Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Begini Kondisi dan Kemampuan Indera Bayi saat Baru Lahir!

Begini Kondisi dan Kemampuan Indera Bayi saat Baru Lahir!
Freepik/azerbaijan-stockers

Pernahkah Mama bertanya-tanya bagaimana bayi yang baru lahir mempersepsikan berbagai hal melalui panca inderanya?

Apakah bayi langsung bisa melihat, meraba, mendengar, mengecap, dan mencium aroma seperti orang dewasa? Jika tidak, bagaimana kondisi indera bayi saat baru lahir?

Beruntungnya Mama, pada era ini para ilmuwan sudah meneliti pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan bantuan beragam teknologi modern.

Lalu, apa jawabannya? Simak penjelasan mengenai kondisi indera bayi saat baru lahir yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

1. Indera penglihatan

Freepik/phduet
Freepik/phduet

Berbeda dengan orang dewasa, bayi lahir dengan penglihatan yang relatif kurang. Saat lahir, bayi melihat dunia dengan warna yang agak kabur dari warna nyatanya.

Ia belum dapat melihat dunia secara 3 dimensi hingga usia 16 minggu dan baru mulai mampu membedakan warna dengan lebih baik pada usia delapan minggu. Bayi dapat mengenali wajah dan berbagai bentuk berukuran besar meski dengan ketajaman penglihatan yang masih sangat buruk dibandingkan dengan orang dewasa.

Meski begitu, bayi sangat terpukau dengan berbagai rangsangan visual, terutama yang bergerak. Ia juga tertarik melihat perubahan ekspresi wajah dan mampu mengenali wajah pengasuh terdekatnya dengan sangat cepat.

Hal ini didukung dengan studi yang menunjukkan bahwa bayi baru lahir dapat mengenali orang-orang melalui bentuk wajah, gaya rambut, dan asosiasi warna tertentu.

2. Indera pendengaran

freepik/user18526052
freepik/user18526052

Mama mungkin sering mendapat wejangan untuk memperdengarkan lagu klasik, murratal ayat suci, atau sering mengajaknya berbicara meski ia masih berada di dalam perut selama kehamilan. Hal ini bukan tanpa alasan, lho.

Ternyata bayi memang sudah mengembangkan kemampuan mendengarnya sejak saat masih berada di dalam kandungan. Ia dapat mengenali suara ibunya, menangkap pola tertentu dari bahasa ibunya, bahkan menirukan intonasi bahasa ibunya saat menangis!

Tapi perlu diingat bahwa tentu saja indera pendengaran bayi tetap belum sesempurna orang dewasa.

Bayi masih kesulitan memisahkan kata-kata dari gangguan suara lain di sekitarnya, contohnya saat Mama berbicara padanya di jalan raya yang penuh kendaraan lalu lalang, atau saat Mama berbicara padanya dengan televisi menyala. Untuk membantunya mengembangkan kemampuan pendengarannya, biasakan untuk berbicara dengan bayi mama secara langsung dan privat di area yang sunyi atau bebas polusi suara.

3. Indera penciuman

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Tahukah Mama, bayi baru lahir memiliki indera penciuman yang setara dengan orang dewasa bahkan lebih tajam?

Ya, bayi baru lahir dapat mendeteksi komponen aroma dalam keringat manusia lebih baik dari pada orang dewasa.

Bayi juga dapat mengenali aroma air ketuban serta membedakan aroma ASI dan susu formula. Semakin familiar bayi dengan aroma tubuh seseorang, semakin besar pula peluangnya untuk menumbuhkan rasa suka dan nyaman terhadap aroma tersebut.

Bayi juga dapat mengenali pengasuhnya melalui aroma tubuh atau wewangian yang terasosiasi dengan orang tersebut.

Bayi dapat membedakan aroma ASI mamanya dari ASI atau susu lainnya dengan catatan sebelumnya si bayi sudah terlibat kontak langsung dengan mamanya dan menyusu selama sekitar 50 menit.

4. Indera pengecap

Freepik
Freepik

Dalam indera pengecap di lidah, manusia normal memiliki lima dimensi pengecap yakni pengecap rasa manis, asin, pahit, asam, dan gurih.

Indera pengecap pada bayi baru lahir dapat merasakan berbagai rasa, kecuali rasa asin yang baru bisa ia rasakan pada sekitar usia 4 bulan. Seperti orang dewasa kebanyakan, bayi baru lahir juga cenderung menyukai rasa manis dan gurih serta bereaksi negatif terhadap rasa pahit dan asam.

Meski belum ada penelitian yang solid, diduga kuat bahwa rasa dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Mama tersalurkan melalui ASI dan bayi dapat merasakannya juga.

5. Indera sentuhan

freepik/onlyyouqj
freepik/onlyyouqj

Mirip seperti indera pendengaran, indera sentuhan bayi juga sudah aktif jauh sebelum ia lahir. Jika Mama mengelus perut saat hamil trimester ketiga, kulit janin sudah lebih sensitif terhadap rangsangan dan ia dapat merasakan getaran dari sentuhan Mama.

Bayi baru lahir mampu menyimpulkan tampilan benda yang ia sentuh, bahkan tanpa melihatnya. Ia menggunakan sentuhan untuk membantunya memahami informasi visual.

Sentuhan juga menjadi sinyal sosial dan emosional yang digunakan bayi untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan lembut dengan afeksi pada bayi baru lahir dapat mengurangi rasa sakit, membantu bayi untuk bertumbuh, membuatnya bersemangat, dan mengurangi risiko gejala kecemasan dan depresi di masa depan.

Jangan salah, bayi memperhatikan cara Mama menyentuhnya dan dapat merasakan stres jika Mama menyentuhnya dengan salah.

Jadi penting sekali untuk memperhatikan sinyal yang berusaha dikomunikasikan bayi setiap Mama menyentuhnya agar dapat mengetahui sentuhan bagaimana yang ia sukai dan yang tidak ia sukai.

Itu dia kondisi dan persepsi tiap indera bayi baru lahir. Menarik bukan, Ma? Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More

Pola Tidur Bayi 0–12 Bulan yang Ideal, Dukung Proses Tumbuh Kembang

30 Apr 2026, 22:00 WIBBaby