Saat mengecek si Kecil yang sedang tidur, Mama mungkin pernah mendapati tubuhnya sudah bergeser dan tidur dalam posisi miring.
Bolehkah Bayi Tidur Miring? Simak Penjelasan Lengkapnya

Bayi sebaiknya tidak tidur miring hingga usia 1 tahun, kecuali sudah mampu berguling dua arah, yang umumnya terjadi pada usia 4–6 bulan.
Pada bayi yang belum mampu mengontrol kepala, tidur miring bisa berujung tengkurap, menghalangi saluran napas, dan meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Posisi tidur telentang dinilai paling aman karena membantu menjaga saluran napas tetap terbuka, mengurangi kemungkinan menghirup ulang udara embusan, serta memberi ruang bernapas lebih leluasa.
Mama mungkin akan bertanya-tanya, apakah bayi perlu segera dikembalikan ke posisi telentang atau boleh dibiarkan begitu saja. Posisi tidur bayi memang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan keamanan si Kecil.
Lantas, bolehkah bayi tidur miring? Simak artikel Popmama.com tentang bolehkah bayi tidur miring berikut ini.
Table of Content
Bolehkah Bayi Tidur Miring?

Pexels/Mohd Aimi Mustaqim Melansir The Bump, bayi tidak diperbolehkan tidur miring setidaknya sampai usia 1 tahun. Namun, ada kondisi tertentu ketika bayi diperbolehkan tidur miring.
Tidur miring diperbolehkan ketika si Kecil sudah mampu berguling dua arah, yakni dari tengkurap ke telentang dan sebaliknya. Berguling dua arah biasanya terjadi saat bayi berusia 4-6 bulan.
Bayi yang sudah bisa berguling sendiri diperbolehkan tidur miring menunjukkan bahwa otot tubuh dan lehernya sudah cukup kuat untuk mengubah posisi jika si Kecil nantinya merasa tidak nyaman atau kesulitan bernapas saat tidur.
Risiko Tidur Miring pada Bayi

Pexels/Enrique Berdasarkan Medical News Today, salah satu risiko tidur miring pada bayi adalah kesulitan bernapas.
Pada bayi yang masih terlalu kecil untuk mengangkat atau mengontrol kepalanya dengan baik, posisi tidur miring dapat membuat si Kecil berguling hingga tengkurap (tidur dengan perut)
Posisi tengkurap dapat membuat wajah bayi menempel pada kasur sehingga saluran pernapasan berisiko terhalang dan bayi kesulitan bernapas.
Melansir dari Healthline, tidur miring yang berujung pada tidur tengkurap dapat meningkatkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), yakni kematian mendadak bayi yang biasanya terjadi ketika bayi tertidur.
Posisi Tidur yang Tepat untuk Bayi

Pexels/ramon rangel Posisi tidur yang paling aman untuk bayi adalah telentang.
Dilansir Raising Children Network, posisi tidur telentang membantu menjaga saluran pernapasan si Kecil tetap terbuka karena refleks seperti menelan, bergerak, dan terbangun saat saluran napas terganggu dapat bekerja lebih optimal.
Tidur telentang juga membuat bayi lebih kecil kemungkinan menghirup kembali udara yang baru saja diembuskan.
Selain itu, area hidung dan mulut tetap memiliki ruang yang cukup sehingga si Kecil bisa bernapas dengan lebih leluasa.
Nah, itulah penjelasan tentang bolehkah bayi tidur miring? Jika bayi sudah bisa berguling sendiri ke dua arah, Mama tidak perlu panik ketika si Kecil mengubah posisi menjadi miring saat tidur.

-wIu5yNjXTGJugbzcjFbJKAiR2VrfT25b.jpg)



















