Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kasus Campak Meningkat di Indonesia, Mengapa Vaksinasi Anak Penting?

Kasus Campak Meningkat di Indonesia, Mengapa Vaksinasi Anak Penting?
Freepik
Intinya Sih
5W1H
  • Kasus campak di Indonesia meningkat signifikan, memicu kekhawatiran karena penyakit ini sangat menular dan dapat dicegah melalui vaksinasi yang masih belum diterima sebagian masyarakat.
  • Vaksinasi berperan penting membentuk herd immunity, melindungi individu sekaligus masyarakat luas, termasuk anak-anak yang tidak bisa divaksin karena kondisi medis tertentu.
  • Penurunan cakupan imunisasi dari 92% menjadi sekitar 87,8% membuat risiko wabah campak meningkat, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk memperkuat perlindungan kesehatan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kasus campak kembali meningkat di Indonesia dan menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Penyakit ini sangat menular, tetapi penyebarannya dapat dicegah dengan vaksinasi. 

Namun, sayangnya masih ada sebagian masyarakat yang menolaknya tanpa alasan medis yang jelas. Padahal, keputusan tersebut tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada orang-orang di sekitar. Terutama anak-anak yang belum bisa mendapatkan vaksin atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dokter spesialis anak dr. Devie Kristiani, Sp.A., di Instagramnya @dr.deviekristiani mengingatkan bahwa vaksinasi memiliki peran penting dalam melindungi masyarakat secara luas melalui konsep kekebalan kelompok.

Berikut Popmama.com rangkum alasan mengapa vaksinasi anak sangat penting di tengah meningkatnya kasus campak.

1. Campak sangat mudah menular

Freepik
Freepik

Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular melalui percikan batuk atau bersin dari penderita. Virus dapat berpindah dari satu orang ke orang lain dengan cepat, terutama jika banyak orang yang belum memiliki kekebalan.

Seseorang yang belum memiliki kekebalan bisa dengan mudah tertular jika berada di lingkungan yang sama dengan penderita. Karena itu, peningkatan kasus campak harus segera direspons dengan upaya pencegahan yang kuat, termasuk imunisasi.

Menurut dr. Devie Kristiani, Sp.A., virus membutuhkan inang untuk bertahan hidup dan menyebar.

“Ketika virus membutuhkan inang untuk bertahan hidup dan berpindah dari satu orang ke orang lainnya, semakin banyak orang yang divaksinasi maka mereka bisa menjadi benteng perlindungan bagi orang yang belum menerima vaksinasi,” jelasnya.

Jika banyak orang tidak divaksinasi, virus akan lebih mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Risiko pada anak-anak, campak bisa menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak.

2. Vaksin membantu membentuk herd immunity

Ilustrasi vaksin campak
Freepik

Vaksinasi tidak hanya melindungi individu yang menerima vaksin, tetapi juga membantu membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok.

Konsep ini terjadi ketika sebagian besar masyarakat memiliki kekebalan terhadap suatu penyakit sehingga penyebaran virus menjadi lebih sulit. Dengan begitu, orang yang belum memiliki kekebalan tetap terlindungi secara tidak langsung.

“Semakin banyak orang yang divaksinasi, mereka bisa menjadi benteng perlindungan bagi orang lain di sekitarnya,” kata dr. Devie.

3. Ada anak yang tidak bisa divaksin dan membutuhkan perlindungan

Unsplaah/Jan Kopřiva
Unsplaah/Jan Kopřiva

Tidak semua anak bisa mendapatkan vaksin. Beberapa anak dengan kondisi kesehatan tertentu tidak diperbolehkan menerima imunisasi karena risiko medis.

Contohnya anak dengan kanker yang sedang menjalani pengobatan, pasien dengan gangguan sistem imun, atau anak yang sedang mengalami penyakit berat.

“Mereka sebenarnya tidak punya pilihan. Mereka berharap perlindungan dari orang-orang di sekitarnya yang divaksinasi,” ujar dr. Devie.

Anak-anak tersebut sangat bergantung pada kekebalan kelompok dari orang-orang di sekitarnya. Jika cakupan vaksinasi rendah, mereka menjadi jauh lebih rentan tertular penyakit.

4. Penolakan vaksin bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit

ilutstrasi vaksin campak
Freepik

Ketika banyak orang menolak vaksinasi tanpa alasan medis yang jelas, risiko penyebaran penyakit menular bisa meningkat. Menurut dr. Devie, kita hidup dalam masyarakat yang saling terhubung sehingga keputusan kesehatan seseorang bisa berdampak pada orang lain.

“Kita hidup bermasyarakat. Kita memang punya kebebasan, tetapi kebebasan itu juga memiliki dampak pada orang lain,” jelasnya.

Karena itu, vaksinasi bukan hanya keputusan pribadi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat.

5. Penurunan imunisasi bisa menyebabkan meningkatnya wabah

ilustrasi campak pada anak kecil
commons.wikimedia.org/CDC

Para ahli kesehatan menilai peningkatan kasus campak di Indonesia berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Cakupan imunisasi dasar lengkap yang sebelumnya mencapai 92% pada 2018 turun menjadi sekitar 87,8% pada 2023. Penurunan ini dapat membuka celah bagi virus untuk kembali menyebar.

Padahal, untuk mencegah wabah campak, cakupan vaksinasi biasanya perlu mencapai sekitar 95% populasi agar herd immunity terbentuk secara optimal.

Itulah tadi informasi mengenai alasan vaksin campak penting untuk kesehatan bersama. Semoga informasi ini membantu!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More