Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Pertolongan Pertama Bayi Sesak Napas, Mama Harus Tahu!

2 min read
Pertolongan Pertama Bayi Sesak Napas, Mama Harus Tahu!
Pexels.com/Renjith Tomy Pkm
  • Sesak napas pada bayi perlu ditangani serius karena dapat memburuk cepat; segera hubungi layanan darurat medis sambil menunggu bantuan.

  • Orang tua perlu tetap tenang, berbicara lembut, serta menjaga bayi pada posisi nyaman dengan kepala dan leher ditopang bila sedang duduk.

  • Jangan tinggalkan bayi sendirian dan pantau napasnya terus-menerus, termasuk perubahan kecepatan napas, suara tidak biasa, atau dada yang tertarik ke dalam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Melihat si Kecil kesulitan bernapas tentu bisa membuat Mama panik dan khawatir. Kondisi ini perlu diperhatikan dengan serius karena gangguan pernapasan pada bayi dapat memburuk dengan cepat.

Sambil mencari bantuan medis, Mama perlu tetap tenang dan memastikan si Kecil berada dalam kondisi yang aman. Ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan sambil menunggu pertolongan datang.

Melansir dari Connecticut Children’s, berikut Popmama.com rangkum pertolongan pertama bayi sesak napas yang perlu Mama ketahui.

  1. 1. Tetap tenang agar si Kecil merasa lebih aman

    Tetap tenang agar si Kecil merasa lebih aman
    Pexels.com/MART PRODUCTION

    Saat melihat si Kecil kesulitan bernapas, Mama mungkin merasa takut dan panik. Namun, usahakan untuk tetap tenang agar Mama bisa mengambil langkah yang tepat.

    Bayi juga dapat merasakan kecemasan orang di sekitarnya. Karena itu, cobalah berbicara dengan suara lembut untuk membantu si Kecil merasa lebih tenang.

  2. 2. Pastikan posisi bayi tetap nyaman

    Pastikan posisi bayi tetap nyaman
    Pexels.com/Sarah Chai

    Jika si Kecil sedang dalam posisi duduk, Mama dapat membantu menopang kepala dan lehernya agar tetap stabil. Pastikan posisinya tidak membuat bayi semakin kesulitan bernapas.

    Hindari memaksakan posisi tertentu jika bayi tampak tidak nyaman. Utamakan keselamatan si Kecil sambil segera mencari bantuan medis.

  3. 3. Jangan tinggalkan bayi sendirian

    Jangan tinggalkan bayi sendirian
    Pexels.com/Natalia Vaitkevich

    Ketika bayi mengalami sesak napas, Mama perlu terus mendampinginya. Jangan meninggalkan si Kecil sendirian, meskipun hanya sebentar.

    Dengan tetap berada di dekatnya, Mama dapat memperhatikan perubahan kondisi bayi dan segera memberitahu tenaga medis jika gejalanya memburuk.

  4. 4. Pantau pernapasan bayi secara terus-menerus

    Pantau pernapasan bayi secara terus-menerus
    Pexels.com/Olya Afanasyeva

    Sambil menunggu bantuan medis, perhatikan apakah si Kecil masih bernapas secara teratur. Amati juga jika napasnya semakin cepat, terdengar suara tidak biasa, atau dadanya tampak tertarik ke dalam saat bernapas.

    Sesak napas pada bayi dapat menjadi kondisi darurat. Oleh karena itu, Mama diharuskan untuk segera menghubungi layanan darurat medis.

    Itu dia pertolongan pertama bayi sesak napas. Sesak napas pada bayi dapat menjadi kondisi darurat. Oleh karena itu, Mama diharuskan untuk segera menghubungi layanan darurat medis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More