TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Menggendong Bayi Baru Lahir yang Benar, Mama Harus Tahu!

Sebagai ibu baru, Mama terkadang takut menggendong bayi karena belum berpengalaman

15 Agustus 2022

Cara Menggendong Bayi Baru Lahir Benar, Mama Harus Tahu
Freepik/yanalya

Sebagai orangtua baru, mungkin masih canggung saat menggendong bayi yang baru lahir. Salah satu alasannya mungkin karena Mama takut menyakitinya.

Namun, rasa takut dan gugup ini dapat diatasi dengan pemahaman jelas mengenai bagaimana cara menggendong bayi. Setiap posisi gendongan dapat membuat bayi bereaksi karena merasa nyaman atau sebaliknya.

Untuk membantu Mama, Popmama.com merangkum beberapa cara menggendong bayi baru lahir yang benar. Penasaran? Yuk, simak informasinya berikut ini.

Lakukan ini sebelum Menggendong Bayi

Lakukan ini sebelum Menggendong Bayi
Freepik

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggendong bayi, antara lain:

  • Cuci tangan

Sistem kekebalan tubuh bayi belum berkembang. Kuman dan bakteri yang berasal dari tangan yang tidak bersih dapat berisiko bagi si Kecil. Jadi pastikan tangan mama selalu dalam keadaan bersih ketika akan menggendong bayi.

  • Buat diri nyaman dan percaya diri

Buat diri nyaman secara fisik sehingga Mama tidak membuat kesalahan. Penting juga bagi Mama untuk percaya diri dan tenang sebelum menggendong bayi. Lepaskan benda-benda seperti jam tangan atau peniti dari pakaian yang dapat menggores atau melukai bayi.

  • Pilih posisi

Jika Mama belum berpengalaman menggendong bayi, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mencari tahu posisi yang nyaman di mana bayi digendong dan disangga dengan baik.

  • Memberikan dukungan

Bayi memiliki leher yang berat, di sisi lain, mereka juga belum dapat mengendalikan leher. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan yang memadai pada kepala dan lehernya saat menggendong.

Berikut beberapa cara menggendong bayi baru lahir:

1. Menggendong bayi sambil memeluknya (shoulder hold)

1. Menggendong bayi sambil memeluk (shoulder hold)
Freepik/Yanalya

Salah satu posisi menggendong bayi yang paling umum ini memungkinkan bayi mendengarkan detak jantung mama.

Angkat bayi setinggi bahu dengan posisi tubuh bayi sejajar dengan Mama dan biarkan bayi menyandarkan kepalanya di bahu. Sangga kepala dan leher bayi dengan satu tangan dan pantat dengan tangan lainnya.

2. Menimang (football hold)

2. Menimang (football hold)
Freepik/Freepic.diller

Menimang adalah posisi menyusui yang disukai banyak ibu. Berikan dukungan pada kepala dan leher bayi dengan satu tangan dan gunakan lengan bawah tangan yang sama untuk menopang punggung lainnya.

Telungkupkan bayi ke arah tubuh mama dan biarkan kakinya menjulur ke belakang. Dekatkan dia ke dada saat menyusui dalam posisi ini dan gunakan tangan lainnya untuk memberikan dukungan ekstra pada leher dan kepalanya.

Editors' Picks

3. Menggendong di pangkuan (lap hold)

3. Menggendong pangkuan (lap hold)
Pixabay/u_jqskahw9

Ini adalah posisi duduk yang nyaman dan dapat digunakan saat menyusui. Dengan kaki kokoh di lantai, letakkan bayi di pangkuan mama sedemikian rupa sehingga kepala bayi berada di dekat lutut dengan wajah menghadap ke atas. Letakkan kedua tangan di bawah kepala bayi untuk menopang dan lengan di bawah bayi.

4. Menggendong dengan posisi bayi menghadap ke luar

4. Menggendong posisi bayi menghadap ke luar
Freepik/boggy

Posisi ini cocok untuk memperlihatkan kepada bayi keadaan di sekeliling. Mama dapat melakukannya sambil berdiri atau duduk di kursi

Atur bayi bersandar di dada untuk memberikan penyangga kepala yang tepat. Letakkan satu tangan di dada bayi dan tangan lainnya di bagian bawah tubuh bayi, sambil memberikan dukungan yang memadai.

5. Posisi membuai (craddle hold)

5. Posisi membuai (craddle hold)
Freepik/Nadyaskobeleva

Ini merupakan salah satu posisi menggendong bayi yang paling alami. Posisi ini bisa digunakan untuk menidurkan bayi.

Gendong bayi secara horizontal setinggi dada dengan menyelipkan satu lengan di bawah kepala dan leher, sementara lengan lainnya di bawah pantat dan pinggul.

Dengan hati-hati geser tangan di bawah leher dan kepala sehingga leher bayi bertumpu pada lekukan siku dan letakkan di bagian bawah sebagai penyangga.

6. Menggendong sambil menatap bayi

6. Menggendong sambil menatap bayi
Unsplash/Zach Lucero

Posisi ini sangat cocok untuk ikatan dan interaksi dengan bayi. Berikan dukungan pada kepala dan leher bayi dengan satu tangan dan dukung pantat dengan tangan lainnya. Gendong bayi sedikit di bawah dada sehingga bayi menghadap Mama.

    Penting untuk Menjaga Kepala saat Digendong. Kenapa?

    Penting Menjaga Kepala saat Digendong. Kenapa
    Pexels/Jonathan Borba

    Saat menggendong bayi baru lahir, Mama perlu berhati-hati. Pasalnya, otot-otot tubuhnya belum sempurna, termasuk di sekitar leher. Leher dan kepala bayi perlu disangga dengan benar agar tidak terjadi hal yang diinginkan, seperti terbentur misalnya.

    Bila kepala tertekuk ke belakang dan depan, ini normal. Namun jika dibiarkan terus, bisa terjadi pembengkakan di lehernya, Ma. Selain itu, bila tidak disangga dengan baik, kepala bayi akan jatuh pada satu sisi karena lehernya belum kuat untuk menahan.

    Posisi ini dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas, bila hidungnya menempel ke tubuh mama. Bayi yang baru lahir juga rentan mengalami shaken baby syndrome. Ini adalah salah satu jenis cedera otak yang disebabkan karena bayi terguncang dengan keras.

    Nah, bisa dibayangkan jika Mama tidak menyangga tubuh dan kepala bayi dengan baik saat menggendongnya, kepalanya bisa terguncang cukup keras. Saat terguncang, otaknya dapat memantul bolak-balik ke sisi tengkorak. Getarannya dapat menyebabkan pendarahan di otak atau retina.

    Nah, itu beberapa cara menggendong bayi baru lahir yang benar. Jangan khawatir jika Mama belum berpengalaman, sering menggendong akan membuat Mama menjadi terbiasa.

    Selamat mencoba!

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

    Mama CerdAZ

    Ikon Mama CerdAZ

    Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

    Cari tahu yuk