waspada terutama jika bayi terlihat sangat sulit dibangunkan atau tampak lemas saat coba disusui. Kondisi ini bisa jadi tanda ada hal lain yang perlu diperiksa oleh dokter, seperti bayi kuning (jaundice) atau infeksi.
Jadi, kuncinya bukan pada berapa lama bayi tidur, melainkan pada apakah kebutuhan menyusuinya tetap terpenuhi. Selama tanda-tanda kecukupan ASI terlihat baik, Mama tidak perlu terlalu cemas.
Jika Mama masih ragu apakah perlu membangunkan si Kecil atau tidak, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi. Dengan begitu, Mama bisa menyusui dengan lebih tenang tanpa rasa khawatir berlebihan.
Nah, itulah pembahasan mengenai bolehkah membangunkan bayi saat tidur untuk menyusu? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!





















