Kasus campak kembali menunjukkan tren peningkatan di Indonesia. Hingga minggu ke-7 tahun 2026, tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan 4 kematian.
Pada tahun sebelumnya, yakni 2025, jumlah kasus campak juga cukup tinggi dengan 63.769 kasus suspek, 11.094 kasus terkonfirmasi, dan 69 kematian.
Peningkatan kasus ini menjadi perhatian karena campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular melalui droplet saat penderita batuk atau bersin.
Untuk menekan laju peningkatan kasus campak, pemerintah terus mendorong upaya pencegahan. Misalnya melalui penguatan imunisasi campak-rubela (MR), edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan sistem surveilans untuk merespons cepat jika terjadi lonjakan kasus di suatu wilayah.
Menjelang Idulfitri, pemerintah pun kembali mengeluarkan himbauan. Salah satunya adalah himbauan untuk tidak sembarangan menyentuh bayi saat acara kumpul bersama keluarga dan kerabat.
Informasi lebih lanjut tentang pemerintah imbau setop sentuh bayi saat lebaran untuk mencegah penularan campak sudah Popmama.com rangkum pada ulasan berikut ini.
