Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Mengikat Rambut Bayi yang Baru Tumbuh Bisa Sebabkan Kebotakan Permanen

Mengikat Rambut Bayi yang Baru Tumbuh Bisa Sebabkan Kebotakan Permanen
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih

  • Mengikat rambut bayi terlalu kencang dapat menyebabkan Traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan berulang yang bisa berujung pada kebotakan permanen.

  • Penyebab utama meliputi folikel rambut bayi yang sensitif, gaya rambut ketat, menyisir kasar, serta kebiasaan menarik rambut saat menata.

  • Tanda awal traction alopecia mencakup kemerahan kulit kepala, gatal, nyeri, dan penipisan rambut; pencegahan dilakukan dengan mengikat longgar dan menata rambut lembut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mama pasti gemas melihat rambut bayi yang baru mulai tumbuh panjang. Rambut halus dan lembut yang baru tumbuh ini, sering membuat Mama ingin langsung menyisir, menata, atau mengikatnya dengan gaya lucu, terutama untuk anak perempuan.

Rasanya seperti sedang bermain-main dengan “mainan” kecil yang menggemaskan. Namun, Mama perlu berhati-hati. Memainkan terlalu sering atau mengikat rambut bayi terlalu kencang bisa menimbulkan masalah serius, seperti kebotakan permanen.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan terkait mengikat rambut bayi yang baru tumbuh bisa sebabkan kebotakan permanen. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

1. Mengikat rambut bayi yang baru tumbuh bisa sebabkan kebotakan permanen

1. Mengikat rambut bayi yang baru tumbuh bisa sebabkan kebotakan permanen

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Traction alopecia adalah kerontokan rambut yang disebabkan oleh penarikan rambut berulang kali. Pada anak-anak, hal ini sering terjadi ketika rambut diikat terlalu kencang, misalnya dengan kuncir, ponytail, atau kepang yang rapat.

Pada awalnya, rambut mungkin hanya rontok sedikit dan terlihat sementara. Namun, jika rambut terus-menerus mendapat ditarik saat diikat, folikel rambut di kulit kepala akan mengalami tekanan dan peradangan. Peradangan ini bisa menyebabkan rambut tidak lagi bisa tumbuh di area yang sama, bahkan bisa sebabkan kebotakan permanen.

2. Penyebab Traction alopecia pada anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mama mungkin sering  tanpa sadar memberi tekanan berlebihan. Untuk itu sebaiknya Mama memahami apa saja penyebab Traction alopecia pada anak.

  • Folikel rambut sensitif
    Kulit kepala bayi memiliki titik lunak yang disebut fontanel, satu di atas kepala dan satu di belakang. Meski cukup kokoh jika disentuh lembut, folikel rambut di sekitarnya masih sangat sensitif terhadap tarikan yang kuat.

  • Mengikat rambut terlalu kencang
    Ikatan rambut yang terlalu kencang akan memberikan tekanan pada akar rambut, sehingga folikel bisa mengalami kerusakan.

  • Gaya rambut rapat atau kepang ketat
    Membuat kepang atau gaya rambut yang terlalu rapat, akan memperbanyak tarikan pada rambut. Hal ini memberi tekanan pada folikel, terutama pada bayi yang masih sensitif.

  • Menyisir rambut kasar setiap hari
    Sisir atau sikat yang kasar bisa menarik rambut terlalu kuat, Jika hal ini di lakukan setiap hari akan membuat folikel menjadi tegang dan rentan rontok.

  • Menarik-narik rambut saat menata
    Mama biasanya senang memainkan rambut anak dengan menarik-narik saat menata, bila dilakukan setiap hari dengan tarikan yang kencang. Hal ini dapat memperparah kerontokan dan merusak folikel.

3. Tanda dan gejala Traction alopecia

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Traction alopecia biasanya terlihat secara bertahap. Awalnya kulit kepala bisa muncul kemerahan atau benjolan kecil yang mirip jerawat. Rambut di area yang sering ditarik atau diikat, misalnya bagian depan atau samping kepala, mulai menipis atau rontok.

Anak juga bisa merasakan gatal, nyeri, atau kulit kepala yang mengelupas. Pada beberapa kasus, folikel rambut bisa meradang hingga muncul lepuhan berisi nanah. Jika kebiasaan menarik atau mengikat rambut terus dilakukan, folikel rambut bisa rusak permanen.

4. Perhatikan hal ini dalam mengikat rambut anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Untuk mencegah Traction alopecia, sebaiknya jangan menguncir rambut anak terlalu kencang. Jika ingin menguncirnya, perhatikan beberapa hal agar tetap aman.

  • Pastikan kunciran tetap longgar 

  • Hindari gaya rambut yang rumit atau banyak tarikan.

  • Jangan ikat rambut anak setiap hari.

  • Tata dan sisir rambut anak dengan lembut.

  • Hindari penggunaan karet gelang atau karet elastis yang dapat mencabut atau menarik rambut secara paksa.

5. Penyebab lain yang bisa menimbulkan kebotakan pada anak

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang yang bisa menyebabkan Traction alopecia, ada beberapa kondisi lain yang bisa membuat rambut anak rontok dan bahkan menimbulkan kebotakan, antara lain:

  • Telogen effluvium
    Ini adalah kerontokan rambut akibat stres mendadak pada anak. Stres bisa muncul karena demam tinggi, pembedahan, atau pengalaman emosional seperti kesedihan. Akibatnya, akar rambut berhenti tumbuh sementara, sehingga rambut rontok dalam beberapa minggu, menyebabkan area kebotakan sementara. Namun, jika penyebab stres sudah hilang, rambut biasanya akan tumbuh kembali dalam waktu 6 bulan.

  • Hipotiroidisme
    Anak dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif berisiko mengalami rambut rontok atau tipis. Hal ini karena hormon tiroid yang rendah memengaruhi proses pertumbuhan rambut. Selain rambut rontok, anak dengan hipotiroidisme mungkin juga menunjukkan gejala lain seperti lemas, pertumbuhan lambat, dan kulit kering.

  • Alopecia areata
    Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang folikel rambut, sehingga rambut rontok di area tertentu. Pada anak-anak, kebotakan bisa muncul tiba-tiba dan biasanya hanya terlihat pada beberapa bagian kulit kepala, bukan menyeluruh. Kondisi ini kadang disertai dengan perubahan warna kulit di area tersebut atau tampak halus dan licin.

  • Trikotilomania
    Ini adalah kebiasaan menarik atau mencabut rambut sendiri akibat dorongan psikologis yang sulit dikendalikan. Pada anak, biasanya muncul saat mereka stres, cemas, atau bosan. Trikotilomania paling banyak ditemukan pada remaja perempuan usia 11–13 tahun dan bisa menimbulkan area kebotakan yang jelas terlihat.

  • Tinea capitis
    Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala yang menimbulkan area kebotakan seukuran koin. Kulit di area tersebut biasanya bersisik dan berwarna putih seperti kurap. Penyakit ini menular dan sering dialami anak-anak mulai balita hingga usia sekolah. Selain kebotakan, anak bisa mengalami gatal, kulit kemerahan, dan terkadang nanah jika infeksi parah.

Itu tadi penjelasan terkait mengikat rambut bayi yang baru tumbuh bisa sebabkan kebotakan permanen. Jaga kesehatan rambut si Kecil, yuk, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More