Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Melebatkan Rambut Bayi, Hindari Kebiasaan Ini!
pexels.com/RDNE Stock project
  • Kerontokan atau rambut tipis pada bulan-bulan awal umumnya normal dan dapat tumbuh kembali secara alami; tidak ada cara instan yang menjamin rambut bayi langsung lebat.

  • Perawatan lembut meliputi sampo khusus bayi dua hingga tiga kali seminggu, sisir lembut, menjaga kulit kepala bersih, serta menghindari ikatan rambut terlalu kencang.

  • Dukung kesehatan rambut melalui nutrisi MPASI beragam setelah sekitar enam bulan, kurangi gesekan kepala dengan tummy time terawasi, dan konsultasikan bila muncul tanda kulit kepala bermasalah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rambut bayi bisa tipis atau rontok pada awal hidup, dan biasanya tumbuh lagi. Mama bisa memakai sampo bayi yang lembut dua atau tiga kali seminggu. Bayi perlu makan bergizi saat sudah makan. Jangan ikat rambut kencang dan sisir pelan. Kalau kulit kepala merah atau botak bercak, pergi ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketebalan rambut setiap bayi berbeda-beda. Ada si Kecil yang lahir dengan rambut lebat, sementara lainnya memiliki rambut tipis atau mengalami kerontokan pada beberapa bulan pertama. 

Kondisi tersebut umumnya normal, Ma. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), rambut bayi memang dapat rontok pada bulan-bulan awal dan tumbuh kembali secara alami. 

Meski begitu, Mama bisa membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala si Kecil dengan perawatan yang tepat.

Berikut Popmama.com telah merangkum 7 cara melebatkan rambut bayi yang harus Mama tahu. Simak di bawah, yuk!

1. Gunakan sampo khusus bayi

pexels.com/Айсылу

Pilih sampo yang lembut dan memang diformulasikan untuk kulit kepala bayi. Mama juga tidak perlu mencuci rambut si Kecil setiap hari karena kulit kepala bayi masih sensitif.

AAP menyarankan mencuci rambut bayi sekitar dua hingga tiga kali seminggu menggunakan sampo yang lembut, kecuali ada kondisi tertentu yang membutuhkan perawatan khusus.

2. Penuhi kebutuhan nutrisi

Magnific/krakenimages.com

Nutrisi yang cukup penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan, termasuk kesehatan rambut. Setelah berusia sekitar 6 bulan dan mulai MPASI, berikan makanan yang beragam dan bergizi sesuai kebutuhan si Kecil.

CDC merekomendasikan makanan yang mengandung berbagai zat gizi, termasuk sumber protein, zat besi, zinc, sayuran, buah, dan lemak sehat.

3. Jangan mengikat rambut terlalu kencang

Unsplash/NHN

Jika rambut sang Bayi sudah cukup panjang, hindari mengikatnya terlalu kencang. Tarikan berulang dapat membuat rambut patah atau rontok.

Gaya rambut yang terlalu ketat dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan pada rambut.

4. Gunakan sisir yang lembut

pexels.com/RDNE Stock project

Gunakan sisir khusus bayi dengan bulu atau gigi yang lembut. Sisir rambut si Kecil secara perlahan agar tidak menarik rambut atau mengiritasi kulit kepalanya.

Mama tidak perlu terlalu sering menyisir rambut dengan harapan rambut cepat lebat. Pertumbuhan rambut tetap mengikuti siklus alami setiap bayi.

5. Jaga kebersihan kulit kepala

pexels.com/Sasha Kim

Kulit kepala yang bersih membantu menjaga kenyamanan si Kecil. Jika terdapat kerak seperti cradle cap, jangan mengelupasnya secara paksa.

Mama dapat mencuci rambut menggunakan sampo bayi yang lembut dan membersihkan kulit kepala secara perlahan. 

Jika kulit kepala terlihat merah, bengkak, atau mengeluarkan cairan, konsultasikan dengan dokter anak.

6. Kurangi gesekan pada kepala bayi

pexels.com/Yan Krukau

Rambut bayi bisa menipis di bagian belakang kepala akibat sering bergesekan dengan permukaan tempat ia berbaring. Kondisi ini cukup umum dan biasanya rambut akan tumbuh kembali.

Mama bisa memberikan tummy time saat si Kecil terjaga dan selalu dalam pengawasan. Selain mengurangi tekanan pada bagian belakang kepala, aktivitas ini juga mendukung perkembangan motorik bayi.

7. Tidak perlu panik saat rambut bayi rontok

Dok. Istimewa

Rambut bayi yang rontok tidak selalu menandakan masalah. AAP menjelaskan bahwa kerontokan rambut pada bayi merupakan hal yang umum dan rambut biasanya akan tumbuh kembali.

Namun, jika muncul kebotakan berbentuk bercak, kulit kepala kemerahan atau bersisik, maupun rambut tidak kunjung tumbuh kembali, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak.

Jadi, tidak ada cara instan yang bisa menjamin rambut bayi langsung menjadi lebat, Ma. Fokuslah pada perawatan kulit kepala yang lembut dan pemenuhan nutrisi agar rambut si Kecil tumbuh sehat.

Itu dia penjelasan tentang 7 cara melebatkan rambut bayi. Semoga menambah informasi, Mama, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article