Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Amankah Bayi Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi?

Amankah Bayi Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi?
Pixabay/adiretoriaeventos
  • Bayi tidak disarankan tidur dengan kepala lebih tinggi atau di permukaan miring karena kepala dapat menunduk ke depan dan menghambat jalan napas.

  • Posisi miring meningkatkan risiko bayi bergeser atau berguling hingga wajah menempel matras, menyebabkan kesulitan bernapas atau kekurangan oksigen, terutama pada bayi yang belum kuat mengangkat kepala.

  • Untuk tidur aman, baringkan bayi telentang, gunakan matras rata dan kokoh dengan seprai kencang, serta hindari bantal, selimut tebal, boneka, dan bumper.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat bayi tidur, Mama mungkin pernah menambahkan bantal di bawah kepalanya atau menggunakan inclined baby sleeper dengan harapan bayi akan tidur lebih nyaman.

Meski terlihat tidak berbahaya, posisi tidur memiliki peran penting dalam keselamatan bayi, lho, Ma, termasuk ketika si Kecil tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.

Lantas, berbahayakah posisi tidur tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel Popmama.com tentang amankah bayi tidur dengan posisi kepala lebih tinggi berikut ini.

  1. Amankah Bayi Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi?

    Amankah Bayi Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi?
    Magnific/Lifestylememory

    Bayi tidak disarankan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, Ma.

    Melansir dari Parents, bayi yang tidur pada permukaan yang miring, terutama ketika sedang memakai inclined baby sleepers, dapat membuat kepala bayi yang relatif berat bisa menunduk ke depan.

    Posisi tersebut pun dapat menghambat jalan napas si Kecil yang berisiko meningkatkan sudden infant death syndrome (SIDS).

  2. Risiko Bayi Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

    Risiko Bayi Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
    Popmama.com/Nafia Mahesa/AI

    Dilansir Healthline, posisi kepala yang lebih tinggi dapat membuat kepala bayi menunduk hingga dagunya menempel ke dada sehingga jalan napasnya dapat terhambat dan membuat si Kecil kesulitan bernapas.

    Bayi juga bisa bergeser atau berguling saat tidur, lalu wajahnya menempel pada matras yang berisiko membuatnya sulit bernapas atau kekurangan oksigen.

    Risiko gangguan pernapasan akan semakin meningkat pada bayi yang belum cukup kuat untuk mengangkat kepalanya.

  3. Cara Membuat Bayi Tidur Lebih Nyaman dan Aman

    Cara Membuat Bayi Tidur Lebih Nyaman dan Aman
    Magnific/javi_indy

    Tidur yang nyaman bukan cuma soal membuat si Kecil cepat terlelap, tetapi juga memastikan si Kecil aman dari hal-hal berbahaya selama tidur.

    Supaya waktu tidur tetap nyaman sekaligus aman, Mama bisa menerapkan beberapa cara dari HealthyChildren.org berikut:

    • Tidurkan bayi dalam posisi telentang sebelum bayi bisa berguling dua arah

    • Pastikan matras tidur bayi rata dan kokoh.

    • Pilih seprai yang pas dan terpasang kencang agar tidak mudah terlepas dan menutupi wajah bayi.

    • Hindari memakai bantal, selimut tebal, boneka, dan bumper yang dapat meningkatkan risiko wajah bayi tertutup yang membuat sesak napas.

    Itulah penjelasan tentang amankah bayi tidur dengan posisi kepala lebih tinggi. Segala hal mengenai bayi, termasuk bagaimana cara tidurnya, merupakan hal yang perlu Mama perhatikan.

    Semoga informasi ini bermanfaat untuk menambah wawasan Mama seputar posisi tidur yang aman dan nyaman untuk si Kecil, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More