Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pijat Bayi Bukan untuk Mengobati Penyakit, tapi Menstimulasi Tumbuh Kembang
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • IDAI menegaskan pijat bayi bukan untuk mengobati penyakit, melainkan sebagai stimulasi lembut yang mendukung tumbuh kembang melalui sentuhan, gerakan, suara, dan kontak mata.

  • Pijat bayi bermanfaat meningkatkan kualitas tidur, membantu relaksasi, mendukung pencernaan serta sirkulasi darah bila dilakukan dengan teknik yang benar.

  • Orangtua disarankan memijat bayi saat kondisinya tenang di ruangan hangat dengan minyak khusus bayi dan memperhatikan respons si Kecil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pijat bayi merupakan praktik sentuhan lembut menggunakan tangan, dengan teknik seperti mengusap, meremas ringan, dan memberikan tekanan halus pada tubuh bayi. Praktik ini menjadi sorotan setelah beredar video di TikTok yang memperlihatkan seorang bayi menangis histeris saat menjalani “Totok Sirih” di Palembang, Sumatra Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui akun Instagram resminya @idai_ig pada 25 April 2026 menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya, pijat bayi harus mengutamakan rasa aman, kelembutan, serta memerhatikan respons si Kecil. IDAI juga menjelaskan bahwa pijat bayi bukanlah metode untuk mengobati penyakit, melainkan sebagai stimulasi.

Untuk itu, berikut Popmama.com rangkum penjelasan tentang pijat bayi bukan untuk mengobati penyakit, tapi menstimulasi tumbuh kembang.

Pijat Bayi Bukan untuk Mengobati Penyakit, tapi Menstimulasi Tumbuh Kembang

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mengutip IDAI, pijat bayi bukan ditujukan untuk mengobati penyakit. Pijat bayi berfungsi sebagai stimulasi yang membantu mendukung tumbuh kembang. Berdasarkan penjelasan di laman resmi IDAI, pijat bayi merupakan stimulasi multi-indera.

Hal ini karena pijat bayi tidak hanya melibatkan sentuhan (taktil) dan gerakan (kinestetik), tetapi juga disertai rangsangan lain. Pada saat yang sama, orangtua dapat memberikan stimulasi pendengaran (auditory) dengan mengajak bayi berbicara, serta stimulasi penglihatan (visual) melalui kontak mata saat memijat.

Manfaat Pijat untuk Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pijat bayi memberikan manfaat melalui sentuhan, gerakan, suara, dan komunikasi antara orangtua dan bayi. Jika dilakukan dengan cara yang tepat, pijat bayi dapat membantu:

  • Tidur lebih nyenyak
    Sentuhan lembut membantu bayi merasa tenang dan nyaman, sehingga kualitas tidurnya menjadi lebih baik.

  • Lebih rileks
    Pijat dapat mengurangi ketegangan pada tubuh bayi dan membuatnya lebih santai, terutama setelah beraktivitas.

  • Membantu kenaikan berat badan
    Pijat bayi dapat merangsang hormon dan meningkatkan nafsu makan, sehingga mendukung pertambahan berat badan.

  • Mendukung sistem pencernaan dan sirkulasi
    Gerakan pijat membantu melancarkan peredaran darah serta mendukung kerja sistem pencernaan, sehingga bayi lebih nyaman dan tidak mudah kembung.

Jangan Pijat Bayi dalam Kondisi Ini!

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat bayi menangis keras, itu biasanya menjadi tanda bahwa ia sedang tidak nyaman. Karena itu, pijat sebaiknya tidak dilakukan jika kondisi bayi belum siap. Hindari memijat bayi ketika:

  • Bayi sedang rewel atau menangis

  • Mengalami demam atau sedang sakit

  • Baru saja selesai menyusu atau makan

  • Dalam kondisi lapar atau mengantuk

Hal yang Perlu Disiapkan sebelum Memijat Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Sebelum mulai, pilih ruangan yang hangat dan tenang supaya bayi tidak kaget atau kedinginan. Selain itu, pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kuku dipotong pendek agar tidak melukai kulit bayi.

Gunakan minyak khusus bayi agar pijatan terasa lebih lembut di kulit. Pastikan juga bayi dalam kondisi tenang dan sadar, tidak sedang rewel, lapar, atau mengantuk, sehingga pijat bisa dilakukan dengan nyaman dan menyenangkan.

Alur Tahapan Pijat Bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

  • Kaki (mulai dari bawah)
    Usap dari paha ke arah kaki secara lembut dengan gerakan seperti “memerah susu”. Lakukan perlahan tanpa tekanan kuat untuk membantu bayi lebih rileks.

  • Perut (hati-hati dan ringan)
    Lakukan gerakan memutar searah jarum jam dengan tekanan sangat lembut. Pijatan ini membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung. Hindari memijat jika bayi baru saja makan.

  • Dada dan tangan
    Usap dada dari tengah ke arah samping secara perlahan. Lanjutkan dengan memijat tangan dari bahu hingga pergelangan dengan sentuhan lembut.

  • Punggung
    Tengkurapkan bayi dengan tetap dalam pengawasan. Usap punggung dari leher ke arah bokong secara perlahan dan menenangkan.

Perhatikan Hal Ini dalam Memijat Bayi!

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selama memijat, selalu perhatikan respons bayi. Jika bayi terlihat tenang, pijatan bisa dilanjutkan. Namun, jika bayi menangis atau tampak tidak nyaman, sebaiknya segera dihentikan.

Durasi pijat cukup dilakukan sekitar 10–15 menit. Hindari memberikan tekanan yang terlalu kuat atau menggunakan teknik seperti “totok”. Pada dasarnya, pijat bayi bertujuan untuk membuat bayi merasa nyaman dan rileks, bukan menimbulkan rasa takut, nyeri, atau keterpaksaan.

Manfaat Stimulasi Pijat Bayi bagi Orangtua

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Stimulasi pijat bayi juga bermanfaat bagi orangtua karena dapat mempererat bonding atau ikatan dengan bayi. Selain itu, pijat membantu orangtua lebih memahami isyarat nonverbal bayi sehingga lebih peka terhadap kebutuhannya.

Pijat juga meningkatkan rasa percaya diri dalam mengasuh, memperlancar komunikasi antara orangtua dan bayi, serta membantu orangtua menenangkan bayi agar lebih rileks. Kegiatan ini turut mengurangi stres orangtua dan menciptakan suasana yang lebih hangat di rumah.

Nah, itu dia penjelasan tentang pijat bayi bukan untuk mengobati penyakit, tapi menstimulasi tumbuh kembang. Apakah Mama suka memijat si Kecil di rumah?

Editorial Team