Pada dasarnya, bentuk pusar bayi sangat dipengaruhi oleh proses penyembuhan alami setelah tali pusar lepas. Meski begitu, Mama tetap bisa melakukan perawatan yang tepat.
Berikut beberapa hal penting yang bisa Mama lakukan:
1. Biarkan tali pusar lepas secara alami
Pada 1–2 minggu pertama setelah lahir, tali pusar akan mengering, menghitam, lalu lepas dengan sendirinya. Mama sebaiknya tidak menarik, memutar, atau mencoba mempercepat proses ini. Memaksa tali pusar lepas justru bisa menyebabkan luka terbuka, perdarahan, hingga meningkatkan risiko infeksi.
2. Jaga area pusar tetap bersih dan kering
Pusar bayi tidak perlu dibersihkan terlalu sering. Mama cukup membersihkannya jika terlihat kotor, menggunakan kain kasa bersih atau kapas yang sedikit dibasahi air. Hindari penggunaan alkohol atau antiseptik tanpa anjuran dokter karena dapat mengiritasi kulit sensitif bayi.
3. Hindari kelembapan berlebih di area pusar
Kondisi lembap bisa memperlambat penyembuhan dan memicu pertumbuhan bakteri. Pastikan popok tidak menutupi pusar dengan cara melipat bagian atas popok ke bawah, sehingga area pusar tetap terkena udara dan cepat kering.
4. Mandikan bayi dengan cara yang aman
Sebelum tali pusar lepas sepenuhnya, sebaiknya Mama memandikan si Kecil dengan metode sponge bath atau lap basah. Memandikan bayi di bak berisiko membuat pusar terlalu lembap dan memperlambat proses pengeringan.
Itu dia penjelasan seputar penyebab pusar bayi menonjol. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.