Cara Memberikan ASI dengan Sendok atau Pipet untuk Bayi Anti-Dot

Banyak Mama yang khawatir bayinya bingung puting ketika minum ASI perah lewat botol

27 September 2021

Cara Memberikan ASI Sendok atau Pipet Bayi Anti-Dot
Freepik/cookie-studio

Masa-masa saat Mama menyusui merupakan momen-momen terbaik untuk meningkatkan ikatan antara Mama dan anak. Namun, tidak semua mama dapat langsung memberikan ASI kepada bayinya. Ada beberapa ibu yang harus memberikan metode pemberian ASI yang berbeda karena hal-hal tertentu seperti: 

  • Kesehatan mama atau bayi yang tidak memungkinkan.

  • Mama tidak dapat menghasilkan ASI yang cukup karena beberapa alasan seperti, cedera payudara, dan operasi.

  • Pemisahan Mama dan bayi karena alasan tertentu seperti sakit, operasi, dan adopsi.

  • Penggunaan obat-obatan pada Mama sehingga tidak memungkinkan untuk menyusui.

  • Mama yang harus segera bekerja setelah melahirkan.

Biasanya orangtua akan membeli dot sebagai alternatif untuk memberikan ASI kepada bayinya. Namun, ternyata beberapa ahli tidak menganjurkan penggunaan dot untuk memberi ASI pada bayi. 

Banyak yang mengaitkan dot ASI dengan risiko infeksi pada bayi karena transmisi mikroorganisme patogen sehingga dapat menyebabkan diare dan infeksi saluran napas. Selain itu, berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dot dapat menimbulkan masalah gigi, seperti karies dan maloklusi. Beberapa penelitian menunjukan adanya hubungan antara kebiasaan minum dot botol sambil tidur dengan timbulnya karies serta kerusakan gigi.

Mama bisa menggunakan alternatif lain untuk menggantikan dot, seperti menggunakan sendok atau pipet. Kali ini Popmama.com akan mengulasnya untuk Mama. Untuk mengetahuinya, langsung saja disimak rangkuman berikut ini ya, Ma!

1. Amankah memberikan ASI dengan sendok?

1. Amankah memberikan ASI sendok
Freepik/cookie-studio

Menggunakan sendok untuk memberikan ASI pada bayi sebenarnya aman-aman saja. Penggunaan sendok justru lebih baik dibandingkan dengan penggunaan dot karena memiliki beberapa manfaat. 

Penggunaan sendok dapat mencegah bayi dari risiko bingung puting. Bayi yang mengalami bingung puting biasanya tidak dapat membuka mulutnya lebar-lebar dan uring-uringan saat menyusu dari payudara ibu. Bingung puting biasanya terjadi karena bayi terlalu dini diperkenalkan minum ASI melalui botol susu. 

Selain itu, penggunaan sendok juga dapat menurunkan risiko perut kembung dan kolik. Bayi yang mendapatkan ASI dari sendok juga akan lebih mudah disapih karena ia sudah terlatih untuk menggunakan peralatan makan dan minum sederhana.

Editors' Picks

2. Cara memberikan ASI dengan sendok

2. Cara memberikan ASI sendok
Pixabay/Ben_Kerckx

Meskipun penggunaan sendok memiliki beberapa manfaat untuk bayi, penggunaannya juga harus dengan cara yang tepat. Ada beberapa cara yang perlu diperhatikan dalam memberikan ASI dengan sendok untuk bayi, di antaranya adalah:

  • Gunakan celemek bayi karena ASI dapat tumpah dan membasahi baju bayi.

  • Dudukkan bayi di pangkuan. Kemudian gunakan satu tangan untuk menopang punggung dan leher bagian atas bayi.

  • Letakan sendok ke depan mulut bayi sehingga ASI hanya menyentuh bibir bayi.

  • Jangan langsung tuangkan ASI ke dalam mulut bayi. Bayi akan menjilat sendiri ASI dengan menggerakkan lidahnya ke sendok.

  • Jangan terburu-buru. Biarkan bayi menelan sebelum mengisi kembali sendok.

Lakukan cara ini dengan sabar dan perlahan. Seiring berjalannya waktu, bayi akan belajar dan terbiasa minum menggunakan sendok.

3. Memberikan ASI dengan pipet

3. Memberikan ASI pipet
Pixabay/saponifier

Selain menggunakan sendok, pipet juga dapat digunakan sebagai alat alternatif pemberian ASI untuk bayi. Keunggulan pipet dibanding dengan sendok adalah ASI yang berceceran akan lebih sedikit dan terdapat takaran mililiter untuk membantu mengukur banyaknya ASI.

Pipet yang digunakan sebaiknya terbuat dari plastik karena pipet yang terbuat dari kaca berisiko melukai bayi. Sebaiknya gunakan pipet yang lebih besar dari pipet yang biasa digunakan untuk obat.

4. Cara menggunakan pipet

4. Cara menggunakan pipet
Pexels/Sarah Chai

Sebelum memberikan ASI menggunakan pipet, pastikan ketahui langkah-langkah berikut ini:

  • Pastikan pipet dalam kondisi steril.

  • Masukan ujung pipet ke mulut bayi. Jangan masukan terlalu dalam, cukup ujungnya saja. 

  • Teteskan beberapa tetes ASI ke mulut bayi.

  • Tunggu bayi menelan ASI di mulutnya baru kemudian berikan lagi. 

Dibandingkan dengan penggunaan sendok, penggunaan pipet terbilang cukup mudah dan lebih cepat ya, Ma.

5. Alat lain yang dapat digunakan sebagai alternatif

5. Alat lain dapat digunakan sebagai alternatif
Pexels/Andrea Piacquadio

Selain sendok dan pipet, masih banyak metode lain untuk memberikan ASI untuk bayi. Semuanya tergantung pada kenyamanan dan kebutuhan ibu dan bayi. 

Masing-masing alat dan metode memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Misalnya, cup feeder dapat membantu bayi terbiasa menggunakan gelas, tetapi ASI akan mudah tumpah. Selain itu, ada juga spuit yang mudah digunakan dan terdapat ukuran untuk mengetahui takaran ASI, dan masih banyak lagi alat lain yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. 

Itulah rangkuman Popmama.com mengenai cara memberikan ASI dengan sendok dan pipet. Jangan sedih jika Mama tidak bisa memberikan ASI langsung dari payudara kepada bayi karena alasan tertentu. Yang utama adalah keselamatan dan kebutuhan si Kecil. Seiring berjalannya waktu, Mama mungkin akan dapat kesempatan untuk memberikan ASI langsung dari payudara dan meningkatkan ikatan dengan si Kecil.  

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.