10 Hal yang Menjadi Kekhawatiran Mama Seputar Bayi Baru Lahir

Simak 10 hal seputar bayi baru lahir yang sering membuat Mama resah

2 Januari 2019

10 Hal Menjadi Kekhawatiran Mama Seputar Bayi Baru Lahir
Freepik/@freepik

Kelahiran buah hati merupakan hal yang membahagiakan bagi Mama dan Papa. Sebagai orangtua, Mama pasti tidak ingin bayi kesayangan sakit sehingga hal kecil yang terjadi dengan bayi Mama sering kali membuat resah.

Berikut 10 hal yang bisa membuat Mama khawatir. Simak penjelasannya.

1. Ubun-ubun lunak pada bayi

1. Ubun-ubun lunak bayi
Freepik

Saat bayi baru lahir memiliki ubun-ubun lunak.

Hal ini wajar, ubun-ubun yang lunak membantunya melewati jalan lahir yang sempit. Karena tengkorak kepalanya yang fleksibel, bayi kecil Mama selamat melewati proses kelahiran yang cukup sulit.

Seiring bertambahnya usia, tengkorak ubun-ubun akan mengeras.

2. Sering bersin

2. Sering bersin
unsplash/sadikkuzu

Bayi memiliki hidung kecil. Sedikit lendir di hidung akan membuat mereka bersin. Bayi baru lahir dari rumahnya yang berair di rahim Mama sehingga bayi melakukan penyesuaian diri  yang menyebabkannya sering bersin.

Mama tidak perlu khawatir kecuali bersinnya disertai dengan lendir kuning yang menandakan kalau bayi Mama pilek.  

3. Payudara bengkak

3. Payudara bengkak
Freepik

Selain menyebabkan menstruasi, lonjakan hormon saat kehamilan juga menyebabkan payudara bayi membengkak. Hal ini berlaku juga bagi bayi laki-laki.

Tapi lambat laun, payudaranya akan mengempis. Jadi jangan khawatir ya, Ma!

4. Ruam di wajah (baby acne)

4. Ruam wajah (baby acne)
unsplash/Tim Bish

Dilansir dari laman IDAI, baby acne atau bintil- bintil pada wajah merupakan hal normal. Biasanya terjadi pada minggu keempat atau kelima karena stimulasi kelenjar keringat pada kulit oleh hormon yang melewati plasenta selama kehamilan.

Untuk mengatasinya: letakkan selimut halus dan bersih di bawah kepala dan basuh wajah bayi dengan hati- hati sekali sehari dengan sabun bayi yang lembut untuk membersihkannya dari air susu atau deterjen.

5. Menangis

5. Menangis
Pixabay/ Stock Snap

Bayi baru lahir memiliki sistem saraf yang belum sempurna dan mudah kaget. Menangis merupakan satu-satunya cara untuk berkomunikasi.

Editors' Picks

6. Sering cegukan

6. Sering cegukan
Freepik/Yanalya

Hal ini belum diketahui secara pasti apa penyebabnya oleh para ahli. Ada yang menyatakan bahwa terjadi miskomunikasi antara otak dan sekat rongga dada, otot perut yang mengendalikan pernapasan.

Cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Dilansir dari laman IDAI, cegukan yang berlangsung lebih dari satu jam harus diwaspadai dan sebaiknya segera meminta pertolongan dokter untuk memastikan apakah terdapat kelainan yang serius.

Kelainan yang dapat menimbulkan cegukan antara lain adanya gangguan saraf diafragma, radang paru, kelainan di otak seperti tumor, penyakit ginjal atau gangguan keseimbangan elektrolit.

7. Kotoran bayi lembut dan empuk setiap habis menyusu

7. Kotoran bayi lembut empuk setiap habis menyusu
Freepik/yanalya

ASI mudah dicerna oleh bayi sehingga biasanya setelah menyusu bayi mungkin akan buang air besar. Kotoran terasa lembut karena konsumsinya masih berupa cairan.

8. Darah keluar dari vagina bayi perempuan

8. Darah keluar dari vagina bayi perempuan
freepik/@freepik

Selama kehamilan, peningkatan kadar estrogen Mama dapat merangsang rahim janin perempuan.

Dalam minggu pertama kehidupan, tidak jarang bayi perempuan mengalami menstruasi di mana rahim mengeluarkan sedikit darah.

9. Ubun-ubunnya berdenyut

9. Ubun-ubun berdenyut
freepik/phduet

Yang Mama lihat adalah sistem peredaran darah normal yang bekerja. Mengapa sampai terlihat atau denyutnya terasa? Sebab ubun-ubun dan tengkorak kepala bayi baru lahir belum menyatu dengan sempurna.

10. Rongga kecil di dada bayi

10. Rongga kecil dada bayi
pixabay.com/Julita83
Payudara menyembul karena pengaruh hormon Mama.

Mama tidak perlu khawatir, bukan jantungnya yang bermasalah. Menurut para ahli, tulang dada terdiri dari tiga bagian. Lekukan yang terlihat mungkin bagian bawah dari tulang dada yang melekuk.

Seiring dengan pertumbuhannya, otot dada dan perutnya akan menarik tulang dada menjadi lurus. Lapisan lemak bayi akan menutupi anatomi bayi yang baru lahir ini.

Nah, semoga Mama tidak khawatir lagi ya!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!