Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Penyebab Gusi Bayi Putih, Mama Wajib Tahu Mana yang Bahaya

4 min read
5 Penyebab Gusi Bayi Putih, Mama Wajib Tahu Mana yang Bahaya
Pexels/Huynh Van
  • Bercak putih pada gusi bayi dapat berasal dari sisa ASI yang umumnya hilang sendiri setelah mulut dibersihkan lembut, atau Epstein pearls yang lazim pada bayi baru lahir dan tidak memerlukan pengobatan.

  • Sariawan mulut dapat membuat bayi rewel saat menyusu dan berkembang menjadi luka; kebersihan mulut, botol, dot, serta pemberian makanan lembut untuk bayi MPASI perlu dijaga.

  • Oral thrush akibat Candida albicans ditandai bercak seperti keju cottage yang sulit diusap; antibiotik berlebih dapat memicu pertumbuhan jamur, dan kondisi tertentu memerlukan obat dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah Mama iseng kemudian mengecek mulut mungil si Kecil setelah menyusu. Ternyata ada bercak putih di gusinya?

Jantung mungkin langsung berdebar, tapi tenang dulu, Ma. Gusi bayi putih ternyata cukup sering ditemukan, dan penyebabnya beragam, mulai dari yang sepele sampai yang perlu ditangani dokter.

Supaya Mama tidak salah langkah saat melihat kondisi si Kecil, berikut Popmama.com mengulas 5 penyebab gusi bayi putih. Yuk, simak sampai habis!

  1. 1. Sisa ASI yang menempel di mulut

    1. Sisa ASI yang menempel di mulut
    Pexels/Tri Warno

    Penyebab pertama yang sering bikin Mama salah sangka, yaitu sisa ASI. Menurut Vinmec International Hospital, endapan ASI di rongga mulut bisa tampak seperti bercak putih pada dua bulan pertama setelah lahir.

    Bayangkan si Kecil baru selesai menyusu lalu tertidur pulas. Sisa ASI pun menempel di lidah, gusi, dan bagian dalam pipinya.

    Kabar baiknya, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya. Mama bisa mengusap mulut si Kecil dengan lembut memakai kain bersih yang dibasahi air matang.

  2. 2. Sariawan mulut

    2. Sariawan mulut
    Pexels/Evgeniya Davydova

    Nah, bagaimana kalau bercak putih itu disertai rewel saat menyusu? Bisa jadi si Kecil sedang sariawan. Menurut Vinmec, bercak putih di gusi, lidah, pipi bagian dalam, dan bibir dapat berkembang menjadi luka kecil yang membuat bayi tidak nyaman ketika makan.

    Sariawan ringan biasanya sembuh sendiri dalam beberapa hari. Meski begitu, Mama tetap perlu menjaga kebersihan mulut, botol, dot, dan mainan si Kecil agar kuman tidak ikut menumpang.

    Untuk si Kecil yang sudah makan MPASI, Mama disarankan untuk memberikan makanan lembut dan hangat, seperti bubur atau sup. Hindari makanan keras, asin, atau panas karena bisa membuat lukanya makin perih.

    Jangan dianggap sepele juga, Ma. Bila terlambat ditangani, bercak putih bisa menyebar hingga bayi menangis kesakitan, malas makan, dan berat badannya turun.

  3. 3. Penggunaan antibiotik berlebih

    3. Penggunaan antibiotik berlebih
    Pexels/Anna Shvets

    Penyebab berikutnya sedikit tak terduga. Obat yang seharusnya menyembuhkan justru bisa ikut memicu bercak putih di mulut.

    Menurut Vinmec, penggunaan antibiotik secara berlebihan mengganggu keseimbangan bakteri dalam tubuh. Antibiotik untuk infeksi bakteri ikut membasmi bakteri baik sehingga jamur Candida punya ruang untuk tumbuh berlebihan.

    Mama yang sedang mengonsumsi antibiotik, antasida, atau steroid lebih rentan terkena infeksi jamur. Infeksi itu bisa menular ke anak dan memunculkan bercak putih di mulutnya.

    Karena itu, berikan antibiotik hanya atas resep dokter, ya, Ma. Jangan menghentikan atau menambah dosisnya tanpa berkonsultasi lebih dulu.

  4. 4. Epstein pearls

    Epstein pearls
    Wikimedia Commons/West exchange

    Lalu, bagaimana kalau bercaknya berbentuk benjolan kecil kekuningan, sementara si Kecil tampak santai saja? Bisa jadi itu epstein pearls, kista gusi yang dialami sekitar 60 sampai 85 persen bayi baru lahir, seperti dikutip dari Healthline.

    Bentuknya berupa tonjolan putih kekuningan berukuran 1 sampai 3 milimeter di gusi atau langit-langit mulut. Kadang tampilannya mirip gigi yang baru mau tumbuh.

    Penyebabnya, kulit di dalam mulut terperangkap saat mulut si Kecil masih berkembang di dalam kandungan, lalu terisi keratin. Kondisi ini tidak bisa dicegah dan bukan akibat sesuatu yang Mama lakukan atau lewatkan selama hamil.

    Tenang, benjolan ini tidak memerlukan pengobatan apa pun. Biasanya ia hilang dalam satu sampai dua minggu setelah lahir karena gesekan saat menyusu, minum dari botol, atau mengisap empeng.

  5. 5. Infeksi jamur candida albicans

    Infeksi jamur candida albicans
    Wikimedia Commons/Beth

    Terakhir, ini dia penyebab yang paling perlu diwaspadai, yaitu sariawan jamur atau oral thrush. Melansir Kids Health, jamur Candida albicans sebenarnya hidup di mulut dan tubuh, tetapi bisa tumbuh berlebihan pada kondisi tertentu.

    Ciri khasnya berupa bercak putih menyerupai keju cottage di gusi, lidah, pipi bagian dalam, atau langit-langit mulut. Kalau bercak sulit terangkat saat diusap lembut atau area di bawahnya tampak merah dan meradang, kemungkinan besar itu thrush.

    Pemicunya beragam, mulai dari daya tahan tubuh yang lemah, lahir prematur, hingga ibu yang mengalami infeksi jamur saat melahirkan atau menyusui. Empeng, botol, dan bagian pompa ASI yang kurang bersih juga bisa menjadi tempat jamur berkembang biak.

    Dokter biasanya meresepkan obat antijamur, seperti nistatin dalam bentuk tetes. Thrush umumnya membaik dalam 4 sampai 5 hari dengan pengobatan yang tepat, sedangkan tanpa pengobatan bisa memakan waktu hingga 8 minggu.

    Segera periksakan si Kecil jika bercak tak kunjung hilang, seperti menolak menyusu, menangis terus, atau tampak kesakitan. Untuk mencegahnya, Mama bisa rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh mulut si Kecil.

    Selain itu, jaga kebersihan alat makan si Kecil seperti mensterilkan empeng, botol, serta bagian pompa ASI, dan membersihkan gusinya dengan kain basah setelah menyusu

    Nah, itulah 5 penyebab gusi bayi putih yang bisa Mama kenali di rumah. Sebagian tidak berbahaya dan hilang sendiri, tetapi ada juga yang butuh obat dari dokter. Semoga bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More