Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal 7 Jenis Suara Bayi dan Makna di Baliknya
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Tangisan, tawa, ocehan, hingga suara menggeram merupakan cara bayi berkomunikasi sebelum bisa berbicara.

  • Arti suara bayi dapat berbeda, sehingga Mama perlu memperhatikan ekspresi, gerakan, dan situasi saat suara tersebut muncul.

  • Membalas suara dan mengajak bayi berinteraksi dapat membantu mendukung perkembangan bahasa dan komunikasinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi belum bisa menyampaikan keinginan dan perasaannya lewat kata-kata. Karena itu, bayi akan menggunakan tangisan, tawa, ocehan, hingga suara-suara kecil lainnya untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya.

Setiap suara yang dikeluarkan bayi dapat menjadi cara untuk memberi tahu Mama apa yang sedang mereka inginkan atau butuhkan. Dengan memahami dan mengenali berbagai suara tersebut, Mama pun bisa lebih mudah merespons kebutuhan si Kecil. 

Berikut Popmama.com telah merangkum berbagai jenis suara bayi dan makna di baliknya, seperti dilansir Parents.

1. Tangisan bayi

Magnific

Menangis menjadi salah satu cara utama bayi untuk berkomunikasi. Bayi mungkin menangis ketika merasa lapar, mengantuk, tidak nyaman, atau sedang merasa kurang sehat.

Mama bisa coba penuhi kebutuhan dasar bayi, seperti memberikan ASI atau susu, menenangkan tubuhnya, serta memeriksa pakaiannya. Jika bayi terus menangis dan sulit ditenangkan, Mama juga perlu memperhatikan apakah ada tanda lain seperti demam atau kondisi yang membuatnya tidak nyaman.

2. Suara melengking

Magnific

Suara melengking atau squealing biasanya terdengar dengan nada tinggi. Suara ini sering muncul ketika bayi merasa senang, antusias, atau tertarik dengan sesuatu.

Namun, suara melengking juga bisa menjadi cara bayi menunjukkan bahwa dirinya tidak menyukai sesuatu. Mama bisa memperhatikan ekspresi wajah dan gerakan tubuh si Kecil untuk memahami maksud suaranya.

Mama juga dapat membalas suara tersebut dengan ekspresi wajah dan intonasi yang sesuai. Interaksi dua arah seperti ini membantu bayi belajar mengenai pola percakapan sekaligus mengenali berbagai kata dan emosi.

3. Suara terengah-engah

Magnific/rawpixel.com

Bayi terkadang mengeluarkan suara seperti terengah-engah atau bernapas cepat selama beberapa detik. Jika setelahnya napas kembali normal, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan periodic breathing yang umum terjadi pada bayi.

Pada masa awal kehidupan, pola pernapasan bayi memang masih berkembang. Namun, Mama perlu lebih waspada jika suara tersebut disertai tanda bayi kesulitan bernapas, perubahan warna kulit, atau kondisi lain yang terlihat tidak biasa.

4. Bayi mengejan

Magnific

Suara mengejan atau grunting dapat muncul ketika bayi sedang berusaha buang air besar. Selain itu, si Kecil juga bisa mengeluarkan suara tersebut saat merasa frustrasi, bosan, atau menginginkan sesuatu.

Ketika kemampuan komunikasinya berkembang, bayi mulai menggunakan suara dengan lebih sengaja untuk menarik perhatian Mama. Kemudian Mama dapat meresponsnya dengan kata-kata sederhana sambil membantu memenuhi kebutuhannya.

5. Suara menggeram

Magnific

Bayi juga bisa mengeluarkan suara seperti growl atau suara geraman. Pada sekitar enam bulan pertama, suara ini dapat muncul sebagai bagian dari refleks dan eksplorasi bayi terhadap sensasi di tenggorokannya.

Seiring bertambahnya usia, si Kecil mungkin mulai sengaja mengeluarkan suara tersebut karena merasa tertarik dengan bunyinya. Pada bayi yang lebih besar, growl bahkan bisa digunakan untuk menunjukkan rasa tidak suka atau ketidaksenangan.

6. Tawa bayi

Magnific

Suara tawa biasanya mulai terdengar ketika bayi memasuki usia sekitar 4 bulan. Pada awalnya, bayi dapat tertawa sebagai respons terhadap stimulasi fisik yang membuatnya merasa senang.

Setelah kemampuan sosialnya berkembang, si Kecil mulai tertawa sebagai respons terhadap sesuatu yang dianggap lucu atau menyenangkan. Mama bisa ikut tertawa, mengajak bermain, atau membuat ekspresi lucu untuk mendorong interaksi bersama.

7. Bayi menghela napas

Magnific

Suara menghela napas atau sighing dapat mulai terdengar sejak bayi berusia beberapa minggu. Suara ini sering muncul ketika bayi sedang rileks atau merasa nyaman.

Mama tidak perlu langsung khawatir ketika mendengar si Kecil menghela napas. Mama justru bisa merespons dengan membuat variasi suara sederhana agar bayi tertarik menirukan dan belajar melakukan interaksi secara bergantian.

8. Ocehan bayi

Magnific

Memasuki usia sekitar 4–6 bulan, bayi mulai banyak mengoceh atau babbling. Suaranya dapat berupa rangkaian vokal dan konsonan, seperti “ba-ba”, “ta-ta”, atau “ma-ma”.

Ocehan ini menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kemampuan berbicara. Mama bisa membalas ocehan si Kecil, mengubah tinggi-rendah suara, bernyanyi, atau mengajaknya berbicara untuk membantu bayi mengenali pola komunikasi.

Itu tadi berbagai jenis suara bayi dan makna di baliknya. Suara mana yang paling sering Mama dengar dari si Kecil?

Curated For You

Editorial Team

Related Article